Asumsi bahwa wanita belum menikah tidak berisiko terkena kanker serviks hingga saat ini masih melekat di benak masyarakat awam. Faktanya, status pernikahan bukanlah jaminan bahwa seseorang terbebas dari kanker serviks.
Risiko kanker serviks pada wanita belum menikah tetap ada, baik yang sudah maupun belum aktif berhubungan seksual. Namun, tingkatan risikonya dapat berbeda, tergantung pada beberapa faktor. Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak ulasan berikut ini.
Apa Penyebab Kanker Serviks pada Wanita?
Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilomavirus (HPV) yang ditularkan melalui kontak seksual. Pada kebanyakan orang, sistem kekebalan tubuh dapat membersihkan virus ini secara alami.
Namun, jika infeksi HPV bertahan dalam waktu lama (persisten), virus tersebut dapat memicu perubahan sel abnormal pada leher rahim yang perlahan berkembang menjadi lesi prakanker dan kanker.
Apakah Wanita yang Belum Menikah Bisa Terkena Kanker Serviks?
Bagi wanita yang belum menikah, namun sudah berhubungan seksual, risiko terkena kanker serviks tetaplah ada. Jadi, anggapan bahwa kanker serviks hanya terjadi pada wanita yang sudah menikah merupakan mitos.
dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk(K), dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi di Kaiser Cancer Center, menjelaskan bahwa:
“Yang belum menikah juga masih punya risiko untuk terkena (kanker serviks), tetap kena. Walaupun dia di bawah 17 tahun dan belum pernah seksual aktif.”
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi HPV persisten. Oleh karena itu, faktor penentu risiko utama bukanlah status pernikahan, melainkan riwayat aktivitas seksual dan faktor kesehatan lainnya.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Serviks pada Wanita Belum Menikah
Jika seseorang belum menikah, tetapi sudah aktif secara seksual, maka risiko kanker serviks sama tingginya dengan wanita yang sudah menikah. Hal ini terutama berlaku untuk wanita yang melakukan aktivitas seksual di usia dini (sebelum usia 18 tahun).
Studi oleh Mekonnen dan Mittiku (2023) dalam jurnal PLOS Global Public Health menjelaskan bahwa terdapat dua alasan utama mengapa aktivitas seksual di usia dini meningkatkan risiko kanker serviks, yaitu:
- Kondisi serviks belum matang: Pada usia remaja, jaringan serviks masih sangat sensitif dan rentan terhadap infeksi virus HPV.
- Paparan pasangan seksual: Remaja yang aktif secara seksual cenderung terpapar virus HPV lebih awal, terutama jika pasangan seksualnya adalah pria dewasa yang pernah memiliki riwayat banyak pasangan.
Jika seseorang belum menikah dan belum aktif secara seksual, risikonya tetap ada, tetapi lebih rendah. Lantas, bagaimana mungkin wanita yang belum pernah berhubungan seksual sama sekali bisa terkena kanker serviks? Berikut adalah penjelasannya:
- Transmisi nonseksual: Meskipun hubungan seksual merupakan jalur penularan paling umum, infeksi HPV sebenarnya bisa ditularkan tanpa adanya penetrasi. Contohnya, penularan dari ibu ke bayi saat proses melahirkan atau lewat penggunaan barang pribadi bersama (seperti celana dalam dan handuk) yang terpapar virus, meski kasus yang terakhir ini sangat jarang terjadi.
- Faktor risiko lain yang berperan: Meskipun infeksi HPV adalah penyebab utama, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks atau membantu mempercepat perkembangan sel abnormal menjadi kanker, di antaranya:
- Merokok: Zat kimia pada rokok dapat mengganggu sistem kekebalan di area serviks sehingga infeksi HPV lebih sulit dibersihkan oleh tubuh secara alami.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (HIV/AIDS): Orang dengan HIV atau kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terkena infeksi HPV persisten dan mengalami perkembangan sel kanker lebih cepat.
- Riwayat keluarga dengan kanker serviks: Jika ibu atau saudara perempuan pernah terkena kanker serviks, risiko seseorang mengalami kondisi yang sama juga lebih tinggi.
Baca juga: Benjolan di Mulut Rahim, Apakah Tanda Kanker Serviks?
Apakah Wanita Belum Menikah Perlu Skrining Kanker Serviks?
Ya, wanita yang belum menikah juga perlu melakukan skrining kanker serviks. Skrining serviks ini dapat dilakukan mulai usia 21 tahun melalui pemeriksaan Pap smear dan/atau tes HPV DNA.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya perubahan sel abnormal pada serviks atau keberadaan virus HPV sedini mungkin, bahkan sebelum gejala apa pun muncul. Adapun panduan skrining kanker serviks bagi wanita yang belum menikah dapat disesuaikan berdasarkan riwayat aktivitas seksualnya:
Wanita yang Belum Menikah tetapi Sudah Aktif Secara Seksual:
Disarankan untuk memulai skrining rutin mulai usia 21 tahun. Skrining dapat dilakukan dengan Pap smear setiap 3 tahun sekali, atau tes HPV DNA setiap 5 tahun sekali (atau kombinasi keduanya sesuai anjuran dokter).
Wanita yang Belum Pernah Berhubungan Seksual:
Secara umum, risiko terkena kanker serviks pada kelompok ini sangat rendah. Beberapa panduan medis internasional menyatakan bahwa wanita yang sama sekali belum pernah melakukan kontak seksual bisa menunda atau tidak diwajibkan melakukan Pap smear rutin. Namun, diskusi dan konsultasi awal dengan dokter tetap sangat dianjurkan untuk mengevaluasi faktor risiko pribadi, riwayat kesehatan keluarga, serta memberikan rasa tenang.
Baca juga: Kapan Deteksi Dini Kanker Serviks? Ini Jenis Metode dan Manfaatnya!
Cara Menurunkan Risiko Kanker Serviks
Salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksin ini paling efektif jika diberikan sejak usia remaja (mulai usia 9–14 tahun), namun tetap bermanfaat hingga usia 26 tahun (atau lebih sesuai saran dokter).
dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk(K), juga menjelaskan:
“Sekarang kan sudah masuk program pemerintah ya, jadi untuk anak-anak usia SD sudah mendapatkan vaksin HPV, itu gunanya untuk mendapatkan proteksi yang lebih maksimal di kemudian hari.”
Program pemberian vaksin HPV gratis ini merupakan bagian dari rangkaian program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada bulan Agustus setiap tahunnya untuk anak SD kelas 5 atau yang berusia 11 tahun.
Sementara itu, wanita dewasa perlu melakukan vaksinasi HPV secara mandiri di fasilitas kesehatan yang menyediakannya.
Lindungi Kesehatan Serviks dengan Deteksi Dini yang Tepat
Menjaga kesehatan organ reproduksi bukanlah hal yang tabu, dan status pernikahan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk melakukan pemeriksaan atau skrining serviks. Ini karena kanker serviks pada wanita belum menikah juga tetap bisa terjadi, terutama jika sudah aktif secara seksual.
Untuk mendukung upaya deteksi dini kanker serviks, Kaiser Cancer Center menyediakan layanan Pap Smear yang dilakukan oleh dokter spesialis ginekologi. Melalui layanan ini, berbagai kelainan pada serviks dapat dideteksi lebih awal sehingga kamu bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Saat ini, Kaiser Cancer Center juga menghadirkan Promo Skrining Kesehatan Kandungan dan Kanker Serviks. Melalui promo ini, kamu akan mendapatkan penanganan komprehensif, mulai dari konsultasi dan pemeriksaan ginekologi, Pap smear, hingga tes HPV DNA bersama dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG.
Jadi, jadwalkan pemeriksaan sekarang dan mulailah langkah pencegahan bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Bisa Hamil? Ini Penjelasannya
Referensi:
- Mekonnen AG, Mittiku YM. Early-Onset of Sexual Activity as a Potential Risk of Cervical Cancer in Africa: A Review of Literature. PLOS Glob Public Health. 2023;3(3):e0000941. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0000941
- Healthline. Can You Develop Cervical Cancer If You’ve Never Had Sex? [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.healthline.com/health/cervical-cancer/can-a-virgin-get-cervical-cancer#prevention
- Medical News Today. Can a Person Develop Cervical Cancer if They Have Not Had Sexual Intercourse? [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/can-virgin-get-cervical-cancer
- Ubie. Can Someone Who Has Never Had Sex Still Get Cervical Cancer? [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://ubiehealth.com/doctors-note/hpv-without-sex-never-had-sex-cervical-cancer-37-q124am1#google_vignette
- Canadian Cancer Society. Risk factors for cervical cancer [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://cancer.ca/en/cancer-information/cancer-types/cervical/risks
- American Cancer Society. Cervical cancer risk factors [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
- World Health Organization. Cervical cancer [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
- Puspitasari M. Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim Demi Mewujudkan Generasi Sehat [Internet]. [Diakses pada 13 Agustus 2026]. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-vaksin-hpv








