Logo

Perbedaan Servisitis dan Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
General Topic

Servisitis dan kanker serviks adalah dua kondisi yang sama-sama menyerang leher rahim, tetapi memiliki penyebab, perjalanan penyakit, serta penanganan yang berbeda.

Memahami perbedaan servisitis dan kanker serviks sangatlah penting agar kamu lebih waspada terhadap gejala yang muncul dan dapat segera mencari penanganan yang tepat. Dengan deteksi dini, berbagai kondisi pada serviks dapat ditangani lebih efektif. Untuk itu, mari simak apa saja perbedaannya di bawah ini.

Apa Perbedaan Servisitis dan Kanker Serviks?

Servisitis adalah peradangan pada leher rahim (serviks) yang dapat disebabkan oleh infeksi maupun faktor non-infeksi. Salah satu penyebab yang paling sering adalah infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia dan gonore. 

Sementara itu, kanker serviks adalah kondisi ketika sel-sel di leher rahim mengalami perubahan menjadi ganas dan tumbuh secara tidak terkendali. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi persisten human papillomavirus (HPV) risiko tinggi.

Meskipun sama-sama terjadi di serviks, kedua kondisi ini berbeda dari segi penyebab, gejala, diagnosis, hingga pengobatannya.

1. Penyebab

Salah satu perbedaan servisitis dan kanker serviks yang paling mendasar terletak pada penyebabnya. Servisitis umumnya terjadi akibat peradangan pada leher rahim yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti:

  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore, klamidia, trikomoniasis, dan herpes simpleks.
  • Ketidakseimbangan flora normal di vagina sehingga memicu kondisi bacterial vaginosis.
  • Reaksi alergi, misalnya terhadap kondom berbahan lateks atau produk kebersihan kewanitaan.
  • Iritasi fisik, misalnya akibat penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD atau tampon.

Kondisi ini biasanya bersifat ringan hingga sedang dan dapat diobati setelah penyebabnya ditangani.

Berbeda dengan servisitis, kanker serviks paling sering disebabkan oleh infeksi persisten human papillomavirus (HPV), terutama tipe risiko tinggi (high-risk HPV), yang ditularkan melalui kontak seksual. 

Sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, virus dapat menetap dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan perubahan sel bertahap pada serviks yang berkembang menjadi kanker.

Baca juga: Penyebab Kanker Serviks pada Wanita dan Cara Mencegahnya

2. Gejala

Membedakan gejala servisitis dan kanker serviks memang cukup menantang karena keduanya menyerang area yang sama dan menimbulkan keluhan yang mirip, seperti keputihan dan perdarahan. Berikut adalah perbandingan gejalanya:

Gejala

Servisitis

Kanker Serviks

Keputihan

Cairan mukopurulen (kental seperti lendir, bisa bercampur nanah), kadang disertai bau dan rasa gatal.

Cenderung lebih encer, dapat bercampur darah, jumlahnya sangat banyak, dan sering berbau tidak sedap atau busuk.

Perdarahan

Umumnya berupa bercak di luar siklus haid atau setelah berhubungan seksual.

Perdarahan setelah hubungan seksual, di luar siklus haid, atau setelah menopause.

Gejala Sistemik

Jarang memengaruhi kondisi tubuh secara umum (kecuali jika ada infeksi panggul).

Dapat disertai kelelahan, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan tungkai akibat gangguan aliran limfatik (stadium lanjut).

Gejala lain

Nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual.

Nyeri panggul, gangguan buang air kecil/besar, atau pembengkakan tungkai pada stadium lanjut.

Perlu diingat bahwa tidak semua penderita servisitis menunjukkan gejala yang sama, bahkan pada beberapa kasus tidak menimbulkan keluhan sama sekali. Sementara itu, gejala kanker serviks sering kali baru muncul pada stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting untuk membantu mendeteksi kelainan pada leher rahim sejak dini.

Baca juga: Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks untuk Wanita

3. Diagnosis

Meskipun sama-sama melibatkan pemeriksaan pada leher rahim, servisitis dan kanker serviks memiliki tahapan dan tujuan pemeriksaan yang berbeda. Diagnosis servisitis biasanya bertujuan untuk mengidentifikasi adanya peradangan serta menentukan penyebabnya. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan panggul (pelvic exam) untuk melihat adanya kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan abnormal dari serviks.
  • Pengambilan sampel cairan dari serviks atau vagina menggunakan kapas atau sikat kecil untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
  • Tes laboratorium, seperti pemeriksaan urine, untuk mendeteksi infeksi (misalnya infeksi menular seksual (IMS) atau bakteri) atau tes IMS, sesuai indikasi

Sementara itu, diagnosis kanker serviks dilakukan secara bertahap dan lebih kompleks, karena bertujuan mendeteksi adanya sel abnormal hingga memastikan stadium kanker. Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Pap smear dan tes HPV sebagai skrining awal untuk mendeteksi perubahan sel.
  • Kolposkopi, yaitu pemeriksaan serviks dengan alat khusus untuk melihat jaringan serviks secara lebih detail.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk memastikan adanya sel kanker.
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti MRI atau PET scan jika kanker sudah terdiagnosis untuk mengetahui penyebaran penyakit.

Seiring perkembangan teknologi, metode diagnosis juga semakin canggih. Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Pharmacology (2022) menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan berbasis convolutional neural network (CNN) dapat digunakan untuk menganalisis gambar kolposkopi. 

Teknologi ini dapat membantu membedakan antara servisitis kronis dan kanker serviks secara otomatis. Dengan begitu, akurasi dan kecepatan diagnosis bisa meningkat, meskipun tetap perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan medis lainnya.

4. Pengobatan

Perbedaan servisitis dan kanker serviks yang terakhir adalah dari sisi pengobatannya. Servisitis umumnya lebih mudah ditangani karena berkaitan dengan peradangan atau infeksi. Pengobatan biasanya berupa antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri atau IMS, serta pemberian antivirus jika disebabkan oleh herpes. 

Dalam beberapa kasus, jika penyebabnya adalah iritasi atau alergi (misalnya dari produk tertentu), kondisi ini bisa membaik hanya dengan menghindari pemicunya tanpa perlu pengobatan khusus.

Sebaliknya, pengobatan kanker serviks jauh lebih kompleks dan disesuaikan dengan stadium penyakit:

  • Stadium awal: Tindakan lokal, seperti loop electrosurgical excision (LEEP), konisasi, atau prosedur ablasi.
  • Stadium lebih lanjut: Operasi, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi terapi.

Baca juga: Vaksin Kanker Serviks: Manfaat, Jenis, dan Cara Kerjanya

Kesimpulan

Memahami perbedaan servisitis dan kanker serviks merupakan langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan leher rahim. Meski beberapa gejalanya tampak mirip, kedua kondisi ini memiliki penyebab, proses diagnosis, hingga penanganan yang berbeda.

Untuk memastikan penyebab keluhan secara akurat, pemeriksaan langsung oleh tenaga medis sangat dianjurkan. Evaluasi yang tepat akan membantu menentukan apakah kondisi yang dialami bersifat ringan seperti servisitis, atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah deteksi dini yang lebih komprehensif, pemeriksaan seperti Pap Smear di Kaiser Cancer Center dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan dukungan dokter berpengalaman dan fasilitas yang memadai, kondisi serviks dapat dievaluasi secara menyeluruh sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Dengan pemeriksaan yang tepat, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan kamu. Mari jaga kesehatan serviks bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Bisa Hamil? Ini Penjelasannya

Reviewer Image
dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang kesehatan wanita.

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.