Tidak semua pasien dengan kanker serviks menjalani jenis operasi yang sama. Pilihan operasi bergantung pada kondisi kanker, seperti stadium, ukuran dan lokasi tumor, serta apakah kanker sudah menyebar ke jaringan atau kelenjar getah bening di sekitarnya. Kondisi kesehatan pasien dan keinginan untuk mempertahankan kesuburan juga dapat menjadi pertimbangan pada pasien tertentu.
Lantas, apa saja perbedaan jenis operasi pada kanker serviks dan bagaimana dokter menentukan pilihan yang sesuai? Berikut penjelasannya.
Bagaimana Dokter Menentukan Jenis Operasi Kanker Serviks?
Jenis operasi kanker serviks tidak dapat disamakan untuk setiap pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui stadium dan karakteristik kanker, kemudian menentukan seberapa luas jaringan yang perlu diangkat. Kondisi kesehatan pasien serta keinginan untuk mempertahankan kesuburan juga dapat dipertimbangkan bila kondisi kanker memungkinkan.
Berikut adalah beberapa pertimbangan dokter dalam menentukan jenis operasi kanker serviks:
Stadium dan ukuran tumor: Stadium menunjukkan sejauh mana kanker berkembang atau menyebar, sedangkan ukuran dan lokasi tumor membantu menentukan seberapa luas jaringan yang perlu diangkat.
- Keterlibatan kelenjar getah bening: Pemeriksaan kelenjar getah bening dapat menjadi bagian dari penentuan stadium dan membantu menentukan rencana pengobatan.
- Keinginan mempertahankan kesuburan: Pada pasien tertentu dengan kanker serviks stadium awal, operasi yang mempertahankan rahim, seperti trachelectomy, dapat dipertimbangkan apabila memenuhi kriteria tertentu.
- Jenis dan karakteristik kanker: Jenis sel kanker serta hasil pemeriksaan jaringan dapat memengaruhi pilihan terapi.
- Status menopause: Pada pasien yang belum menopause, ovarium dapat dipertimbangkan untuk dipertahankan bila kondisi kanker memungkinkan, sedangkan pada pasien yang telah menopause, pengangkatan ovarium dapat lebih dipertimbangkan.
Kondisi kesehatan secara umum: Faktor kesehatan fisik pasien secara menyeluruh untuk memilih teknik operasi yang paling aman dan sesuai.
Jenis-Jenis Operasi Kanker Serviks
Tindakan operasi untuk kanker serviks dapat berbeda tergantung apakah pasien mengalami lesi prakanker atau kanker serviks invasif.
Pada lesi prakanker, tindakan dapat bertujuan untuk mengangkat atau menghancurkan jaringan abnormal sebelum berkembang menjadi kanker. Sementara itu, pada kanker serviks invasif, pilihan operasi bergantung pada stadium, ukuran dan karakteristik tumor, serta penyebarannya.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua pasien memerlukan operasi. Pada kanker serviks dengan stadium atau kondisi tertentu, radioterapi yang dikombinasikan dengan kemoterapi dapat menjadi bagian utama pengobatan.
Berikut adalah masing-masing jenis operasi untuk kondisi prakanker dan kanker invasif:
Kondisi | Jenis Operasi | Deskripsi |
Lesi prakanker | Ablasi (cryotherapy atau laser ablation) | Menghancurkan jaringan abnormal tanpa mengangkatnya. |
Lesi prakanker / kanker sangat dini tertentu | Konisasi / Large Loop Excision of the Transformation Zone (LLETZ) | Mengangkat sebagian jaringan berbentuk tertentu dari serviks untuk pemeriksaan dan/atau terapi |
Kanker serviks stadium awal tertentu | Simple hysterectomy | Mengangkat rahim dan serviks tanpa mengangkat jaringan di sekitar serviks secara luas. |
Radical hysterectomy | Mengangkat rahim, serviks, sebagian vagina bagian atas, serta jaringan di sekitar serviks. | |
Trachelectomy | Mengangkat serviks dengan tetap mempertahankan rahim; luas operasi bergantung pada jenis trachelectomy. | |
Operasi untuk kekambuhan lokal kanker serviks pada pasien terpilih. | Pelvic Exenteration | Operasi besar yang dilakukan jika kanker kambuh kembali di area panggul. Prosedur ini mengangkat rahim, serviks, kelenjar getah bening, serta organ lain di sekitarnya. |
Pilihan operasi bertujuan untuk mengangkat kanker secara optimal sekaligus mempertimbangkan keamanan dan kualitas hidup pasien. Namun, operasi bukan satu-satunya pilihan pengobatan kanker serviks. Pada kondisi tertentu, pasien dapat memerlukan radioterapi, kemoterapi, terapi sistemik, atau kombinasi beberapa metode.
Oleh karena itu, setiap metode operasi akan disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien untuk mengoptimalkan kesembuhan dan kualitas hidup mereka. Untuk mengenal lebih dalam mengenai jenis-jenis operasi kanker serviks, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
1. Tindakan untuk Lesi Prakanker
Lesi prakanker serviks adalah perubahan sel pada serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker, tetapi belum merupakan kanker invasif. Penanganannya dapat dilakukan dengan tindakan ablasi atau eksisi, tergantung pada jenis, luas, dan lokasi lesi serta hasil pemeriksaan sebelumnya.
Beberapa tindakan yang dapat digunakan antara lain:
a. Cryosurgery
Cryotherapy atau cryosurgery merupakan tindakan ablasi yang menggunakan suhu sangat dingin untuk menghancurkan jaringan serviks yang abnormal. Jaringan yang telah dibekukan kemudian akan mengalami kerusakan dan secara bertahap digantikan oleh jaringan baru.
Tindakan ini dapat digunakan untuk menangani lesi prakanker serviks tertentu, tetapi tidak sesuai untuk semua jenis, lokasi, atau luas lesi. Dokter perlu memastikan terlebih dahulu bahwa lesi memenuhi kriteria untuk terapi ablasi.
b. Laser Ablation
Laser ablation merupakan tindakan yang menggunakan energi laser untuk menghancurkan jaringan serviks yang abnormal. Pada kondisi prakanker tertentu, laser dapat digunakan sebagai metode ablasi untuk menghilangkan jaringan yang mengalami perubahan abnormal tanpa mengangkat seluruh bagian serviks.
Seperti halnya tindakan ablasi lainnya, laser tidak dapat digunakan untuk semua jenis lesi. Pemilihannya bergantung pada hasil pemeriksaan dan karakteristik lesi.
c. Conization
Conization atau cone biopsy (biopsi serviks) adalah tindakan untuk mengangkat jaringan serviks berbentuk kerucut, termasuk bagian dari ektoserviks dan endoserviks. Selain membantu memastikan diagnosis dan menilai kedalaman invasi, tindakan ini juga dapat menjadi terapi pada lesi prakanker tertentu dan kanker serviks yang sangat dini pada pasien yang memenuhi kriteria.
Karena jaringan yang diangkat dapat diperiksa secara menyeluruh oleh dokter patologi anatomi, hasil konisasi dapat memberikan informasi penting mengenai jenis lesi, kedalaman invasi, hasil pemeriksaan tepi sayatan (margin).
d. Large Loop Excision of the Transformation Zone (LLETZ)
Large Loop Excision of the Transformation Zone (LLETZ), yang juga dikenal sebagai Loop Electrosurgical Excision Procedure (LEEP), merupakan tindakan eksisi menggunakan kawat tipis berbentuk loop yang dialiri arus listrik untuk mengangkat jaringan serviks yang abnormal.
Berbeda dengan tindakan ablasi yang menghancurkan jaringan abnormal tanpa mengambilnya, LLETZ mengangkat jaringan sehingga dapat diperiksa lebih lanjut di laboratorium patologi anatomi. Tindakan ini terutama digunakan untuk menangani lesi prakanker tertentu dan pada kondisi tertentu juga dapat membantu menegakkan diagnosis.
Baca juga: Hasil Biopsi Berapa Lama? Ini Estimasi Waktu dan Penjelasannya
2. Operasi untuk Kanker Serviks Invasif
Pada kanker serviks invasif, pilihan operasi bergantung pada stadium, ukuran dan lokasi tumor, serta ada atau tidaknya penyebaran ke jaringan atau kelenjar getah bening. Tidak semua kanker serviks invasif dapat atau perlu ditangani dengan operasi.
Pada pasien yang memenuhi kriteria untuk menjalani operasi, luas jaringan yang diangkat disesuaikan dengan karakteristik kanker. Beberapa jenis operasi yang dapat dipertimbangkan antara lain trachelectomy, simple hysterectomy, radical hysterectomy, dan pada kondisi tertentu pelvic exenteration.
a. Trachelectomy
Trachelectomy adalah operasi untuk mengangkat serviks dengan tetap mempertahankan rahim. Tindakan ini dapat menjadi pilihan fertility-sparing surgery pada pasien tertentu dengan kanker serviks stadium awal yang masih ingin memiliki anak.
Terdapat beberapa jenis trachelectomy, yaitu:
Simple trachelectomy: Jaringan yang diangkat terutama adalah serviks.
Radical trachelectomy: Jaringan yang diangkat meliputi serviks, jaringan di sekitarnya, dan bagian atas vagina. Pemeriksaan kelenjar getah bening dapat dilakukan sebagai bagian dari prosedur.
Pemilihan jenis trachelectomy bergantung pada karakteristik kanker dan kriteria fertility-sparing surgery.
b. Simple Hysterectomy
Simple hysterectomy adalah operasi untuk mengangkat rahim dan serviks tanpa mengangkat jaringan di sekitar serviks secara luas. Tuba falopi dan ovarium dapat dipertahankan atau diangkat sesuai kondisi dan kebutuhan medis pasien.
Pada kanker serviks, tindakan ini hanya dilakukan pada kondisi atau stadium tertentu, terutama pada kanker yang masih sangat dini. Pilihan operasi akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik kanker pada masing-masing pasien.
c. Radical Hysterectomy
Radical hysterectomy adalah operasi yang mengangkat rahim dan serviks beserta jaringan di sekitar serviks (parametrium) dan sebagian bagian atas vagina. Pemeriksaan atau pengangkatan kelenjar getah bening panggul juga dapat dilakukan sebagai bagian dari penanganan kanker.
Operasi ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk kanker serviks stadium awal tertentu. Namun, keputusan untuk melakukan radical hysterectomy tidak hanya ditentukan oleh stadium, tetapi juga oleh ukuran tumor, karakteristik kanker, kemungkinan keterlibatan kelenjar getah bening, serta kemungkinan pasien memerlukan terapi tambahan setelah operasi.
d. Pelvic Exenteration
Pelvic exenteration (eksenterasi panggul) merupakan operasi yang sangat luas dan dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu dengan kanker serviks yang kambuh secara lokal di area panggul, terutama ketika kanker masih terbatas pada area yang dapat diangkat seluruhnya melalui operasi.
Luas operasi bergantung pada organ yang terlibat. Tindakan dapat mencakup pengangkatan rahim dan serviks, serta sebagian atau seluruh kandung kemih, rektum, atau bagian usus yang terkena kanker.
Jika kandung kemih atau usus diangkat, dokter dapat membuat saluran baru untuk mengeluarkan urine atau feses melalui dinding perut (stoma). Rekonstruksi organ atau vagina dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu sesuai kondisi dan kebutuhan.
Baca juga: Kemoterapi Kanker Serviks, Ini Prosedur dan Efek Sampingnya
Apakah Masih Bisa Hamil Setelah Operasi Kanker Serviks?
Pada beberapa pasien dengan kanker serviks stadium awal, kesuburan masih dapat dipertahankan melalui operasi tertentu. Hal ini terutama berlaku pada tindakan fertility-sparing surgery, yaitu operasi yang berusaha mempertahankan rahim dan, bila memungkinkan, fungsi ovarium.
Namun, mempertahankan rahim tidak otomatis berarti pasien pasti dapat hamil. Peluang kehamilan setelah operasi dipengaruhi oleh jenis operasi, kondisi rahim dan ovarium, usia, serta faktor kesuburan lainnya. Selain itu, pasien yang menjalani trachelectomy memiliki risiko kehamilan tertentu, termasuk risiko keguguran dan persalinan prematur sehingga kehamilan setelah tindakan ini memerlukan pemantauan khusus.
Berdasarkan studi oleh Mulugeta-Gordon, Jang, Dagher, dan Nasioudis dalam jurnal Cancers, berikut adalah beberapa pilihan fertility-sparing surgery yang dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu:
Konisasi: Pada kanker serviks yang sangat dini dan memenuhi kriteria tertentu, konisasi dapat mengangkat seluruh lesi sambil mempertahankan rahim.
- Simple trachelectomy: Pada kondisi tertentu, hanya serviks yang diangkat sehingga rahim tetap dipertahankan.
- Radical trachelectomy: Merupakan operasi untuk mengangkat serviks dan sebagian jaringan di sekitarnya dengan tetap mempertahankan rahim. Tindakan ini dapat menjadi pilihan fertility-sparing surgery pada pasien tertentu dengan kanker serviks stadium awal. Radical trachelectomy dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain:
- Vaginal Radical Trachelectomy (VRT): dilakukan melalui vagina dan umumnya dipertimbangkan pada tumor berukuran kecil, terutama ≤2 cm, pada pasien yang memenuhi kriteria fertility-sparing surgery.
Abdominal Radical Trachelectomy (ART): dilakukan melalui abdomen dan pada pasien tertentu dapat dipertimbangkan untuk tumor yang lebih besar, termasuk sekitar 2–4 cm, setelah mempertimbangkan karakteristik tumor, risiko kanker, dan keinginan mempertahankan kesuburan1.
Pilihan Operasi Kanker Serviks yang Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Pilihan operasi kanker serviks tidak dapat disamakan untuk setiap pasien. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti stadium dan ukuran kanker, lokasi tumor, kondisi kesehatan, serta kebutuhan pasien, termasuk keinginan untuk mempertahankan kesuburan.
Dengan memahami kondisi secara menyeluruh, dokter dapat menentukan tindakan yang paling sesuai sebagai bagian dari rencana pengobatan. Untuk mendukung proses pengobatan yang optimal, Kaiser Cancer Center menghadirkan layanan terpadu untuk pasien kanker, mulai dari Tindakan Bedah hingga Layanan Monitoring Pascaterapi untuk memantau kondisi pasien setelah operasi dan mendeteksi tanda kekambuhan kanker sedini mungkin.
Untuk memulainya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di Kaiser Cancer Center. Dokter akan melakukan pemeriksaan awal dan merekomendasikan langkah penanganan yang paling sesuai untuk kondisimu. Mari mulai perjalanan pengobatanmu bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Mengenal Terapi Kanker: Perbedaan Kemoterapi, Terapi Target, dan Imunoterapi
Referensi:
- Mulugeta-Gordon L, Jang M, Dagher C, Nasioudis D. Advances in the Surgical Management of Cervical Cancer. Cancers (Basel). 2026;18(4):628. https://doi.org/10.3390/cancers18040628
- Cancer Council. Surgery for Cervical Cancer [Internet]. [Diakses pada 11 September 2026]. Diakses dari: https://www.cancercouncil.com.au/cervical-cancer/treatment/surgery/#Types-of-surgery
- American Cancer Society. Surgery for Cervical Cancer [Internet]. [Diakses pada 11 September 20226]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/treating/surgery.html
- Stanford Medicine Children's Health. Cervical Cancer: Surgery [Internet]. [Diakses pada 11 September 2026]. Diakses dari: https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=cervical-cancer-surgery-34-17236-1
- Macmillan Cancer Support. Surgery for Cervical Cancer [Internet]. [Diakses pada 11 September 2026]. Diakses dari: https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/treatments-and-drugs/cervical-cancer-surgery
- Macmillan Cancer Support. Large Loop Excision of the Transformation Zone (LLETZ) [Internet]. [Diakses pada 11 September 2026]. Diakses dari: https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/diagnostic-tests/lletz
- American cancer Society. What Are Precancers and Precancerous Cells? [Internet]. [Diakses pada 11 September 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/understanding-cancer/what-is-cancer/precancer.html








