Logo

Apa Itu Mastectomy? Ketahui Indikasi dan Prosedur Operasinya!

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Treatment

Di antara berbagai pilihan pengobatan kanker payudara, mastectomy sering dianggap sebagai metode yang paling ekstrem. Sebab, prosedur ini melibatkan pengangkatan seluruh jaringan payudara agar tidak ada sel kanker yang tersisa.

Meski terdengar menakutkan bagi sebagian orang, mastectomy adalah tindakan yang sangat penting dan telah menjadi standar dalam pengobatan kanker payudara. Lantas, apakah semua penderita kanker payudara harus menjalani mastectomy dan bagaimana prosedurnya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal Mastectomy: Operasi Pengangkatan Payudara untuk Penanganan Kanker

Mastectomy adalah prosedur operasi pengangkatan jaringan payudara pada satu atau kedua sisi. Operasi ini umumnya dilakukan untuk mengobati atau mencegah kanker payudara pada individu yang berisiko tinggi.

Pengangkatan jaringan secara menyeluruh ini dilakukan untuk mencegah sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya. Alhasil, potensi kesembuhan pasien pun dapat meningkat secara signifikan.

Jenis-Jenis Mastectomy

Mastectomy memiliki beberapa variasi teknik yang disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan pasien. Berikut adalah jenis-jenis mastectomy yang dibedakan berdasarkan luas jaringan yang diangkat dan metode prosedurnya:

  • Berdasarkan sisi payudara:

    • Mastektomi unilateral: Pengangkatan pada satu payudara saja. Prosedur ini dilakukan jika kanker hanya ditemukan pada satu sisi dan tidak terdapat indikasi untuk mengangkat payudara sebelahnya.

    • Mastektomi bilateral: Pengangkatan jaringan pada kedua payudara. Biasanya dilakukan jika kanker ditemukan pada kedua payudara, atau sebagai langkah penurunan risiko pada pasien yang memiliki risiko genetik tinggi (seperti mutasi gen BRCA1/BRCA2).

  • Berdasarkan teknik dan luas jaringan yang diangkat:

    • Mastektomi total atau sederhana (total/simple mastectomy): Prosedur paling umum yang mengangkat seluruh jaringan payudara, termasuk puting, areola, dan kulit payudara. Namun, otot dada tidak diangkat. Kelenjar getah bening ketiak juga tidak diangkat secara rutin dalam jumlah banyak, tetapi biopsi kelenjar getah bening sentinel dapat dilakukan jika diperlukan..

    • Mastektomi preservasi kulit (skin-sparing mastectomy): Seluruh jaringan payudara, puting, dan areola diangkat, tetapi sebagian besar kulit payudara dibiarkan utuh. Teknik ini umumnya dipadukan dengan rekonstruksi payudara langsung setelah operasi.

    • Mastektomi preservasi puting (nipple-sparing mastectomy): Jaringan payudara diangkat, namun sebagian dari kulit, puting, dan areola tetap dipertahankan. Prosedur ini dapat dilakukan jika tidak ada sel kanker di area puting, areola, atau kulit di sekitarnya

    • Mastektomi radikal modifikasi (modified radical mastectomy): Pengangkatan seluruh jaringan payudara beserta sebagian besar kelenjar getah bening di area ketiak (axillary lymph nodes). Pada prosedur ini, otot dada biasanya tetap dipertahankan.

    • Mastektomi radikal (radical mastectomy): Pengangkatan seluruh payudara, kelenjar getah bening ketiak, hingga otot-otot dinding dada di bawah payudara. Teknik ini sangat jarang dilakukan, kecuali jika sel kanker sudah menyebar dan tumbuh hingga ke otot dada.

  • Berdasarkan tujuan prosedur:

    • Mastektomi terapeutik: Operasi yang bertujuan untuk mengobati atau menghilangkan kanker yang sudah terdiagnosis pada payudara.

    • Mastektomi profilaksis (pencegahan): Operasi yang dilakukan untuk menurunkan risiko terbentuknya kanker di masa mendatang pada individu yang belum terdiagnosis, namun memiliki risiko sangat tinggi (misalnya memiliki riwayat keluarga yang kuat atau faktor genetik).

Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!

Siapa yang Disarankan Menjalani Mastectomy?

Meskipun mastectomy sudah menjadi standar pengobatan kanker payudara, tidak semua pasien memerlukan prosedur ini. Beberapa faktor yang memengaruhi keputusan tersebut meliputi stadium kanker, ukuran payudara, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Berikut adalah indikasi atau kondisi yang disarankan menjalani mastectomy:

  • Kanker di beberapa area payudara: Mastektomi dapat dipertimbangkan jika terdapat beberapa fokus kanker yang berada di bagian payudara yang berjauhan dan tidak dapat diangkat melalui operasi konservasi dengan hasil batas jaringan serta bentuk payudara yang memadai.

  • Ukuran tumor besar dibandingkan ukuran payudara: Rasio ukuran tumor terlalu besar dibandingkan dengan ukuran payudara sehingga tidak memungkinkan dilakukan operasi lumpectomy (pengangkatan sebagian jaringan payudara).

  • Batas pemotongan masih positif (positive margins): Mastektomi dapat disarankan apabila sel kanker masih ditemukan pada batas jaringan setelah operasi konservasi dan eksisi ulang tidak dapat memperoleh batas bebas kanker yang memadai.

  • Kontraindikasi terapi radiasi: Sebagian besar pasien membutuhkan radioterapi setelah operasi konservasi payudara. Karena itu, mastektomi dapat dipertimbangkan jika radioterapi tidak dapat diberikan dengan amani (misalnya karena riwayat radiasi sebelumnya di area dada atau kondisi medis tertentu) sehingga memerlukan pengangkatan jaringan secara total.

  • Pilihan pribadi pasien: Pasien secara sadar memilih mastectomy untuk menghindari prosedur radioterapi pascaoperasi.

  • Penderita kanker payudara inflamasi (inflammatory breast cancer): Jenis kanker agresif yang biasanya memerlukan prosedur mastektomi radikal modifikasi (modified radical mastectomy).

  • Penanganan gejala pada kanker stadium lanjut: Dilakukan pada kasus kanker payudara stadium lanjut lokal untuk mengurangi gejala, ketidaknyamanan, atau komplikasi akibat tumor yang membesar.

  • Pencegahan pada individu berisiko tinggi: Tindakan pencegahan pada individu dengan risiko genetik yang sangat tinggi terkena kanker payudara (seperti mutasi gen BRCA1/BRCA2).

Lumpectomy vs. Mastectomy: Mana yang Lebih Efektif?

Mastectomy adalah prosedur yang telah terbukti efektif untuk mengobati kanker payudara karena dapat mengangkat seluruh jaringan payudara yang terinfeksi sehingga mengurangi risiko penyebaran sel kanker. 

Selain itu, mastectomy juga efektif sebagai langkah preventif pada individu dengan risiko kanker payudara tinggi. Hal ini sesuai dengan studi oleh Berkeš A, Streit L, dkk. (2023) dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery Global Open yang menyatakan bahwa mastektomi profilaksis terbukti sangat efektif sebagai langkah pencegahan terhadap kanker payudara1.

Namun, bukan berarti mastectomy selalu lebih baik daripada lumpectomy. Pada beberapa kasus, prosedur lumpectomy mungkin lebih diutamakan dibandingkan mastectomy, terutama pada pasien dengan kanker payudara stadium awal yang memiliki tumor berukuran kecil dan dapat diangkat dengan batas jaringan yang aman.

Berdasarkan hasil penelitian Rajan KK, Fairhurst K, dkk. (2024) dalam jurnal BJS Open breast-conserving surgery (lumpectomy) yang disertai radioterapi adjuvan menawarkan kelangsungan hidup yang sama baiknya dibandingkan mastektomi pada kanker payudara stadium awal2.

Bagaimana Prosedur Mastectomy?

Durasi operasi mastectomy dapat bervariasi, tergantung pada jenis prosedur, tindakan pada kelenjar getah bening, serta apakah rekonstruksi dilakukan pada waktu yang sama. 

Pada mastektomi parsial, prosedur dapat berlangsung sekitar 1 jam. Sementara itu, mastektomi total biasanya membutuhkan waktu beberapa jam lebih lama. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya: 

  1. Anestesi dan pembuatan sayatan.

    Tindakan mastektomi biasanya dilakukan dengan bius umum. Kemudian, dokter membuat sayatan di sekitar atau pada bagian payudara sesuai teknik yang dipilih (seperti total mastectomy, skin-sparing, atau nipple-sparing).

  2. Pengangkatan jaringan.

    Dokter mengangkat jaringan payudara yang terinfeksi dan kelenjar getah bening di ketiak (axillary lymph nodes) jika perlu untuk diperiksa di laboratorium.

  3. Rekonstruksi (opsional).

    Jika pasien memilih rekonstruksi payudara untuk meningkatkan penampilan setelah operasi, dokter bedah plastik akan langsung memasang implan atau jaringan tubuh pasien sendiri setelah jaringan payudara diangkat.

  4. Pemasangan selang drainase dan penutupan.

    Dokter memasang satu atau beberapa selang kecil (drain) di area operasi untuk menampung penumpukan cairan jaringan, lalu menutup luka sayatan dengan jahitan.

Baca juga: Imunoterapi Kanker: Ketahui Tujuan, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya

Apa Risiko Prosedur Mastectomy?

Seperti prosedur medis pada umumnya, mastectomy memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Perdarahan atau terbentuknya hematoma (penumpukan darah).

  • Infeksi pada area luka operasi.

  • Seroma, yaitu penumpukan cairan di bekas operasi.

  • Nyeri pascaoperasi atau post-mastectomy pain syndrome (PMPS) yang dapat berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

  • Mati rasa atau perubahan sensasi pada dada, ketiak, atau lengan akibat cedera saraf.

  • Limfedema, terutama jika disertai pengangkatan kelenjar getah bening.

  • Keterbatasan gerak bahu dan lengan selama masa pemulihan.

  • Gangguan penyembuhan luka atau nekrosis flap kulit pada beberapa jenis mastektomi.

  • Komplikasi rekonstruksi payudara (jika dilakukan), seperti infeksi, kegagalan implan, atau perlunya operasi lanjutan.

Selain itu, perubahan fisik payudara setelah mastectomy juga dapat berdampak negatif pada psikologis dan emosional pasien.

Berdasarkan hasil penelitian oleh Mishra A, dkk. (2023) dalam jurnal Breast Cancer: Basic and Clinical Research, wanita yang menjalani prosedur mastektomi mengalami kecemasan, stres, trauma, serta episode depresi. Selain itu, mereka menghadapi masalah signifikan terkait citra tubuh (body image) akibat perubahan fisik pascaoperasi.

Oleh karena itu, Layanan Psiko-onkologi, seperti yang disediakan oleh Kaiser Cancer Center, menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pasien. Langkah ini membantu pasien mengelola dampak psikologis dan emosional yang mungkin terjadi akibat perubahan fisik pada tubuh setelah operasi.

Penanganan yang Tepat untuk Kondisimu

Mastectomy adalah operasi yang umum digunakan dalam penanganan kanker payudara. Namun, tindakan ini tidak selalu menjadi pilihan pengobatan utama. Jenis operasi yang direkomendasikan akan disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti stadium kanker, ukuran dan lokasi tumor, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta preferensi pasien.

Di Kaiser Cancer Center, keputusan mengenai Tindakan Bedah dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh tim dokter berpengalaman. Jika kamu ingin mengetahui apakah mastectomy merupakan pilihan yang sesuai, kamu bisa berkonsultasi secara gratis untuk mendapatkan penjelasan mengenai pilihan penanganan yang paling tepat sesuai dengan kondisimu.

Jadi, mari segera diskusikan pilihanmu dengan dokter untuk mendapatkan kepastian rencana perawatan yang paling tepat. Bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Apa Itu FNAB: Kelebihan, Kekurangan, Prosedur dan Contoh Hasilnya!

Referensi:

  1. Berkeš A, Streit L, Dražan L, Veselý J, Kubek T, Bajus A, et al. Effectiveness of prophylactic mastectomy. Plast Reconstr Surg Glob Open. 2023;11(3 Suppl):20-21. doi: 10.1097/01.GOX.0000922536.51937.33
  2. Rajan KK, Fairhurst K, Birkbeck B, Novintan S, Wilson R, Savović J, et al. Overall survival after mastectomy versus breast-conserving surgery with adjuvant radiotherapy for early-stage breast cancer: meta-analysis. BJS Open. 2024 ;8(3):zrae040. doi: 10.1093/bjsopen/zrae040
  3. Mishra A, Nair J, Sharan AM. Coping in Post-Mastectomy Breast Cancer Survivors and Need for Intervention: Systematic Review. Breast Cancer (Auckl). 2023;17:11782234231209126. doi: 10.1177/11782234231209126
  4. Cleveland Clinic. Mastectomy [Internet]. [Diakses pada 27 Juli 2026]. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/21221-mastectomy
  5. Puckett Y, Menon G, Goethals A, Rose J. Mastectomy [Internet]. [Diakses pada 27 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538212/
  6. Brown J. What Is a Mastectomy? [Internet]. [Diakses pada 27 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.bcrf.org/about-breast-cancer/what-is-mastectomy/ 

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.