Pernahkah kamu merasakan payudara tiba-tiba nyeri, membengkak, atau terasa hangat saat disentuh? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda mastitis payudara, yaitu peradangan jaringan payudara yang paling sering terjadi selama masa menyusui.
Meski umumnya dapat ditangani dengan perawatan di rumah, terkadang ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, seperti USG payudara, mammografi, atau MRI payudara.
Lalu, apa penyebab mastitis dan bagaimana membedakannya dari gangguan payudara lainnya? Yuk, kenali ciri-ciri, faktor risiko, hingga cara mengatasinya agar kamu dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Apa Itu Mastitis Payudara?
Mastitis payudara adalah peradangan pada jaringan payudara yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan perubahan warna kulit. Kondisi ini dapat terjadi dengan atau tanpa infeksi bakteri.
Mastitis paling sering dialami ibu menyusui, terutama dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan. Namun, perempuan yang tidak menyusui juga dapat mengalaminya.
Salah satu contoh payudara mastitis adalah munculnya area kemerahan yang terasa hangat, nyeri, dan membengkak pada salah satu payudara. Jika ditangani dengan tepat, sebagian besar kasus mastitis dapat membaik tanpa menimbulkan komplikasi.
Penyebab Mastitis Payudara
Mastitis dapat muncul akibat beberapa kondisi berikut:
1. Peradangan Jaringan Payudara
Pembengkakan dan peradangan jaringan payudara dapat mempersempit saluran ASI sehingga aliran ASI terganggu. Produksi ASI berlebihan atau pengeluaran ASI yang tidak sesuai kebutuhan juga dapat memperburuk mastitis.
2. Infeksi Bakteri
Sebagian kasus mastitis melibatkan infeksi bakteri, misalnya bakteri dari kelompok Staphylococcus. Bakteri dapat masuk melalui luka atau retakan pada puting dan menyebabkan infeksi jaringan payudara.
4. Peradangan Di Luar Masa Menyusui
Mastitis juga dapat terjadi pada perempuan yang tidak sedang menyusui. Salah satu penyebabnya adalah peradangan pada saluran susu di sekitar puting atau mastitis periduktal. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kebiasaan merokok, tindik puting, atau masalah pada jaringan di sekitar saluran susu.
Faktor Risiko Mastitis Payudara
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mastitis antara lain:
Produksi ASI berlebihan atau hiperlaktasi.
- Pemompaan ASI berlebihan atau pola pengeluaran ASI yang tidak sesuai kebutuhan.
- Posisi menyusui dan pelekatan bayi yang kurang tepat.
- Luka atau iritasi pada puting.
- Riwayat mastitis sebelumnya.
- Tekanan berlebihan pada payudara, misalnya akibat pakaian atau bra terlalu ketat.
Kebiasaan merokok, terutama pada mastitis yang terjadi di luar masa menyusui.
Faktor-faktor tersebut tidak selalu menyebabkan mastitis, tetapi dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan.
Baca juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Operasi Payudara
Bagaimana Ciri-Ciri Mastitis Payudara?
Gejala mastitis biasanya muncul dalam waktu singkat, dengan beberapa tanda yang dapat kamu rasakan, antara lain:
Payudara membengkak dan terasa hangat.
- Nyeri atau sensasi terbakar, terutama ketika menyusui.
- Kulit payudara tampak kemerahan atau mengalami perubahan warna.
- Muncul benjolan atau bagian payudara yang mengeras.
- Demam, menggigil, dan tubuh terasa lelah.
Keluarnya cairan dari puting, yang terkadang disertai bercak darah.
Tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut. Intensitas keluhan juga dapat berbeda sesuai tingkat peradangan dan adanya infeksi.
Apa Komplikasi Mastitis Payudara?
Mastitis yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Salah satunya adalah abses payudara, yaitu terbentuknya kumpulan nanah akibat infeksi.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan yang makin nyeri, bengkak, disertai demam, dan dapat memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanah.
Peradangan yang berulang juga dapat menyebabkan keluhan berkepanjangan serta mengganggu kenyamanan menyusui.
Lalu, apakah mastitis dapat menyebabkan kanker payudara? Menurut American Cancer Society, mastitis tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, beberapa gejalanya menyerupai inflammatory breast cancer atau kanker payudara inflamasi.
Keduanya dapat menimbulkan pembengkakan, kemerahan, dan perubahan kulit payudara. Karena itu, jika keluhan tidak membaik setelah pengobatan, dokter perlu melakukan evaluasi untuk memastikan penyebabnya.
Diagnosis Mastitis Payudara
Diagnosis mastitis dimulai melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengevaluasi gejala, riwayat menyusui, serta perubahan pada jaringan payudara.
Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti:
USG payudara: Untuk mengevaluasi jaringan payudara dan mendeteksi kemungkinan abses.
- Mamografi: Untuk mengevaluasi kelainan payudara tertentu, terutama pada pasien yang tidak menyusui.
- MRI payudara: Untuk pemeriksaan lanjutan pada kasus tertentu yang memerlukan penilaian jaringan lebih mendetail.
Biopsi: Untuk mengambil sampel jaringan apabila ditemukan kelainan mencurigakan atau gejala tidak membaik sesuai perkiraan.
Tidak semua penderita mastitis membutuhkan pemeriksaan pencitraan atau biopsi. Pemilihannya disesuaikan dengan hasil evaluasi dokter.
Bagaimana Cara Mengatasi Mastitis Payudara?
Penanganan mastitis bertujuan mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mengatasi infeksi apabila ditemukan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Kompres dingin: Tempelkan kompres dingin selama sekitar 10 menit untuk membantu meredakan pembengkakan.
- Tetap menyusui sesuai kebutuhan bayi: Hindari memompa ASI secara berlebihan karena dapat meningkatkan produksi ASI dan memperparah pembengkakan.
- Istirahat yang cukup: Berikan tubuh waktu untuk pulih dan gunakan pakaian yang nyaman. Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat agar tubuh dapat beristirahat dengan optimal selama proses pemulihan.
- Hindari pijatan keras: Tekanan berlebihan dapat memperburuk peradangan jaringan payudara. Sebaiknya hindari memijat atau menekan area yang terasa nyeri agar pembengkakan tidak semakin parah.
Gunakan obat sesuai anjuran dokter: Obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi keluhan, sedangkan antibiotik diberikan jika terdapat indikasi infeksi bakteri.
Jika gejala tidak membaik dalam 12–24 jam setelah melakukan langkah penanganan di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Tips Mencegah Mastitis
Risiko mastitis dapat dikurangi dengan menjaga kebiasaan menyusui dan kesehatan payudara. Pastikan posisi menyusui nyaman serta pelekatan bayi sudah tepat. Hindari memompa ASI melebihi kebutuhan dan gunakan bra yang tidak menekan payudara.
Selain itu, perhatikan kondisi puting dan segera konsultasikan apabila muncul luka, nyeri berkepanjangan, atau kesulitan menyusui.
Pastikan Penyebab Perubahan pada Payudara
Mastitis payudara umumnya dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, jika perubahan pada payudara tidak kunjung membaik atau keluhan tetap muncul meski sudah menjalani pengobatan, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
Melalui layanan Pemeriksaan Diagnostik Kaiser Cancer Center, kamu dapat memperoleh evaluasi lanjutan sesuai indikasi medis untuk membantu memperjelas diagnosis, termasuk ketika ditemukan kelainan yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.
Mari kenali kondisi payudaramu dan dapatkan penanganan yang sesuai bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity
Baca juga: Cara Menyeimbangkan Hormon Wanita Secara Alami dan Medis
Referensi:
- Cleveland Clinic. Mastitis: causes, symptoms, treatment & prevention [Internet]. 2023 [cited 2026 Oct 26]. Tersedia dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15613-mastitis
- National Health Service. Mastitis [Internet]. [cited 2026 Oct 26]. Tersedia dari: https://www.nhs.uk/conditions/mastitis/
- American Cancer Society. Mastitis [Internet]. 2026 [cited 2026 Oct 26]. Tersedia dari: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/mastitis.html
- Romanucci G, Rossati C, Rella R, et al. A pictorial review on mastitis: clinical aspects, imaging features and complications. J Imaging. 2026;12(5):181. doi:10.3390/jimaging12050181.
- Iqbal TY, Nuha AK. Mastitis: a comprehensive literature review of pathophysiology, diagnosis, and management [Internet]. ResearchGate; 2025 [diakses 26 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.researchgate.net/publication/397137388_Mastitis_A_Comprehensive_Literature_Review_of_Pathophysiology_Diagnosis_and_Management








