Ovarium adalah sepasang organ kecil berbentuk oval yang berperan dalam menghasilkan sel telur serta hormon reproduksi, seperti estrogen dan progesteron. Seperti organ lainnya, ovarium dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah kista ovarium.
Kista ovarium sering kali muncul tanpa gejala yang jelas. Pada umumnya, penyakit ini tidak berbahaya dan bahkan bisa hilang sendiri tanpa pengobatan khusus. Akan tetapi, kamu perlu tetap waspada dengan jenis kista lain yang dapat menetap, membesar, atau menimbulkan keluhan, seperti nyeri panggul dan rasa penuh atau tertekan di perut.
Simak penjelasan berikut ini untuk mengenal lebih jauh tentang kista ovarium.
Apa Itu Kista Ovarium?
Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di permukaan atau di dalam ovarium (indung telur). Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga dapat ditemukan secara tidak sengaja saat menjalani pemeriksaan panggul atau pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi (USG).
Jika ditemukan kista ovarium, jangan langsung panik. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak atau bukan kanker, terutama pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Beberapa jenis kista, khususnya kista fungsional, bahkan bisa mengecil atau menghilang secara spontan dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan tanpa harus mendapatkan perawatan medis1.
Hanya saja, kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika ukuran kista tergolong besar dan/atau menimbulkan gejala tidak nyaman pada tubuh.
Jenis-Jenis Kista Ovarium
Terdapat dua jenis kista ovarium yang dibedakan berdasarkan penyebab dan tingkat risikonya. Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Kista Ovarium Fungsional
Ini adalah jenis kista yang paling umum terjadi dan terbentuk sebagai bagian dari siklus alami menstruasi. Kista fungsional terbagi menjadi kista folikel dan korpus luteum. Selama ovulasi, folikel yang gagal melepaskan sel telur akan terus tumbuh dan dapat membentuk kista1 .
Setelah folikel melepaskan sel telur, folikel tersebut berubah menjadi korpus luteum yang menghasilkan hormon untuk mendukung fase awal setelah ovulasi. Tanpa kehamilan, korpus luteum akan bertahan sekitar 2 minggu lalu menyusut. Namun, korpus luteum yang gagal menyusut dan terisi cairan dapat membentuk kista1.
2. Kista Ovarium Lainnya
Selain kista fungsional, terdapat jenis kista ovarium lain yang pembentukannya tidak berkaitan langsung dengan proses ovulasi atau siklus menstruasi. Penyebab dan karakteristiknya dapat berbeda-beda. Misalnya, akibat adanya pertumbuhan sel abnormal yang membentuk kista.
Contohnya meliputi kistadenoma, kista dermoid (teratoma), endometrioma, hingga jenis kista yang berpotensi ganas seperti kanker ovarium. Walaupun kasus kista ovarium yang berubah menjadi kanker jarang terjadi, kamu tetap perlu waspada.
Apa Penyebab Kista Ovarium?
Penyebab kista ovarium dapat berbeda-beda tergantung pada jenis kista yang terbentuk. Beberapa kondisi dan proses yang dapat menyebabkan terbentuknya kista atau massa kistik pada ovarium meliputi:
Proses ovulasi: Kista fungsional dapat terbentuk ketika folikel tidak pecah dan melepaskan sel telur atau ketika korpus luteum mengalami penumpukan cairan atau darah setelah ovulasi.
- Pertumbuhan sel atau jaringan tertentu: Beberapa jenis kista atau tumor ovarium, seperti kistadenoma dan teratoma matur (kista dermoid), terbentuk dari pertumbuhan jenis sel atau jaringan tertentu pada ovarium.
Endometriosis: Jaringan menyerupai lapisan dalam rahim yang tumbuh pada ovarium dapat menyebabkan terbentuknya endometrioma atau chocolate cyst.
Faktor Risiko Kista Ovarium
Kista ovarium dapat terjadi pada perempuan di berbagai usia, tetapi kemungkinan terbentuknya jenis kista tertentu dapat dipengaruhi oleh usia, aktivitas hormonal, serta riwayat kesehatan. Beberapa faktor yang berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan mengalami kista ovarium antara lain:
- Belum menopause.
- Sedang hamil
- Memiliki riwayat kista ovarium.
- Sedang mengonsumsi obat-obatan kesuburan.
Ciri-Ciri Kista Ovarium
Sebagian penderita kista ovarium bahkan tidak menyadari dirinya mengalami penyakit ini karena tidak adanya gejala yang muncul. Namun, pada kasus kista yang lebih besar, penderitanya mungkin akan merasakan tanda-tanda berikut:
- Nyeri panggul.
- Perut terasa penuh, tertekan, atau kembung.
- Frekuensi buang air kecil meningkat.
- Siklus menstruasi tidak teratur.
- Nyeri saat berhubungan intim.
- Nyeri saat menstruasi.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Kista Ovarium?
Untuk mengetahui adanya kista ovarium dan menilai karakteristiknya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan panggul.
- Pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi (USG).
- Prosedur bedah laparoskopi untuk mengecek organ di area panggul secara langsung.
Baca juga: Bisakah USG Mendeteksi Kanker Ovarium? Inilah Penjelasannya!
Apakah Kista Ovarium Berbahaya?
Pada umumnya, tidak. Kista ovarium sangat umum terjadi dan sebagian besar tidak berbahaya, terutama bagi perempuan yang belum menopause.
Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada sekitar 5–17% perempuan pascamenopause. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut ke dokter sangat disarankan. Pasalnya, risiko kista berkembang menjadi kanker lebih tinggi setelah wanita memasuki masa menopause.
Komplikasi Kista Ovarium yang Perlu Diwaspadai
Umumnya, kista ovarium jarang menimbulkan komplikasi serius karena sifatnya yang jinak. Namun, pada beberapa kasus tertentu, kista ini bisa menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
- Kista pecah (ruptur).
- Torsi ovarium.
- Perdarahan.
- Berkembang menjadi kanker.
Pengobatan Kista Ovarium
Sebagian kista ovarium, terutama kista fungsional pada perempuan yang belum menopause, dapat mengecil atau menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan tanpa pengobatan khusus. Kamu juga bisa skrining kesehatan di Kaiser Cancer Center untuk mendeteksi potensi kanker sejak dini sebagai antisipasi.
Namun, pengobatan diperlukan apabila kista berukuran besar atau kamu mulai merasakan keluhan yang tidak nyaman. Untuk kasus penyakit ini, berikut beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan:
1. Pemantauan
Jika terdiagnosis kista, bukan berarti kamu langsung menerima perawatan. Pada kista tertentu yang tampak jinak dan tidak menimbulkan keluhan, dokter dapat merekomendasikan pemantauan aktif (watchful waiting) terlebih dahulu.
Pemantauan dapat dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) ulang setelah jangka waktu tertentu untuk melihat apakah kista mengecil, menghilang, menetap, membesar, atau mengalami perubahan karakteristik. Jadwal pemeriksaan lanjutan akan disesuaikan dengan jenis dan ukuran kista, gejala yang dialami, usia, serta status menopause.
2. Pemberian Obat-obatan
Dokter dapat mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, pada kondisi tertentu. Kontrasepsi hormonal dapat menekan ovulasi sehingga membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya kista fungsional baru selama penggunaannya.
Namun, pil KB tidak terbukti dapat mengecilkan atau mempercepat hilangnya kista fungsional yang sudah terbentuk. Selain itu, kontrasepsi hormonal tidak dapat mencegah semua jenis kista ovarium karena beberapa jenis kista terbentuk melalui mekanisme yang tidak berkaitan dengan ovulasi.
3. Tindakan Bedah
Jika kista perlu diangkat, operasi bisa dilakukan melalui metode laparoskopi (minim sayatan) atau laparotomi (sayatan lebih besar).
Berdasarkan jaringan yang perlu diangkat, kista ovarium juga bisa dibedah melalui kistektomi ovarium, yaitu prosedur pengangkatan kista sembari mempertahankan jaringan ovarium yang sehat untuk menjaga fungsi reproduksi (kesuburan) pasien. Adapun pada kasus tumor ovarium ganas, penanganannya dapat dilakukan melalui operasi pengangkatan ovarium (ooforektomi)2.
Apakah Penderita Kista Ovarium Bisa Hamil?
Ya, penderita kista ovarium masih memiliki kemungkinan untuk hamil. Sebagian besar kista ovarium tidak secara langsung menyebabkan infertilitas, terutama jika kista bersifat fungsional dan tidak mengganggu fungsi organ reproduksi.
Sekalipun salah satu ovarium kamu harus diangkat, peluang hamil tetap ada meski mungkin akan lebih sulit. Hal ini tidak mustahil, karena satu ovarium yang tersisa masih bisa memproduksi sel telur.
Maka dari itu, sebelum operasi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kondisi kesuburanmu dengan dokter.
Baca juga: Risiko Kanker Serviks pada Wanita Belum Menikah, Ini Faktanya!
Penanganan Kista Ovarium dengan Pemeriksaan yang Komprehensif
Tidak semua kista ovarium membutuhkan penanganan yang sama. Jenis, ukuran, gejala, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan dapat menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan langkah selanjutnya. Karena itu, pemeriksaan yang tepat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kista secara lebih jelas.
Untuk membantu proses tersebut, Kaiser Cancer Center menyediakan layanan Pemeriksaan Diagnostik dengan teknologi diagnostik canggih yang menggabungkan pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan patologi. Hasil pemeriksaan juga dapat ditinjau oleh tim multidisiplin dari berbagai bidang spesialisasi.
Jika kamu mengalami keluhan yang muncul atau menetap, jangan abaikan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi secara lebih jelas dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. Mari lindungi kesehatan organ reproduksi bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Referensi:
- Mobeen S, Apostol R. Ovarian cyst. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan- [diakses 25 September 2026]. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560541/
- Bašković M, Habek D, Zaninović L, Milas I, Pogorelić Z. The evaluation, diagnosis, and management of ovarian cysts, masses, and their complications in fetuses, infants, children, and adolescents. Healthcare (Basel). 2025;13(7):775. doi:10.3390/healthcare13070775.
- National Health Service. Ovarian cyst [Internet]. 21 Juni 2023 [diakses 25 September 2026]. Tersedia dari: https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/
- National Health Service. Ovarian cyst: causes [Internet]. [diakses 25 September 2026]. Tersedia dari: https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/causes/
- Ovarian Cancer Action. Can ovarian cysts be cancerous? [Internet]. [diakses 25 September 2026]. Tersedia dari: https://ovarian.org.uk/ovarian-cancer/can-ovarian-cysts-be-cancerous/
- National Health Service. Ovarian cyst: treatment [Internet]. [diakses 25 September 2026]. Tersedia dari: https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/treatment/
- Cleveland Clinic. Ovarian cysts [Internet]. 13 Agustus 2026 [diakses 25 September 2026]. Tersedia dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9133-ovarian-cysts








