Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat diminimalkan dampaknya melalui upaya perlindungan dan deteksi dini. Ada beberapa cara mencegah kanker serviks, di antaranya vaksinasi HPV, skrining kanker secara rutin, dan melakukan hubungan seks dengan aman.
Meski begitu, tidak ada satu tindakan yang dapat memberikan perlindungan 100% terhadap kanker serviks. Pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan proteksi medis, tetapi juga membiasakan gaya hidup sehat secara konsisten.
Apakah Kanker Serviks Bisa Dicegah?
Kanker leher rahim (serviks) merupakan jenis kanker yang sebagian besar berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menetap dalam jangka panjang. Infeksi HPV sebenarnya sangat umum terjadi dan sebagian besar dapat hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh.
Namun, infeksi HPV risiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel pada leher rahim. Jika tidak terdeteksi dan ditangani, perubahan tersebut dapat berkembang menjadi kanker serviks.
Vaksin HPV dapat diberikan sebagai tindakan preventif terhadap infeksi virus baru, bukan untuk mengobati infeksi HPV yang sudah terjadi. Lalu, skrining kesehatan dengan menjalankan tes pap smear atau tes HPV dapat mendeteksi perubahan sel abnormal sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker serviks.
Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?
Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko kanker serviks. Simak penjelasannya berikut ini.
1. Vaksin HPV
Vaksin HPV adalah salah satu upaya pencegahan pertama yang efektif untuk melatih sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan melawan beberapa tipe virus HPV, seperti HPV 16 dan HPV 18, yang menjadi penyebab 70% kanker serviks di dunia. Jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus, vaksin ini dapat mencegah infeksi oleh tipe HPV yang tercakup dalam vaksin.
Berdasarkan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksinasi HPV dapat dimulai sejak usia 9 tahun dan direkomendasikan secara rutin pada usia 11–12 tahun. Vaksinasi juga dianjurkan bagi individu hingga usia 26 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Pada orang dewasa berusia 27–45 tahun, vaksinasi dapat dipertimbangkan melalui konsultasi dengan dokter untuk menilai kemungkinan manfaatnya berdasarkan kondisi dan risiko individu.
Perlu diketahui, vaksin HPV berfungsi mencegah infeksi baru, bukan mengobati infeksi HPV yang sudah terjadi. Namun, seseorang yang sudah pernah terpapar HPV tetap dapat memperoleh manfaat dari vaksin karena belum tentu terpapar seluruh tipe virus yang tercakup dalam vaksin.
2. Melakukan Skrining Kanker Serviks Secara Rutin
Penting dicatat, vaksin untuk mencegah kanker serviks ini bukanlah solusi instan karena tidak bisa melindungi dari keseluruhan jenis virus HPV. Oleh sebab itu, kamu memerlukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, seperti pap smear atau tes HPV DNA guna mendeteksi perubahan sel prakanker atau infeksi HPV risiko tinggi.
Pap smear merupakan tes untuk mendeteksi perubahan atau kelainan sel pada leher rahim yang berpotensi menjadi kanker. Sementara itu, tes HPV DNA dilakukan untuk mengecek keberadaan HPV berisiko tinggi yang dapat memicu perkembangan kanker serviks.
3. Berhubungan Seksual secara Aman
HPV dapat menular melalui kontak kulit ke kulit di area genital saat melakukan aktivitas seksual. Menggunakan alat pengaman, seperti kondom, dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV. Meski begitu, risiko terpapar HPV masih ada karena kondom tidak dapat menutupi setiap area tubuh yang mungkin terinfeksi.
Kemudian, penting untuk memahami bahwa risiko penularan HPV dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah pasangan seksual. Namun, seseorang tetap dapat terinfeksi HPV meskipun hanya memiliki satu pasangan seksual. Karena itu, penggunaan kondom dan vaksinasi tetap penting sebagai upaya perlindungan.
4. Menjaga Gaya Hidup Sehat
Cara mencegah kanker serviks berikutnya adalah menjaga gaya hidup sehat. Misalnya, mengonsumsi makanan yang bergizi, melakukan olahraga secara teratur, dan menghentikan kebiasaan merokok.
Wanita yang merokok berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Kandungan zat kimia dalam rokok dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi HPV.
Baca juga: Makanan Penyebab Kanker Serviks: Fakta dan Jenisnya
Kapan Sebaiknya Mulai Mencegah Kanker Serviks?
Membangun perlindungan harus dimulai sedini mungkin. Mencegah kanker serviks sejak dini dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV pada anak usia remaja sebelum mereka aktif secara seksual. Namun, wanita dewasa yang belum pernah menerima vaksinasi ini juga dapat melakukannya setelah berkonsultasi dengan dokter.
Sementara itu, waktu untuk memulai skrining kanker serviks bergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan pedoman pemeriksaan yang berlaku. Pasalnya, mengandalkan vaksin HPV saja tidak cukup untuk melindungi diri dari risiko kanker serviks. Skrining tetap diperlukan untuk mendeteksi infeksi HPV risiko tinggi dan perubahan sel prakanker, meskipun seseorang sudah mendapatkan vaksinasi.
Langkah Penting untuk Menurunkan Risiko Kanker Serviks
Cara mencegah kanker serviks dapat dilakukan dengan kombinasi langkah antara vaksinasi, berhubungan seks yang aman, gaya hidup sehat dengan menghindari rokok, serta menjalani skrining kesehatan secara rutin.
Sebaiknya, jadwalkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu datangnya keluhan fisik. Sebab, perubahan sel prakanker dan kanker serviks stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Kondisi ini dapat terdeteksi melalui skrining sebelum muncul keluhan.
Kaiser Cancer Center melayani Skrining & Deteksi Dini Kanker serviks dengan metode HPV DNA dan Pap smear. Untuk menentukan pilihan metode pemeriksaan yang tepat, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter agar mendapat rekomendasi sesuai usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko. Bersama Kaiser Cancer Center, deteksi penyakit sejak awal guna mencegah kanker ganas. #CareWithClarity.
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention. HPV vaccine recommendations [Internet]. [diakses 1 November 2026]. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/vaccination-considerations/index.html
- American Cancer Society. Can cervical cancer be prevented? [Internet]. [diakses 1 November 2026]. Tersedia dari: https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html
- National Cancer Institute. Cervical cancer causes, risk factors, and prevention [Internet]. [diakses 1 November 2026]. Tersedia dari: https://www.cancer.gov/types/cervical/causes-risk-prevention
- Centers for Disease Control and Prevention. Reducing risk for cervical cancer [Internet]. [diakses 1 November 2026]. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/cervical-cancer/prevention/index.html







