Logo

Skrining Kanker, Jangan Tunggu Hingga Gejala Muncul!

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Sering kali kita menunda cek kesehatan hanya karena merasa tidak ada keluhan. Padahal, beberapa kanker bisa berkembang tanpa menimbulkan tanda yang jelas di awal. Kebiasaan menunggu gejala muncul sering kali membuat kanker baru terdeteksi saat stadium lanjut.

 

Inilah mengapa skrining kanker secara rutin sangatlah penting. Skrining adalah serangkaian pemeriksaan medis yang dirancang untuk mendeteksi potensi kanker sejak dini. Lantas, apa saja metode pemeriksaannya dan siapa yang membutuhkannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal Skrining Kanker: Langkah Awal Deteksi Dini

Skrining kanker adalah pemeriksaan medis yang dilakukan meski belum ada gejala untuk mendeteksi kemungkinan kanker sejak tahap awal. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Metode Pemeriksaan dalam Skrining Kanker

Skrining kanker bisa dilakukan melalui berbagai metode pemeriksaan yang disesuaikan dengan jenis kanker dan kondisi individu. Secara umum, ada beberapa jenis tes yang sering digunakan dalam proses skrining, meliputi:

Metode

Cara Kerja

Contoh

Pemeriksaan fisik & riwayat kesehatan

Pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi tanda abnormal

SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk kanker payudara

Tes laboratorium

Analisis sampel darah, urine, atau jaringan

Tes HPV untuk mendeteksi kanker serviks

Pencitraan (imaging)

Menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh

Mammografi untuk kanker payudara, low-dose CT scan untuk kanker paru

Tes genetik

Mengidentifikasi perubahan gen yang meningkatkan risiko kanker

Pemeriksaan gen BRCA1 & BRCA2

Baca juga: Jenis Pemeriksaan Kanker Payudara yang Wajib Kamu Ketahui

Siapa yang Perlu Melakukan Skrining?

Skrining kanker umumnya dilakukan meski seseorang belum memiliki gejala. Namun, pemeriksaan rutin sangat dianjurkan pada individu dengan faktor risiko tertentu, seperti:

  • Memiliki riwayat kanker, baik pada diri sendiri maupun dalam keluarga.
  • Adanya mutasi gen tertentu.
  • Terpapar zat karsinogen, seperti asap rokok atau bahan kimia, secara terus-menerus.
  • Usia yang semakin bertambah.

Seberapa Sering Skrining Kanker Dianjurkan?

Frekuensi skrining kanker bervariasi bagi setiap orang, bergantung pada jenis kanker serta tingkat risiko individu seperti usia, riwayat kesehatan, dan faktor genetik. Seseorang dengan risiko tinggi mungkin perlu menjalani pemeriksaan lebih sering atau dimulai pada usia yang lebih muda.

 

Oleh karena itu, penting untuk mengikuti anjuran dokter terkait waktu dan frekuensi skrining yang paling sesuai untuk kondisimu.

 

Baca juga: Cara Cek Kanker Serviks Sendiri, Cegah Risiko Sejak Dini!

Apakah Skrining Kanker Berisiko?

Banyak orang menunda skrining bukan karena tidak mau, tapi karena takut dengan prosesnya sendiri. Padahal, skrining kanker seluruh tubuh umumnya aman dan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya. 

 

Meski begitu, tetap penting untuk memahami risiko yang mungkin terjadi agar kamu bisa mengantisipasi dan mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah beberapa risikonya:

  • Efek samping ringan atau sementara: Beberapa tes atau prosedur bisa menyebabkan ketidaknyamanan, seperti rasa nyeri ringan, tekanan, atau iritasi pada area yang diperiksa.
  • Hasil positif palsu: Terkadang tes menunjukkan tanda kanker, padahal sebenarnya tidak ada. Jika demikian, biasanya dokter menganjurkan pemeriksaan tambahan untuk memastikan hasilnya.
  • Hasil negatif palsu: Ada kalanya tes tampak normal meskipun sebenarnya ada perubahan abnormal. Oleh karena itu, penting untuk tetap memperhatikan gejala dan berkonsultasi dengan dokter jika merasakan perubahan yang tidak biasa pada tubuh.
  • Komplikasi dari prosedur tertentu: Meskipun jarang terjadi, prosedur invasif seperti kolonoskopi bisa menimbulkan efek, seperti perdarahan ringan atau iritasi pada jaringan tubuh.

Meski begitu, risiko-risiko ini dapat dikelola dan diminimalkan dengan pemantauan dokter sehingga prosedur skrining dapat dijalankan dengan lebih aman dan nyaman.

Skrining Kanker: Satu Langkah Kecil yang Bisa Mengubah Segalanya

Banyak kanker tidak menunjukkan tanda pada tahap awal. Karena itu, skrining rutin menjadi langkah penting untuk membantu deteksi dini dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

 

Untuk mendukung upaya ini, kamu bisa melakukan Skrining & Deteksi Dini di Kaiser Cancer Center. Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan setiap pasien melalui berbagai jenis tes, mulai dari pemeriksaan klinis, tes pencitraan, Pap smear, hingga tes genomik untuk menilai risiko genetik.

 

Dengan pendekatan yang menyeluruh dan personal, tim medis berpengalaman akan membantu kamu menjalani skrining dengan nyaman dan akurat. Untuk itu, mari mulai langkah pencegahan kanker dari sekarang bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

 

Baca juga: Vaksin Kanker Serviks: Manfaat, Jenis, dan Cara Kerjanya

 

Referensi:

Reviewer Image
dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang kesehatan wanita.

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.