Logo

Penyebab Kulit Jeruk pada Payudara, Apakah Tanda Kanker?

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
General Topic

Tidak semua tanda kanker payudara berbentuk benjolan. Salah satu yang paling sering terlewat adalah perubahan tekstur kulit hingga tampak seperti kulit jeruk atau yang disebut peau d'orange. Kondisi ini membuat kulit payudara tampak menebal, berpori-pori, dan berlesung menyerupai kulit jeruk.

Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua kasus peau d'orange merupakan gejala kanker payudara. Ada beberapa kondisi lain yang juga bisa menyebabkan perubahan serupa pada kulit payudara. Oleh karena itu, mari kita mengenali penyebab serta gejala penyertanya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Apa Itu Kulit Jeruk pada Payudara?

Kulit jeruk pada payudara (peau d'orange) adalah perubahan tekstur kulit payudara yang membuat permukaannya tampak menebal, berpori, dan berlesung menyerupai kulit jeruk.

Apakah Kulit Jeruk pada Payudara Menandakan Kanker?

Ya, kulit jeruk pada payudara bisa menjadi salah satu tanda kanker payudara, terutama pada inflammatory breast cancer (IBC), yaitu jenis kanker payudara yang tergolong jarang, tetapi berkembang dengan cepat. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel kanker menyumbat pembuluh limfatik di kulit payudara sehingga menyebabkan pembengkakan dan perubahan tekstur kulit.

Namun, tidak semua kasus peau d'orange menandakan kanker payudara. Berikut adalah kondisi lain yang dapat menyebabkan perubahan kulit yang serupa pada payudara:

  • Infeksi bakteri, yang bisa menyebabkan perubahan pada kulit payudara hingga teksturnya tampak berkerut dan berpori besar mirip kulit jeruk. Kondisi ini paling sering dialami oleh ibu menyusui yang mengalami mastitis, yakni kondisi peradangan akibat infeksi bakteri yang berkaitan erat dengan tersumbatnya saluran ASI. Ketika terjadi infeksi, jaringan payudara akan meradang dan membengkak sehingga pori-pori kulitnya tertarik ke dalam dan terlihat seperti kulit jeruk.
  • Limfedema, yakni kondisi terjadinya pembengkakan akibat adanya penyumbatan pada saluran getah bening. Ketika saluran yang berfungsi mengalirkan cairan tubuh ini tersumbat, cairan akan menumpuk di bawah kulit dan membuat jaringan payudara membengkak. Efek pembengkakan inilah yang menarik pori-pori kulit hingga tampak berkerut dan berlubang-lubang kecil mirip kulit jeruk.
  • Selulit (cellulite) adalah kondisi ketika jaringan lemak di bawah kulit mendorong ke arah permukaan kulit sehingga kulit tampak bergelombang atau berlesung. Kondisi ini paling sering ditemukan di paha, bokong, atau pinggul, dan relatif jarang terjadi pada payudara. Meski tampilannya dapat menyerupai kulit jeruk, selulit bukan merupakan tanda kanker payudara.

Ciri-Ciri Kulit Jeruk pada Payudara yang Disebabkan Kanker

Kulit jeruk pada payudara akibat kanker biasanya tidak muncul sebagai satu-satunya gejala. Kondisi ini sering disertai dengan tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Pembengkakan pada payudara, dengan atau tanpa benjolan yang dapat diraba.
  • Perubahan kulit payudara. Selain tampak seperti kulit jeruk, payudara dapat berwarna kemerahan (warna merah ini terkadang lebih samar atau sulit terlihat pada kulit yang berwarna gelap/cokelat).
  • Perubahan sensasi pada payudara, seperti terasa hangat, nyeri, atau lebih berat dibandingkan biasanya.
  • Perubahan ukuran atau bentuk, yang terjadi dalam waktu relatif singkat.
  • Keluar cairan dari puting, terutama bila tidak sedang hamil atau menyusui, dan terlebih jika bercampur darah.
  • Perubahan pada puting, misalnya puting tertarik ke dalam atau muncul ruam bersisik yang tidak kunjung membaik.

Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!

Apa yang Harus Dilakukan Jika Payudara Tampak Seperti Kulit Jeruk?

Apabila perubahan tekstur kulit payudara disertai dengan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab pastinya, yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa dan mengamati langsung area payudara serta ketiak untuk menilai adanya perubahan pada kulit, benjolan, atau pembengkakan.
  • Pemeriksaan pencitraan (mammografi dan/atau USG payudara): Dokter dapat menyarankan mammografi, USG payudara, atau keduanya sesuai usia, gejala, dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini membantu melihat kondisi jaringan payudara yang tidak dapat dinilai hanya melalui pemeriksaan fisik.
  • Biopsi: Jika ditemukan adanya benjolan atau area yang mencurigakan dari hasil mammografi atau USG, dokter akan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium menggunakan mikroskop guna memastikan apakah ada sel kanker atau tidak.
  • MRI Payudara: Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan MRI payudara untuk memperoleh gambaran jaringan yang lebih detail. 

Ingat: Semakin cepat penyebab perubahan pada payudara diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat dapat diberikan. Oleh karena itu, jangan menunda untuk memeriksakan diri jika kamu menemukan perubahan tidak biasa pada payudara.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining Sejak Dini

Bagaimana Menangani Kulit Jeruk pada Payudara?

Dokter umumnya tidak secara langsung mengobati tekstur kulit jeruk itu sendiri, melainkan menangani kondisi medis yang menjadi penyebabnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh kanker payudara, dokter akan menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan dengan jenis, stadium, lokasi kanker, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Penanganan kanker payudara dapat meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi target, maupun imunoterapi, tergantung pada jenis dan karakteristik kanker yang diderita pasien.

Jangan Abaikan Perubahan pada Payudara

Tekstur kulit jeruk pada payudara memang tidak selalu menandakan kanker. Namun, perubahan ini tetap menjadi tanda bahwa ada kondisi pada payudara yang perlu diperiksa. Langkah terbaik untuk mengetahui penyebabnya adalah dengan segera berkonsultasi ke dokter.

Jika dalam pemeriksaan lanjutan dokter menemukan adanya benjolan atau area yang mencurigakan, kamu tidak perlu khawatir harus langsung menjalani operasi besar. Dokter mungkin akan menyarankan biopsi untuk memastikan diagnosis. Salah satu metode biopsi yang tersedia saat ini adalah Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB), yaitu prosedur minimal invasif yang memungkinkan pengambilan sampel jaringan payudara melalui satu sayatan kecil.

Di Kaiser Cancer Center, prosedur VABB dilakukan menggunakan teknologi vakum dengan panduan USG berpresisi tinggi sehingga pengambilan sampel jaringan dapat dilakukan secara akurat. Dibandingkan biopsi bedah konvensional, prosedur ini umumnya meninggalkan bekas luka yang lebih kecil dan waktu pemulihan yang lebih singkat. 

Jangan biarkan rasa takut membuatmu menunda pemeriksaan. Semakin cepat penyebab perubahan pada payudara diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat dapat diberikan. Bersama Kaiser Cancer Center, kami siap mendampingimu mendapatkan diagnosis yang akurat dengan #CareWithClarity.

Baca juga: Mengenal MammoReady: Ketahui Risiko Kanker Payudara Lebih Awal

Referensi:

Reviewer Image
dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang kesehatan wanita.

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.