Tahukah kamu bahwa beberapa jenis buah mengandung senyawa alami yang berpotensi membantu tubuh mengendalikan peradangan? Senyawa tersebut antara lain antioksidan, polifenol, dan berbagai vitamin yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Peradangan sebenarnya merupakan respons normal tubuh untuk melawan infeksi dan memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, jika berlangsung dalam waktu lama, peradangan kronis dapat mengganggu kesehatan dan berkaitan dengan meningkatnya risiko sejumlah penyakit.
Oleh karena itu, mengonsumsi buah yang mengandung antiinflamasi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Lantas, apa saja buah yang memiliki kandungan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.
Buah yang Mengandung Antiinflamasi
Setiap buah mengandung vitamin, mineral, serat, dan senyawa alami dengan manfaat yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi membantu tubuh mengendalikan peradangan.
Berikut tujuh pilihan buah yang dapat kamu konsumsi secara rutin.
1. Buah Beri
Kelompok buah beri, seperti stroberi, bluberi, dan rasberi, merupakan sumber antioksidan yang tinggi. Buah ini mengandung antosianin, pigmen alami yang memberikan warna cerah pada buah beri serta memiliki sifat antiinflamasi yang dapat mendukung kesehatan pembuluh darah serta jantung. Selain itu, buah beri juga kaya akan serat dan vitamin C.
2. Anggur
Anggur, terutama varian merah dan ungu, mengandung polifenol seperti resveratrol dan antosianin. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mengambat jalur dan protein inflamasi, sehingga meningkatkan kadar antiinflamasi sel imun. Mengonsumsi buah anggur juga dapat membantu menangkal radikal bebas yang memicu stres oksidatif.
3. Alpukat
Buah ini mengandung lemak tak jenuh tunggal, kalium, serat, magnesium, hingga karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Kombinasi nutrisi tersebut dapat mengurangi peradangan pada sel tubuh serta menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan menurunkan risiko penyakit jantung.
4. Ceri
Buah yang mengandung antiinflamasi berikutnya adalah ceri. Terdapat senyawa antioksidan, berupa antosianin dan katekin yang bermanfaat mengurangi peradangan. Selain itu, ceri juga memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti vitamin C, serat, dan kalium. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi ceri dapat membantu mengurangi rasa nyeri otot setelah berolahraga.
5. Buah Citrus
Jeruk, jeruk bali, dan lemon termasuk golongan buah citrus yang terkenal karena memiliki rasa asam. Kandungan dalam buah citrus terdiri atas vitamin C, serat, kalsium, kalium, vitamin B, dan fitokimia antiinflamasi, seperti flavonoid dan karotenoid. Kandungan ini memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan mendukung pengendalian peradangan.
6. Apel
Komponen nutrisi utama dalam buah apel terdiri atas serat, vitamin C, pektin, dan polifenol. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif, mendukung kesehatan pencernaan, dan menjaga sistem imun tubuh.
7. Delima
Delima mengandung fitokimia, seperti antosianin dan resveratrol, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin C, vitamin K, kalium, dan serat untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
Apakah Kandungan Antiinflamasi dalam Buah Bisa Hilang Jika Diolah Menjadi Jus?
Membuat jus dari buah yang mengandung antiinflamasi tetap dapat mempertahankan sebagian antioksidan dan vitamin di dalamnya. Namun, jumlah nutrisi yang tersisa bergantung pada cara pengolahan dan penyajiannya.
Akan tetapi, kandungan serat dalam buah yang dijus dapat berkurang, terutama jika ampasnya dibuang. Jika buah diblender dan seluruh ampasnya tetap dikonsumsi, sebagian besar serat masih dapat dipertahankan.
Jus yang disaring juga cenderung lebih cepat dikonsumsi dan diserap tubuh dibandingkan buah utuh. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, jus dapat memberikan asupan gula yang cukup tinggi dalam waktu singkat.
Karena itu, konsumsi jus tetap dapat menjadi salah satu cara menikmati buah, tetapi buah utuh umumnya lebih dianjurkan karena kandungan seratnya tetap terjaga dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Baca juga: 5 Jus Buah untuk Pasien Kemoterapi dan Tips Menyiapkannya
Sumber Makanan Lain yang Mengandung Antiinflamasi
Selain buah-buahan, berikut adalah contoh makanan yang mengandung antiinflamasi:
- Ikan berlemak, seperti salmon, teri, sarden, dan ikan kembung.
- Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli.
- Kacang dan biji-bijian, seperti almond, kenari, dan pistachio.
- Rempah-rempah, seperti kunyit, jahe, dan kayu manis.
- Teh hijau.
- Cokelat hitam dan kakao.
- Minyak zaitun.
Manfaat Buah yang Mengandung Antiinflamasi
Melansir studi Yu dkk. dalam The British Journal of Nutrition, senyawa bioaktif dalam buah yang mengandung antiinflamasi dapat menekan produksi pro-inflamasi (protein pemicu radang)1. Dengan demikian, buah ini dapat menyediakan nutrisi yang meredam respons inflamasi.
Sebagai contoh, buah-buahan yang mengandung antioksidan, polifenol, serat, dan vitamin dapat meredakan stres oksidatif, menetralisir radikal bebas, mengontrol kadar glukosa darah, dan mengatur jalur inflamasi.
Secara umum, konsumsi buah sebagai bagian dari pola makan sehat dapat memberikan beberapa manfaat berikut:
Membantu melindungi sel tubuh. Kandungan antioksidan dalam buah berperan dalam melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Mendukung pengaturan respons peradangan. Beberapa senyawa polifenol dalam buah berpotensi memengaruhi proses peradangan di dalam tubuh.
- Menjaga kesehatan pencernaan. Kandungan serat dalam buah membantu melancarkan pencernaan dan mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.
- Mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Buah menyediakan serat, kalium, serta berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.
Membantu menjaga kesehatan metabolik. Konsumsi buah utuh sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat mendukung pengaturan gula darah dan berat badan.
Perlu dipahami bahwa manfaat tersebut tidak berarti buah dapat digunakan sebagai pengganti obat atau pengobatan medis untuk penyakit yang menyebabkan peradangan kronis.
Baca juga: 4 Buah untuk Mendukung Kesuburan Wanita dan Nutrisinya
Apakah Buah yang Mengandung Antiinflamasi Dapat Mengurangi Risiko Kanker?
Peradangan kronis merupakan salah satu proses yang dapat berperan dalam perkembangan kanker. Jika berlangsung terus-menerus, peradangan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan sel abnormal.
Meski demikian, kanker merupakan penyakit yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari usia, riwayat keluarga, faktor genetik, hingga gaya hidup.
Mengonsumsi buah yang kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan menurunkan risiko kanker, tetapi tidak dapat menjamin seseorang terhindar dari penyakit tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya serat, termasuk dari buah, sayuran, dan biji-bijian utuh, berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.
Sementara itu, bukti mengenai manfaat buah dalam menurunkan risiko jenis kanker lainnya masih bervariasi. Karena itu, pencegahan kanker sebaiknya dilakukan melalui berbagai kebiasaan sehat, seperti menjaga berat badan ideal, rutin beraktivitas fisik, tidak merokok, menghindari alkohol, dan menjalani pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan faktor risiko.
Berapa Banyak Buah yang Sebaiknya Dikonsumsi Setiap Hari?
Untuk memperoleh manfaatnya, kamu tidak perlu hanya berfokus pada satu jenis buah tertentu. Mengonsumsi beragam buah dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang lebih bervariasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayuran setiap hari secara keseluruhan untuk orang dewasa dan anak berusia di atas 10 tahun.
Kamu dapat memilih buah yang mudah ditemukan, seperti pepaya, jambu biji, jeruk, apel, dan alpukat, lalu mengombinasikannya dengan sayuran dalam menu sehari-hari.
Utamakan konsumsi buah utuh dan sesuaikan porsinya dengan kebutuhan gizi serta kondisi kesehatan masing-masing.
Jaga Kesehatan Wanita dengan Konsumsi Buah yang Mengandung Antiinflamasi
Menambahkan buah-buahan yang mengandung antiinflamasi ke dalam porsi harianmu adalah investasi untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Upaya ini bermanfaat dalam mengurangi peradangan dan membantu menekan risiko penyakit kronis.
Namun, pola makan sehat sebaiknya tetap disertai kebiasaan hidup sehat lainnya. Kamu tetap memerlukan pemeriksaan medis secara proaktif karena sebagian perubahan sel abnormal tidak menunjukkan gejala awal. Untuk itu, kamu bisa melakukan skrining kanker secara rutin sehingga kanker dapat dideteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Manfaatkan layanan Skrining & Deteksi Dini Kanker di Kaiser Cancer Center untuk mendapatkan pemeriksaan yang komprehensif sesuai dengan usia, riwayat keluarga, dan faktor risiko kesehatanmu sekarang. Tim multidisiplin akan menganalisis hasil pemeriksaan dan menegakkan diagnosis yang lebih akurat.
Jadi, lindungi kesehatan tubuhmu dari ancaman kanker dengan pola makan yang seimbang dan pemeriksaan rutin bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Referensi:
- Yu X, Pu H, Voss M. Overview of anti-inflammatory diets and their promising effects on non-communicable diseases. Br J Nutr. 2024;132(7):898-918. doi:10.1017/S0007114524001405.
- Wartenberg L, Spritzler F. Anti-inflammatory foods to eat [Internet]. Healthline; 20 Agustus 2026 [diakses 2 November 2026]. Tersedia dari: https://www.healthline.com/nutrition/13-anti-inflammatory-foods
- Harvard Health Publishing. Eat these fruits for their anti-inflammatory benefits [Internet]. 27 Mei 2026 [diakses 2 November 2026]. Tersedia dari: https://www.health.harvard.edu/diet-and-nutrition/eat-these-fruits-for-their-anti-inflammatory-benefits
- Kubala J. 12 anti-inflammatory foods you should add to your diet [Internet]. Health; 18 April 2026 [diakses 2 November 2026]. Tersedia dari: https://www.health.com/anti-inflammatory-diet-8426854
- American Cancer Society. Anti-inflammatory diets and cancer [Internet]. [diakses 2 November 2026]. Tersedia dari: https://www.cancer.org/cancer/risk-prevention/diet-physical-activity/how-diet-and-physical-activity-impact-cancer-risk/anti-inflammatory-diets-and-cancer.html
- Scheel P. Is fresh fruit juice healthy? Whole fruit vs. fruit juice [Internet]. Nutrisense; 24 April 2026 [diakses 2 November 2026]. Tersedia dari: https://www.nutrisense.io/blog/is-fruit-juice-or-whole-fruit-healthy







