Logo

Keputihan Tanda Kanker Serviks? Inilah Ciri yang Perlu Diwaspadai

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Pernahkah kamu mengalami keputihan dengan bau tidak sedap, berubah warna atau berlangsung dalam waktu lama? Keputihan memang merupakan kondisi yang umum dialami oleh hampir semua wanita dan dalam banyak kasus masih tergolong normal. Namun, perubahan tertentu pada keputihan sebaiknya tidak diabaikan begitu saja.

 

Ketika warna, jumlah, konsistensi, atau baunya berbeda dari biasanya, itu bisa jadi sinyal dari tubuh bahwa ada masalah pada organ reproduksimu. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah kanker serviks, meskipun kondisi ini jauh lebih jarang dibandingkan penyebab lain seperti infeksi atau peradangan.

 

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda keputihan yang tidak normal dan mengetahui kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.

Apakah Keputihan Bisa Menjadi Tanda Kanker Serviks?

Bagi banyak wanita, keputihan adalah salah satu bagian alami dari siklus menstruasi. Biasanya, keputihan normal berwarna bening atau putih susu, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.

 

Namun, pada beberapa kasus, kanker serviks dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal. Hal ini terjadi karena pertumbuhan sel kanker pada leher rahim dapat mengganggu jaringan di sekitarnya, memicu peradangan, serta menyebabkan peningkatan produksi cairan dari vagina. Kerusakan jaringan juga dapat menimbulkan infeksi sekunder yang membuat keputihan menjadi berbau tidak sedap. 

 

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa sebagian besar keputihan abnormal bukan disebabkan oleh kanker serviks. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Ciri-Ciri Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Lalu, seperti apa keputihan yang dapat menjadi tanda kanker serviks? Meskipun tidak semua keputihan abnormal disebabkan oleh kanker serviks, beberapa karakteristik berikut perlu mendapat perhatian, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain.

1. Berbau Tidak Sedap atau Menyengat

Keputihan akibat kanker serviks sering kali memiliki bau yang tidak sedap dan sulit hilang. Kondisi ini dapat terjadi akibat kerusakan jaringan serviks yang memicu infeksi atau pertumbuhan bakteri.

 

Pada stadium lanjut, kanker serviks juga dapat menyebabkan terbentuknya fistula, yaitu saluran abnormal yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih atau usus. Akibatnya, urine atau kotoran dapat masuk ke vagina dan menimbulkan bau yang sangat menyengat. 

2. Keluar dalam Jumlah Banyak

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Medicine (2023), salah satu ciri khas keputihan pada kanker serviks (terutama jenis adenocarcinoma) adalah volumenya yang sangat banyak dan encer seperti air. 

 

Kondisi ini sering kali membuat celana dalam terus-menerus basah sehingga penderitanya perlu mengenakan pembalut atau panty liner sepanjang hari.

3. Disertai Darah

Keputihan yang bercampur darah perlu diwaspadai, terutama jika terjadi di luar jadwal menstruasi. Darah dapat terlihat sebagai bercak merah muda, kecokelatan, atau kemerahan pada cairan yang keluar dari vagina.

 

Kondisi ini sering kali disertai perdarahan setelah berhubungan seksual atau perdarahan yang muncul setelah menopause.

 

Baca juga: Penyebab Kanker Serviks pada Wanita dan Cara Mencegahnya

4. Berlangsung Lama atau Tidak Kunjung Membaik

Kamu juga perlu mewaspadai keputihan yang berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau tidak menunjukkan perbaikan meskipun sudah mendapatkan pengobatan yang sesuai.

 

Keputihan yang menetap selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk kelainan pada serviks.

 

Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh ke dokter spesialis kandungan sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan.

5. Mengalami Perubahan Warna

Warna keputihan akibat kanker serviks dapat memiliki warna yang berbeda dari keputihan normal. Berikut adalah beberapa perubahan warna keputihan yang perlu diwaspadai:

  • Pucat atau kekuningan.
  • Merah muda atau kecokelatan (karena tercampur sedikit darah).
  • Kuning pekat atau kehijauan (jika sudah disertai infeksi).
  • Keabu-abuan dengan tekstur yang tidak biasa.

Meskipun perubahan warna tidak selalu berarti kanker serviks, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama apabila terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala lain.

Apa yang Harus Dilakukan?

Perlu diingat bahwa tidak semua keputihan abnormal menandakan kanker serviks. Dalam banyak kasus, keputihan abnormal bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti infeksi bakteri (bacterial vaginosis), jamur, atau infeksi menular seksual (IMS).

 

Meski demikian, keputihan yang berlangsung lama, berulang, bercampur darah, atau disertai gejala lain tetap perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya

 

Saat konsultasi, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan area panggul. Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi, seperti klamidia, gonore, atau penyebab lainnya..

 

Apabila terdapat kecurigaan adanya kelainan pada serviks, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan skrining kanker serviks, salah satunya co-test. Pemeriksaan ini mengevaluasi dua hal sekaligus dari sampel serviks yang sama, yaitu:

  • Pap smear: Untuk mendeteksi perubahan atau kelainan pada sel-sel serviks yang berpotensi berkembang menjadi lesi prakanker atau kanker serviks.
  • Tes HPV (human papillomavirus): Untuk mendeteksi keberadaan virus HPV yang berisiko memicu kanker serviks.

Jika skrining menunjukkan hasil abnormal, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti kolposkopi atau biopsi serviks, untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

 

Baca juga: Cara Cek Kanker Serviks Sendiri, Cegah Risiko Sejak Dini!

Jangan Abaikan Gejala Keputihan Abnormal

Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami oleh wanita dan sebagian besar tidak berbahaya. Namun, ketika keputihan berubah menjadi lebih banyak, berbau tidak sedap, berlangsung lama, disertai darah, atau memiliki warna yang tidak biasa, sebaiknya tidak diabaikan.

 

Meski tidak selalu menandakan kanker serviks, keputihan abnormal dapat menjadi tanda adanya infeksi, peradangan, atau kelainan pada organ reproduksi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Semakin dini penyebabnya diketahui, semakin cepat pula penanganan yang dapat diberikan.

 

Perlu diingat bahwa kanker serviks stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Karena itu, selain mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai, menjalani skrining serviks secara rutin juga merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.

 

Jika kamu mengalami keputihan yang tidak biasa atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan serviks, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui layanan Skrining & Deteksi Dini, Kaiser Cancer Center menyediakan pemeriksaan komprehensif, mulai dari konsultasi dan pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan Pap smear dan HPV DNA test sesuai kebutuhan.

 

Dengarkan sinyal yang diberikan tubuhmu dan lakukan deteksi dini sebelum gejala berkembang lebih lanjut. Bersama Kaiser Cancer Center, lindungi kesehatan serviks dengan langkah yang tepat dan #CareWithClarity.

 

Baca juga: Kapan Deteksi Dini Kanker Serviks? Ini Jenis & Manfaat Skrining

 

Referensi

Reviewer Image
dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi • Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang kesehatan wanita.

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.