Logo

Rekam Medis Elektronik: Transformasi Pelayanan Kanker yang Terintegrasi

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Seiring berkembangnya teknologi, kini rekam medis dapat disimpan secara digital melalui sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi. RME menjadi salah satu terobosan penting, terutama dalam perjalanan penanganan kanker, di mana waktu dan keakuratan informasi medis menjadi faktor yang sangat krusial.

 

Oleh karena itu, kehadiran RME yang komprehensif dan terintegrasi antarfasilitas kesehatan (faskes) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan pasien mendapatkan standar perawatan terbaik.

 

Lantas, apakah RME itu aman dan bagaimana Kaiser Cancer Center menghadirkan layanan yang berpusat pada kenyamanan serta keselamatan pasien? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Rekam Medis Elektronik?

Sebelum era digital, dokter harus membolak-balik tumpukan dokumen hanya untuk menemukan riwayat kesehatan seorang pasien. Kini, semua informasi itu bisa diakses dengan mudah melalui satu sistem terintegrasi yang disebut rekam medis elektronik.

 

Rekam medis elektronik (RME) atau electronic medical record (EMR) adalah pengumpulan informasi medis pasien secara digital yang mencakup riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, hingga tindakan medis yang telah dilakukan.

 

Melalui RME, data pasien dapat diakses oleh seluruh tenaga medis yang berwenang untuk memberikan perawatan yang tepat dan efisien. 

 

Sistem ini juga memungkinkan integrasi data antarfasilitas kesehatan sehingga proses pelayanan, rujukan, maupun pemantauan kondisi pasien dapat berjalan lebih terkoordinasi dan berkesinambungan.

Manfaat Rekam Medis Elektronik dalam Penanganan Kanker

Rekam medis elektronik (RME) kini menjadi salah satu teknologi krusial yang mentransformasi sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam manajemen perawatan pasien kanker yang kompleks dan membutuhkan akurasi tinggi. 

 

Secara umum, studi dalam Indian Journal of Ophthalmology (2020) menjelaskan bahwa dari sisi perawatan pasien, penyimpanan rekam medis elektronik membantu meningkatkan keakuratan informasi medis, mempermudah akses terhadap data pasien, dan pengambilan keputusan klinis. 

 

Dalam penanganan kanker, aspek-aspek ini menjadi sangat krusial karena riwayat kemoterapi, dosis radiasi, hingga respons pengobatan pasien dapat dipantau secara real-time. Alhasil, seluruh rangkaian perawatan onkologi dapat berjalan berkesinambungan, terutama ketika pasien harus dirujuk ke dokter subspesialis lain atau berpindah faskes.

 

Sementara dari sisi operasional, RME memungkinkan komunikasi dan koordinasi yang jauh lebih lancar antartenaga medis, seperti dokter bedah onkologi, hematologi, radiologi, hingga ahli patologi. 

 

Hasil pemeriksaan laboratorium, pencitraan (seperti CT scan atau MRI), hingga catatan regimen pengobatan kanker tersimpan aman dalam satu rekam medis yang terintegrasi. 

 

Dengan begitu, risiko terjadinya miskomunikasi dapat ditekan dan tidak ada informasi klinis penting yang tercecer.

 

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining Sejak Dini

Apakah Rekam Medis Elektronik Aman?

Beralih dari dokumen fisik ke sistem digital memang membawa banyak kemudahan, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang seberapa aman data medis kita tersimpan secara digital.

 

Sistem RME yang baik dirancang dengan beberapa lapisan perlindungan, mulai dari enkripsi data, kontrol akses, hingga sistem audit yang mencatat setiap aktivitas dalam sistem. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kebocoran data pasien rumah sakit.

 

Namun, keamanan RME tidak bersifat mutlak. Risiko seperti serangan siber atau kebocoran data akibat kelalaian tetap menjadi tantangan yang harus dikelola dengan serius. Oleh karena itu, RME harus dirancang secara khusus untuk memenuhi standar keamanan medis yang mengatur perlindungan data pasien secara ketat, seperti: 

  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022.
  • HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) di Amerika Serikat.
  • GDPR (General Data Protection Regulation) di Eropa.
  • ISO 27001.

Standar ini mengatur bagaimana data pasien harus:

  • Disimpan dengan aman.
  • Dilindungi dari akses tidak sah.
  • Digunakan secara etis dan terkontrol.

Oleh karena itu, penting untuk menggunakan platform yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki komitmen penuh terhadap standar keamanan tinggi, seperti Aplikasi Klinik Pintar.

 

Baca juga: Pemeriksaan SPOT-MAS 10: Deteksi Dini Berbagai Jenis Kanker

Bekerja Lebih Cerdas dan Cepat dengan Aplikasi Klinik Pintar

Untuk memberikan pelayanan yang optimal, Kaiser Cancer Center menghadirkan Aplikasi Klinik Pintar. Platform ini menyediakan sistem rekam medis elektronik dengan standar internasional yang mempermudah pencatatan data pasien, dokumentasi medis, hingga pelacakan stok obat sehingga mempercepat dan mempermudah seluruh alur pelayanan

 

Tim medis dan operasional kami didukung oleh berbagai fitur canggih dari Aplikasi Klinik Pintar, di antaranya:

  • Terintegrasi Langsung dengan Sistem Pemerintah (Kemenkes & BPJS): Hal ini sangat memudahkan staf klinik karena mereka tidak perlu memasukkan data dua kali di sistem yang berbeda. Semua rekam medis pasien yang terverifikasi juga dapat langsung dilihat pada SATUSEHAT Mobile.
  • Fitur Operasional yang Lengkap (End-to-End): Klinik Pintar menawarkan modul yang saling terhubung untuk mengelola operasional klinik dari awal hingga akhir.
  • Keamanan Data Pasien Terjamin: Sistem Aplikasi Klinik Pintar telah terakreditasi ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi.
  • Dukungan Implementasi "Sampai Bisa": Salah satu tantangan dalam transisi ke sistem elektronik adalah adaptasi staf. Klinik Pintar memberikan dukungan implementasi menyeluruh di awal sehingga seluruh tim medis dan staf administrasi dapat menguasai sistem dengan cepat, meminimalkan risiko kendala operasional, dan memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan lancar tanpa mengganggu pelayanan pasien.
  • Telah Dipercaya Secara Luas: Aplikasi ini telah digunakan dan dipercaya oleh lebih dari 3.000 fasilitas kesehatan (termasuk klinik pratama, klinik gigi, klinik utama, puskesmas, hingga klinik kecantikan).
  • Sistem Peringatan (Information Alert System): Sistem ini mengidentifikasi masalah operasional sejak dini.
  • Otomatisasi Operasional: Sistem ini secara otomatis mengalkulasi harga obat dan mengelola manajemen kartu stok sehingga pelayanan menjadi jauh lebih efisien.
  • Clinical Decision Support System (CDSS): Fitur ini secara aktif membantu dokter dalam membuat diagnosis dan rencana perawatan pasien berdasarkan data master yang terstandarisasi.
  • Kecerdasan Buatan (Generative AI): Melalui fitur pendampingan RME berbasis suara (Speech-to-EMR Assistance), sistem dapat mentranskripsi percakapan antara dokter dan pasien. Terobosan ini memastikan dokter kami menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengetik sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk fokus merawat pasien.

Baca juga: Apa Itu Perawatan Paliatif? Inilah Perannya dalam Pengobatan Kanker

Kepatuhan Nasional: Integrasi dengan SATUSEHAT Kemenkes

Keamanan dan kepatuhan data adalah prioritas utama kami. Maka dari itu, Aplikasi Klinik Pintar telah terhubung langsung dengan platform SATUSEHAT dari Kemenkes RI.

 

Kesesuaian dengan standar data SATUSEHAT Kementerian Kesehatan ini tidak hanya mempermudah pelaporan data secara langsung ke pemerintah, tetapi juga sangat mendukung pemenuhan kebutuhan akreditasi faskes. 

 

Integrasi ini menjamin bahwa setiap rekam jejak pasien kami tercatat secara resmi, aman, dan dapat dilacak dalam ekosistem kesehatan nasional.

Interoperabilitas: Kolaborasi untuk Penegakan Diagnosis yang Lebih Akurat

Perawatan kanker membutuhkan kolaborasi multidisiplin yang kuat. Aplikasi Klinik Pintar menyediakan Ecosystem Gateway yang dirancang khusus untuk mendukung interoperabilitas di antara berbagai pemangku kepentingan layanan kesehatan.

 

Melalui Aplikasi Klinik Pintar, seluruh proses pelayanan Kaiser Cancer Center dapat berjalan lebih terkoordinasi. Mulai dari riwayat SkriningDiagnostikTerapi, hingga Survivorship & Maintenance dapat terhubung dalam satu sistem untuk memastikan bahwa setiap pasien kanker mendapatkan pelayanan yang holistik, presisi, dan responsif.

 

Kami memanfaatkan sistem ini untuk menghubungkan data RME secara langsung dengan mitra medis kami, salah satunya terintegrasi dengan platform global seperti Siemens eHealth. Keterhubungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan standar efisiensi operasional fasilitas kesehatan, di mana penanganan kanker kini dapat diakses secara lebih cepat, tepat, dan terintegrasi dari hulu ke hilir bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

 

Baca juga: APL: Jenis Leukemia Akut yang Harus Segera Ditangani

 

Referensi:

Reviewer Image
Khimin Wu
Chief Technology Officer Kaiser Cancer Center Technology Consultant dan Fractional CTO dengan lebih dari 10 tahun pengalaman membantu organisasi memanfaatkan teknologi guna mendorong pertumbuhan, inovasi, dan keunggulan operasional.

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.