Kanker ovarium kerap dijuluki silent killer karena gejalanya pada stadium awal sering kali tidak khas dan mudah disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa. Ciri kanker ovarium stadium awal yang paling umum dapat meliputi perut kembung, cepat kenyang, lebih sering buang air kecil, dan nyeri di sekitar perut atau panggul yang berlangsung terus-menerus.
Di Indonesia, kanker ovarium merupakan salah satu kanker ginekologi yang perlu mendapat perhatian. Studi dari PLOS ONE Journal yang menganalisis data Global Burden of Disease mencatat 13.250 kasus baru kanker ovarium di Indonesia pada 2021, dengan jumlah kasus yang meningkat dibandingkan 19901.
Akibat gejalanya yang tidak spesifik, tidak sedikit wanita yang baru mengetahui dirinya mengidap kanker ovarium ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala awal kanker ovarium agar kamu dapat segera memeriksakan diri dan memperoleh penanganan yang tepat sebelum kondisi memburuk. Simak penjelasannya di bawah ini!
Kenapa Deteksi Dini Sangat Penting?
- Kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium I memiliki angka kesintasan 5 tahun sekitar 80-90%.
- Pada stadium II, angka ini turun menjadi sekitar 40-60%.
- Pada stadium III, angka kesintasan hanya sekitar 10-15%.
- Pada stadium IV, angka kesintasan turun di bawah 5%.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan pentingnya mengenali perubahan pada tubuh dan mendapatkan evaluasi medis ketika keluhan menetap.
Bagaimana Ciri Kanker Ovarium Stadium Awal?
Sayangnya, kanker ovarium pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang khas. Bahkan, pada beberapa kasus, kanker ovarium dapat tidak menimbulkan gejala hingga penyakit berkembang lebih lanjut.
Hal inilah yang membuat kanker ovarium pada stadium awal sulit dikenali tanpa bantuan pemeriksaan medis. Pemeriksaan panggul dan USG transvaginal atau USG panggul dapat membantu menemukan kelainan yang mengarah pada dugaan kanker ovarium, yang kemudian dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan lanjutan.
Meski begitu, beberapa jenis kanker ovarium dapat berkembang dengan lebih cepat sehingga memicu berbagai gejala berikut.
1. Perut Kembung
Perut kembung merupakan keluhan pencernaan yang umum terjadi dan sering kali disebabkan oleh kondisi yang tidak berbahaya. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus hingga membuat perut terasa penuh, tampak semakin membesar, atau pakaian terasa lebih sempit, kamu perlu mulai waspada.
Jika perut terasa kembung hampir setiap hari selama lebih dari 2-3 minggu, segera konsultasikan dengan dokter. Meskipun tidak selalu disebabkan oleh kanker, keluhan ini dapat menjadi salah satu gejala yang ditemukan pada kanker ovarium dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Sulit Makan atau Cepat Kenyang
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah mudah merasa kenyang meskipun baru makan sedikit atau tidak mampu menghabiskan porsi makanan yang biasanya dapat dikonsumsi.
Pada kanker ovarium, keluhan ini dapat terjadi akibat adanya massa di daerah panggul yang menekan organ di sekitarnya. Pada stadium yang lebih lanjut, penumpukan cairan di rongga perut (asites) juga dapat menyebabkan rasa cepat kenyang.
Selain cepat kenyang, beberapa wanita juga dapat mengalami keluhan lain, seperti mual, perut terasa penuh atau begah, dan gangguan pencernaan. Akibatnya, nafsu makan bisa menurun dan asupan makanan menjadi lebih sedikit dari biasanya.
Baca juga: Hasil Pap Smear: Lama Hasil Keluar dan Akurasinya
3. Lebih Sering Buang Air Kecil
Perubahan kebiasaan buang air kecil juga bisa menjadi gejala kanker ovarium pada stadium awal. Misalnya, kamu menjadi lebih sering buang air kecil atau merasakan dorongan buang air kecil yang kuat dan sulit ditahan.
Keluhan ini dapat terjadi ketika massa atau pembesaran di area panggul memberikan tekanan pada kandung kemih. Akibatnya, kapasitas kandung kemih untuk menampung urine dapat berkurang sehingga seseorang merasa ingin buang air kecil lebih sering, meskipun urine yang keluar hanya sedikit.
Walau begitu, gejala ini tidak selalu merujuk pada kanker ovarium, melainkan juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih, kebiasaan minum dalam jumlah banyak, diabetes, kehamilan, atau kondisi medis lainnya.
Catatan: Jika perubahan pola buang air kecil terjadi terus-menerus, semakin memburuk, atau disertai gejala lain, seperti perut kembung berkepanjangan dan nyeri panggul, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
4. Nyeri di Sekitar Perut dan Panggul
Rasa nyeri atau kram di perut bawah dan area panggul memang sering dialami wanita, misalnya akibat menstruasi, gangguan pencernaan, atau penyebab lain yang tidak berbahaya. Namun, kamu perlu memeriksakan diri jika rasa nyeri tersebut menetap, berulang, atau semakin memburuk.
Nyeri biasanya terasa sebagai rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di perut bagian bawah maupun panggul yang tidak kunjung membaik. Seiring bertambahnya ukuran massa, keluhan dapat terasa semakin berat atau menjalar hingga ke punggung bawah.
Gejala Lain yang Dapat Menyertai
Gejala kanker ovarium tidak selalu terbatas pada keluhan di atas. Pada sebagian penderita, kondisi ini juga dapat disertai gejala lain yang sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan biasa, seperti:
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas atau perut yang semakin membesar.
- Perubahan pola buang air besar (misalnya sembelit atau diare).
- Gangguan pencernaan yang menetap, seperti rasa begah, mual, atau cepat kenyang.
- Nyeri atau kram pada punggung bagian bawah.
- Rasa lelah yang berlebihan tanpa sebab yang jelas.
- Perdarahan abnormal, misalnya setelah menopause, atau di luar siklus menstruasi.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
Baca juga: Keputihan Tanda Kanker Serviks? Inilah Ciri yang Perlu Diwaspadai
Kenali Gejalanya sejak Dini untuk Penanganan yang Lebih Cepat
Ciri kanker ovarium stadium awal memang sering kali tidak terlihat dengan jelas. Oleh karena itu, jangan abaikan perubahan pada tubuh yang berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk. Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang mendapatkan penanganan yang tepat.
Guna mendapatkan diagnosis yang akurat, kamu bisa melakukan Pemeriksaan Diagnostik di Kaiser Cancer Center. Dengan dukungan teknologi diagnostik yang canggih, proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui kombinasi uji laboratorium, radiologi, serta patologi. Terlebih, hasilnya akan ditinjau langsung oleh tim multidisiplin dari berbagai spesialisasi sehingga kamu akan mendapatkan hasil yang akurat.
Jadi, jika kamu mengalami keluhan yang berlangsung terus-menerus selama beberapa minggu atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Perbedaan Erosi Serviks dan Kanker Serviks. Ini Gejala dan Penanganannya!
Frequently Asked Questions (FAQs)
Bagaimana cara mendeteksi kanker ovarium?
Deteksi kanker ovarium umumnya diawali dengan pemeriksaan panggul oleh dokter, dilanjutkan dengan USG transvaginal atau USG panggul untuk melihat kondisi ovarium secara lebih detail. Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat di artikel USG Kanker Ovarium.
Apa bedanya kista ovarium dan kanker ovarium?
Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di ovarium dan sebagian besar bersifat jinak, sering kali menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Kanker ovarium, adalah pertumbuhan sel abnormal yang bersifat ganas dan dapat menyebar ke jaringan atau organ lain.
Kanker ovarium terletak di mana?
Kanker ovarium berasal dari ovarium, yaitu sepasang organ reproduksi wanita berukuran sebesar buah almond yang terletak di kedua sisi rahim di dalam panggul. Ovarium berfungsi memproduksi sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.
Referensi
- Tjokroprawiro BA, Novitasari K, Ulhaq RA, Sulistya HA, Martini S. Investigation of the trends and associated factors of ovarian cancer in Indonesia: a systematic analysis of the Global Burden of Disease study 1990-2021. PLoS One. 2025;20(1):e0313418. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0313418
- Cleveland Clinic. Frequent urination [Internet]. 25 Feb 2025 [diakses pada 2026]. Tersedia dari: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15533-frequent-urination
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal kanker ovarium, the silent killer [Internet]. 4 Agust 2022 [diakses pada 2026]. Tersedia dari: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1043/mengenal-kanker-ovarium-the-silent-killer
- Mayo Clinic. Ovarian cancer [Internet]. [diakses pada 2026]. Tersedia dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/symptoms-causes/syc-20375941
- Ovarian Cancer Action. Signs and symptoms of ovarian cancer [Internet]. [diakses pada 2026]. Tersedia dari: https://ovarian.org.uk/ovarian-cancer/ovarian-cancer-symptoms/
- Ovarian Cancer Research Foundation. Signs & symptoms of ovarian cancer [Internet]. [diakses pada 2026]. Tersedia dari: https://www.ocrf.com.au/ovarian-cancer/symptoms-and-signs
- Rustamadji P, Wiyarta E, Nuryanto KH, Anggraeni TD, Kusuma F, Purwoto G, et al. A decade of ovarian cancer in Indonesia: epidemiology and survival analysis from 2010 to 2020. J Clin Med. 2025;14(5):1692. https://doi.org/10.3390/jcm14051692








