Sudah menjaga pola hidup sehat, tetapi masih ingin lebih memahami apa yang bisa dilakukan untuk mendukung kesehatan reproduksi? Nutrisi dan buah untuk mendukung kesuburan wanita dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari yang seimbang.
Kesuburan wanita dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk usia, kondisi organ reproduksi, hormon, gaya hidup, hingga terapi medis tertentu (seperti terapi kanker). Pasalnya, beberapa jenis kemoterapi, radioterapi, operasi, terapi target, dan terapi hormon dapat memengaruhi fungsi organ reproduksi dengan tingkat risiko yang berbeda-beda.
Karena itu, pembahasan mengenai kesehatan reproduksi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk dari sisi kecukupan nutrisi.
Apakah Terapi Kanker Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita?
Ya, beberapa terapi kanker dapat memengaruhi kesuburan wanita. Dampaknya bergantung pada jenis kanker, usia, jenis terapi, dosis, dan area tubuh yang mendapatkan pengobatan.
Misalnya, beberapa jenis kemoterapi dapat merusak folikel ovarium yang mengandung sel telur. Kondisi ini menyebabkan beberapa wanita mengalami menstruasi yang dapat berhenti sementara selama pengobatan.
Siklus menstruasi yang kembali setelah terapi juga tidak selalu menunjukkan bahwa cadangan dan fungsi sel telur pulih sepenuhnya.
Radioterapi pada area perut, panggul, atau organ reproduksi juga dapat memengaruhi ovarium dan rahim. Sementara itu, operasi yang melibatkan rahim, ovarium, serviks, atau saluran tuba dapat berdampak pada kemampuan reproduksi sesuai jenis tindakan yang dilakukan.
Oleh sebab itu, wanita yang sedang atau pernah menjalani terapi kanker dan ingin merencanakan kehamilan sebaiknya mendiskusikannya dengan dokter. Dokter dapat membantu menilai kondisi reproduksi serta menentukan waktu dan langkah yang sesuai setelah terapi.
Baca juga: Adakah Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Kanker Payudara?
Nutrisi Penting untuk Mendukung Kesuburan Wanita
Pada dasarnya, tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin kehamilan. Namun, pola makan sehat dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi yang penting bagi kesehatan tubuh dan reproduksi.
Beberapa jenis nutrisi esensial yang dapat dikonsumsi saat merencanakan kehamilan antara lain:
- Folat: banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, lentil, dan buah citrus. Asupan folat sangat penting untuk masa awal kehamilan karena dapat membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin.
- Vitamin D: termasuk vitamin untuk kesuburan wanita yang dapat diperoleh dari makanan, seperti telur, ikan berlemak, serta produk susu atau minuman nabati yang difortifikasi.
- Asam lemak omega-3: terdapat pada salmon, sarden, biji kenari, chia seed, dan flaxseed.
- Zat besi: dapat diperoleh dari daging, ikan, unggas, kacang-kacangan, lentil, bayam, dan sereal yang diperkaya zat besi.
- Protein: dapat diperoleh dari sumber nabati, seperti kacang-kacangan dan tahu, maupun sumber hewani, seperti ikan dan unggas.
- Lemak tak jenuh: dapat ditemukan dalam alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
Selain vitamin dan mineral, antioksidan juga banyak dibahas dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi sebagaimana dikutip dari Maleki-Hajiagha A. dkk., dalam Journal of Ovarian Research tahun 2024.
Pada wanita infertil yang menjalani program bayi tabung, suplemen astaxanthin dikaitkan dengan peningkatan pematangan oosit, tetapi bukti penelitiannya masih terbatas dan belum menunjukkan peningkatan yang bermakna pada angka kehamilan. Karena itu, astaxanthin belum dapat dianggap sebagai terapi utama untuk meningkatkan kesuburan wanita1.
Di sisi lain, kebutuhan nutrisi setiap orang dapat berbeda, terutama bagi wanita yang sedang menjalani terapi kanker atau memiliki kondisi medis tertentu. Pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan pengobatan yang sedang dijalani.
Buah untuk Mendukung Kesuburan Wanita
Buah dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang karena menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, dan senyawa antioksidan. Namun, konsumsi buah tertentu tidak secara langsung menjamin peningkatan kesuburan atau kehamilan.
Beberapa macam buah yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehat untuk mendukung kesuburan wanita antara lain:
1. Tomat
Tomat mengandung vitamin A, vitamin C, dan likopen. Likopen adalah senyawa antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat dan jenis sayuran/buah merah lainnya.
Konsumsi tomat dengan cara dipanaskan terlebih dahulu selama sekitar 2–25 menit dapat meningkatkan kandungan likopennya. Dengan begitu, tubuh pun bisa menyerap likopen lebih banyak, meski konsumsi dalam bentuk segar juga tetap diperbolehkan.
2. Buah Citrus
Jeruk, grapefruit, lemon, dan jenis citrus lainnya merupakan sumber vitamin C yang tinggi. Buah-buahan ini juga mengandung folat, nutrisi yang penting untuk masa awal kehamilan.
Kamu bisa mengonsumsinya sebagai buah utuh agar bisa sekaligus memenuhi kebutuhan serat harian. Apabila ingin mengolahnya menjadi minuman, sebaiknya hindari menambahkan gula.
3. Buah Beri
Buah beri juga termasuk jenis buah untuk mendukung kesuburan wanita. Kandungan vitamin C, folat, serta berbagai senyawa antioksidan banyak ditemukan pada jenis buah beri, seperti blueberry dan raspberry.
Kandungan inilah yang membuat buah beri cocok dikonsumsi untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kamu tidak perlu mengandalkan satu jenis buah saja. Kombinasikan berbagai macam buah beri dengan buah lainnya untuk mendapatkan variasi nutrisi yang seimbang.
4. Alpukat
Alpukat mengandung folat, kalium, serat, serta lemak tak jenuh tunggal. Buah ini dapat dikonsumsi melalui berbagai cara, baik secara langsung tanpa campuran apa pun, dicampur dengan salad, atau dijadikan pelengkap roti gandum. Namun, tetap perhatikan porsinya karena alpukat memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.
Baca juga: Penyebab Kanker Serviks pada Wanita dan Cara Mencegahnya
Makanan yang Perlu Dibatasi saat Merencanakan Kehamilan
Selain memperbanyak makanan bernutrisi, kamu juga perlu memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Beberapa di antaranya sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari saat sedang merencanakan kehamilan.
- Makanan tinggi gula dan ultra-proses: makanan yang banyak mengandung gula tambahan serta makanan ultra-proses sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Sebaliknya, pilih makanan utuh dan sumber karbohidrat yang lebih kaya serat sebagai bagian dari pola makan sehat sehari-hari.
- Kafein dalam jumlah tinggi: konsumsi kafein juga perlu diperhatikan. Asupan kafein sebaiknya tidak lebih dari 200 mg per hari.
- Alkohol: hindari kebiasaan konsumsi alkohol ketika sedang merencanakan kehamilan.
- Ikan dengan kandungan merkuri tinggi: beberapa jenis ikan berukuran besar, seperti makarel raja (king mackerel) dan tuna mata besar (bigeye tuna) mengandung merkuri tinggi sehingga perlu dihindari.
- Daging merah dan daging olahan: batasi konsumsi daging merah dan daging olahan, terutama yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi.
Dukung Kesehatan Reproduksi dengan Pola Makan Seimbang
Memperhatikan asupan makanan untuk kesuburan wanita dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung rencana kehamilan serta memelihara kesehatan tubuh.
Buah-buahan, seperti tomat, citrus, buah beri, dan alpukat dapat kamu tambahkan ke menu harian bersama sayuran, sumber protein, biji-bijian utuh, dan lemak sehat.
Meski demikian, pola makan sehat bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesuburan seseorang. Kondisi kesehatan, usia, fungsi ovarium, kondisi rahim, riwayat pengobatan, serta faktor pasangan juga perlu diperhatikan.
Bagi wanita yang sedang atau pernah menjalani terapi kanker, kebutuhan nutrisinya pun dapat berbeda. Kamu dapat berkonsultasi dengan dokter terkait untuk mendapatkan saran yang lebih sesuai.
Di Kaiser Cancer Center, layanan Konseling Nutrisi mencakup pengkajian kondisi kesehatan, penilaian status gizi, identifikasi masalah nutrisi, hingga penyusunan rencana makan yang disesuaikan dengan kebutuhan medis dan terapi kanker.
Dengan pendampingan yang tepat, kebutuhan nutrisi dapat disusun secara lebih personal, termasuk bagi pasien yang sedang menjalani perawatan kanker atau dalam tahap pemulihan. Mari penuhi kebutuhan nutrisi seimbang untuk mendukung proses pemulihan pascaterapi dan kesehatan reproduksi bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Bisa Hamil? Ini Penjelasannya
Referensi:
- Maleki-Hajiagha A, Shafie A, Maajani K, Amidi F. Effect of Astaxanthin Supplementation on Female Fertility and Reproductive Outcomes: A Systematic Review and Meta-Analysis of Clinical and Animal Studies. J Ovarian Res. 2024 Aug;17:163. doi: 10.1186/s13048-024-01472-7
- Pacific Fertility Center Los Angeles.What to Eat When Trying to Get Pregnant [Internet]. [diakses pada 29 September 2026]. Tersedia dari: https://www.pfcla.com/blog/foods-that-help-you-get-pregnant
- UCLA Health. 6 Foods that Boost Fertility [Internet]. [diakses pada 29 September 2026]. Tersedia dari: https://www.uclahealth.org/news/article/6-foods-boost-fertility
- The Bump. Now Eat This! The 10 Best Foods for Boosting Fertility [Internet]. [diakses pada 29 September 2026]. Tersedia dari: https://www.thebump.com/a/10-fertility-boosting-foods-to-help-you-get-pregnant








