Logo

Kapan Deteksi Dini Kanker Serviks? Ini Jenis Metode dan Manfaatnya!

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Berbeda dengan kanker payudara, kanker serviks sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak wanita tidak menyadari adanya perubahan pada leher rahim mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini.

Melalui skrining kanker serviks, perubahan sel abnormal pada serviks dapat ditemukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi sel kanker. Dengan skrining yang tepat, kamu bisa melakukan pemeriksaan awal kanker serviks secara lebih terarah. Simak penjelasan dalam artikel ini untuk tahu kapan waktu yang tepat untuk pemeriksaan awal kanker serviks dan ragam manfaatnya. 

Bisakah Deteksi Dini Kanker Serviks?

Ya, skrining kesehatan serviks dapat dilakukan sejak awal dan sangat direkomendasikan untuk membantu menurunkan risiko keterlambatan diagnosis. Dengan pemeriksaan lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih besar. 

Kanker serviks umumnya berkembang secara bertahap. Pada tahap awal, perubahan sel di leher rahim sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, saat gejala mulai muncul, kanker bisa saja sudah berkembang lebih lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.

Tidak sedikit wanita yang baru menyadari adanya masalah pada serviks ketika kondisinya sudah lebih serius. Inilah alasan mengapa deteksi dini kanker serviks tidak bisa hanya mengandalkan gejala, melainkan perlu dilakukan melalui pemeriksaan medis secara rutin dan terjadwal. Dengan langkah ini, risiko dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang lebih jauh. 

Jenis Metode Pemeriksaan Kanker Serviks

Bisakah kanker serviks terdeteksi melalui USG? Untuk saat ini belum ada metode skrining USG kanker serviks, dengan kata lain melalui USG saja, kanker serviks tidak dapat terdeteksi. Adapun beberapa metode pemeriksaan kanker serviks yang umum digunakan, di antaranya adalah:

  • Tes human papillomavirus (HPV). Pemeriksaan ini direkomendasikan oleh WHO sebagai metode skrining utama karena memiliki sensitivitas paling tinggi dalam mendeteksi lesi prakanker.
  • Tes Pap (Pap Smear). Pap smear digunakan untuk mendeteksi perubahan sel serviks dan masih menjadi metode skrining yang banyak digunakan, terutama di fasilitas dengan akses pemeriksaan HPV yang terbatas.
  • Tes kombinasi HPV dan Pap (co-testing) setiap 5 tahun
  • Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Tes IVA merupakan metode skrining sederhana dengan mengoleskan asam asetat pada serviks untuk melihat adanya perubahan warna putih (acetowhite lesion) yang mengindikasikan kelainan jaringan serviks. WHO merekomendasikan IVA sebagai alternatif skrining di negara dengan sumber daya terbatas, terutama bila pemeriksaan HPV belum tersedia.

Perlu dipahami juga bahwa pemeriksaan kesehatan serviks berbeda dengan pencegahan, meskipun keduanya saling berkaitan. Pencegahan dapat dilakukan melalui vaksin kanker serviks, penerapan gaya hidup sehat, dan menjaga kesehatan reproduksi. Sementara itu, deteksi dini berfokus pada upaya menemukan perubahan sel serviks sedini mungkin agar dapat segera ditangani.

Baca juga: Penyebab Kanker Serviks pada Wanita dan Cara Mencegahnya

Manfaat Deteksi Dini Kanker Serviks

Deteksi dini kanker serviks memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita. Berikut beberapa manfaatnya:

  • Menemukan perubahan sel abnormal sejak tahap awal.

  • Mencegah perkembangan menjadi kanker serviks yang lebih serius.
  • Meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
  • Mengurangi risiko komplikasi akibat kanker serviks.
  • Memperbesar harapan hidup pasien.
  • Membantu penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Baca juga: Keputihan Tanda Kanker Serviks? Inilah Ciri yang Perlu Diwaspadai

Kapan Perlu Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks?

Deteksi dini kanker serviks perlu dilakukan mulai usia tertentu meski belum ada gejala yang muncul. Berdasarkan pedoman HOGI–INASGO (Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia–Indonesian Society of Gynecologic Oncology), skrining kanker serviks umumnya dianjurkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Usia 25–65 tahun atau ≥ 3 tahun setelah aktif secara seksual

    Skrining dianjurkan dimulai pada usia 25 tahun atau setidaknya 3 tahun setelah pertama kali berhubungan seksual. Kelompok usia ini perlu melakukan skrining secara rutin karena risiko infeksi HPV yang persisten dan perubahan sel serviks yang meningkat. Pemilihan metode skrining disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan kondisi pasien. Adapun metode deteksi dini kanker serviks yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • Tes HPV DNA: Tes HPV DNA adalah metode deteksi dini kanker serviks yang utama dan dapat dilakukan setiap 5 tahun.
  • Pap Smear: Metode alternatif lainnya yakni melalui pemeriksaan pap-smear, yang dilakukan setiap 3 tahun.
  • Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat): Metode sederhana yang banyak digunakan di Indonesia, dilakukan setiap 3–5 tahun.
  • Kombinasi HPV dan Pap Smear (Co-Testing): Dapat dilakukan setiap 5 tahun untuk meningkatkan akurasi deteksi.
  • Usia di atas 65 tahun

    Kebutuhan skrining bergantung pada riwayat pemeriksaan sebelumnya. Jika skrining telah dilakukan secara rutin dengan hasil normal dan tidak terdapat faktor risiko tinggi, dokter dapat mempertimbangkan bahwa pemeriksaan lanjutan tidak lagi diperlukan.

Baca juga: Vaksin Kanker Serviks: Manfaat, Jenis, dan Cara Kerjanya

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Praktik Deteksi Dini Kanker Serviks

Berdasarkan Journal of Public Health Science and Research, terdapat empat faktor yang memengaruhi praktik deteksi dini kanker serviks. Keempat faktor tersebut meliputi:

1. Akses Informasi

Faktor pertama yang memengaruhi adalah akses informasi. Informasi yang memadai dapat membantu meningkatkan pengetahuan seseorang tentang kanker serviks dan pentingnya skrining. Semakin mudah seseorang mendapatkan akses terhadap informasi seputar kanker serviks, semakin besar pula kemungkinan seseorang menjalani deteksi dini.

2. Dukungan Suami

Berikutnya, terkait juga dengan dukungan suami. Dukungan dari orang terdekat berperan penting dalam mendorong keputusan untuk melakukan pemeriksaan. Istri yang memperoleh izin, dorongan, dan perhatian dari suami biasanya lebih terdorong untuk menjalani skrining kesehatan serviks.

3. Dukungan Tenaga Kesehatan

Selain dukungan suami, faktor tenaga kesehatan memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Melalui edukasi, penyuluhan, dan ajakan secara langsung, tenaga kesehatan dapat membantu mendorong wanita melakukan pemeriksaan kanker serviks sejak dini.

4. Usia

Usia dapat memengaruhi pola pikir dan kesadaran seseorang terhadap kesehatan. Semakin bertambah usia, umumnya seseorang akan lebih memahami pentingnya pemeriksaan dan lebih terdorong untuk melakukan pemeriksaan serviks.

Baca juga: Cara Cek Kanker Serviks Sendiri, Cegah Risiko Sejak Dini!

Kesimpulan

Deteksi dini kanker serviks penting dilakukan untuk menemukan perubahan sel abnormal atau tanda awal kanker sebelum kondisi berkembang lebih lanjut. Melalui pemeriksaan rutin, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang pengobatan berhasil pun lebih besar.

Jika ingin mulai menjaga kesehatan serviks, kamu bisa menjalani pemeriksaan Pap Smear di Kaiser Cancer Center. Di sini, kamu akan didampingi oleh tenaga medis profesional berpengalaman untuk menjalani proses pemeriksaan dengan nyaman dan tepat.

promo skrining kanker serviks

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan Promo Skrining Kesehatan Kandungan dan Kanker Serviks untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap yang mencakup konsultasi medis, pemeriksaan ginekologi, Pap smear, hingga HPV DNA.

Jika kamu masih bingung menentukan pemeriksaan yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi secara gratis. Dokter akan melakukan penilaian dan merekomendasikan langkah pemeriksaan yang sesuai.

Mari mulai menjaga kesehatan reproduksimu bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity!

Referensi: 

Reviewer Image
dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang kesehatan wanita.
A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.