Setelah operasi payudara, kamu perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan. Beberapa kebiasaan mungkin perlu diubah sementara agar proses penyembuhan berjalan dengan baik dan area operasi tidak mengalami gangguan.
Lantas, apa saja hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi payudara, baik setelah lumpektomi, mastektomi, maupun rekonstruksi payudara? Yuk, simak penjelasannya di artikel ini untuk mengetahui aktivitas yang perlu dihindari selama masa pemulihan.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Operasi Payudara
Hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi payudara meliputi mengangkat beban berat terlalu dini, mandi sebelum diizinkan dokter, menggunakan bra berkawat, membuka jahitan sendiri, dan mengemudi saat belum pulih.
1. Mengangkat Beban Berat
Hindari mengangkat beban berat atau melakukan olahraga berat selama beberapa minggu setelah operasi. Aktivitas tersebut dapat memberi tekanan pada area dada dan menarik jaringan di sekitar luka yang masih dalam proses penyembuhan.
Adapun waktu ideal untuk kembali mengangkat beban bergantung pada jenis operasi, kondisi luka, dan ada atau tidaknya rekonstruksi payudara. Ikuti anjuran dokter sebelum kembali berolahraga atau melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga.
2. Mandi Sebelum Diizinkan Dokter
Setelah operasi payudara, jangan terburu-buru mandi sebelum mendapat izin dokter. Lalu, kapan boleh mandi setelah operasi payudara? Waktunya bergantung pada jenis penutup luka, kondisi sayatan, dan apakah kamu masih menggunakan selang drainase untuk mengalirkan cairan dari area operasi.
Jika masih menggunakan drainase, jangan mandi dengan cara yang berisiko membasahi atau menarik selang. Jika tidak menggunakan drainase, sebagian pasien biasanya sudah diperbolehkan mandi setelah sekitar 24–48 jam, tetapi waktu ini tetap mengikuti instruksi dokter dan jenis perban yang digunakan.
Saat sudah diizinkan mandi, jangan menggosok area sayatan. Keringkan dengan menepuknya perlahan menggunakan handuk bersih, lalu rawat luka sesuai petunjuk tenaga medis.
Hindari berenang atau berendam di bak mandi selama luka operasi belum pulih. Tunggu hingga luka tertutup dengan baik dan dokter mengizinkan kamu kembali melakukan aktivitas tersebut.
3. Menggunakan Bra Berkawat
Bra berkawat (underwire bra) dapat menekan area sayatan dan menimbulkan iritasi selama jaringan masih dalam proses penyembuhan. Karena itu, hindari pemakaiannya pada masa awal pemulihan sampai dokter mengizinkan.
Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan bra khusus pascaoperasi yang menopang payudara dengan nyaman, memiliki tali yang lebih lebar, dan mudah dikenakan dari bagian depan. Pilih bahan yang lentur agar tidak terlalu menekan area dada.
Pada sebagian pasien, penggunaan bra berkawat baru diperbolehkan setelah sekitar tiga bulan untuk operasi lumpektomi. Untuk mastektomi atau rekonstruksi payudara, waktu tunggunya bisa lebih lama. Namun, durasi ini bukan aturan mutlak karena kebutuhan setiap pasien berbeda-beda.
Baca juga: Rekonstruksi Payudara setelah Mastektomi: Tujuan, Metode & Risikonya
4. Membuka Jahitan atau Mengelupas Perekat Luka Sendiri
Hindari membuka jahitan, menarik benang, atau mengelupas perekat luka sendiri. Tindakan tersebut dapat mengganggu proses penyembuhan dan menyebabkan luka kembali terbuka.
Kamu juga perlu mengetahui jenis jahitan atau penutup luka yang digunakan setelah operasi. Ada jenis jahitan yang bisa larut dengan sendirinya dan ada juga yang perlu dilepas oleh tenaga medis.
Jika jahitan perlu dilepas, dokter atau perawat akan menentukan waktu yang tepat. Hindari pula mengoleskan produk tertentu pada bekas luka tanpa persetujuan dokter, terutama jika luka belum tertutup sempurna.
Jika luka kembali terbuka, kemerahan semakin meluas, nyeri bertambah parah, atau keluar cairan yang tidak biasa, segera periksakan diri ke dokter.
5. Mengemudi Sebelum Kondisi Pulih
Setelah operasi, hindari mengemudi saat masih mengalami efek anestesi atau mengonsumsi obat pereda nyeri yang menyebabkan kantuk dan mengganggu konsentrasi. Nyeri di area dada juga dapat membatasi gerakan tangan sehingga kamu kesulitan mengendalikan kendaraan.
Kamu baru boleh kembali mengemudi ketika sudah cukup pulih, dapat menggerakkan lengan dengan nyaman, dan mampu mengendalikan kendaraan serta melakukan pengereman mendadak dengan aman.
Waktu untuk kembali mengemudi berbeda pada setiap pasien. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada jumlah hari setelah operasi. Utamakan kemampuan tubuhmu dan petunjuk dokter sebelum kembali berkendara.
Berapa Lama Masa Pemulihan Pascaoperasi Payudara?
Lama pemulihan setelah operasi payudara bergantung pada jenis dan luas tindakan yang dilakukan, kondisi kesehatan pasien, serta ada atau tidaknya prosedur tambahan seperti rekonstruksi. Karena itu, waktu pemulihan setiap orang bisa berbeda. Berikut gambaran umumnya.
- Lumpektomi. Operasi ini mengangkat tumor beserta sebagian jaringan di sekitarnya. Sebagian pasien dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam beberapa hari dan menjalani aktivitas rutin dalam sekitar dua minggu. Namun, pemulihan bisa lebih lama jika operasi juga melibatkan kelenjar getah bening atau tindakan tambahan.
- Mastektomi. Operasi ini mengangkat sebagian besar atau seluruh jaringan payudara. Pemulihan awal dapat berlangsung sekitar 2–4 minggu, sedangkan penyembuhan luka dapat membutuhkan waktu sekitar enam minggu atau lebih.
- Mastektomi dengan rekonstruksi. Jika operasi disertai pembentukan kembali payudara, pemulihan dapat berlangsung lebih lama karena tubuh juga perlu pulih dari prosedur rekonstruksi.
Selama masa pemulihan, tetap lakukan gerakan ringan sesuai anjuran dokter, istirahat yang cukup, dan minum obat sesuai petunjuk. Jangan memaksakan diri jika aktivitas tertentu menimbulkan rasa nyeri atau tarikan pada area operasi.
Baca juga: Operasi Kanker Payudara, Inilah Pilihan Tindakannya!
Apakah setelah Operasi Payudara Bisa Menyusui?
Ya, sebagian perempuan masih bisa menyusui setelah menjalani operasi payudara. Namun, kemampuannya bergantung pada jenis operasi, jumlah jaringan yang diangkat, apakah saluran ASI terdampak, serta apakah pasien menjalani radioterapi atau pengobatan lain. Berikut hal yang perlu kamu ketahui berdasarkan jenis tindakan dan pengobatannya.
- Setelah lumpektomi. Menyusui masih mungkin dilakukan, tetapi produksi ASI dari payudara yang dioperasi dapat berkurang, terutama jika tindakan dan radioterapi memengaruhi jaringan penghasil ASI atau salurannya.
- Setelah operasi yang tidak mengangkat banyak jaringan. Pada beberapa prosedur, kemampuan menyusui dapat tetap terjaga. Meski demikian, hasilnya bergantung pada lokasi sayatan dan jaringan yang terdampak.
- Setelah mastektomi. Jika seluruh jaringan payudara telah diangkat, payudara tersebut umumnya tidak lagi dapat menghasilkan ASI.
Selain jenis operasi, pengobatan yang sedang dijalani juga perlu diperhatikan. Kemoterapi dan obat tertentu, termasuk sebagian terapi hormon, dapat membuat menyusui tidak aman selama pengobatan. Karena itu, konsultasikan rencana menyusui dengan dokter sebelum memulai atau melanjutkannya.
Jika kamu berencana memiliki anak setelah pengobatan kanker payudara, diskusikan hal tersebut dengan dokter sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa memahami pengaruh operasi dan terapi terhadap produksi ASI serta menentukan pilihan yang sesuai untuk kamu dan bayi.
Menjalani Pemulihan Setelah Operasi Payudara secara Optimal
Pemulihan setelah operasi payudara membutuhkan waktu dan penyesuaian aktivitas. Dengan menghindari beban berat, menjaga luka, menggunakan bra yang sesuai, dan kembali berkendara pada waktu yang tepat, kamu dapat membantu proses pemulihan berjalan lebih baik.
Segera hubungi dokter jika kamu mengalami demam 38°C atau lebih, kemerahan yang meluas, nyeri atau pembengkakan yang semakin berat, perdarahan yang bertambah, luka terbuka, atau cairan bernanah maupun berbau tidak sedap. Jika muncul sesak napas atau nyeri dada mendadak, segera cari pertolongan medis darurat.
Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalami keluhan atau belum yakin kapan boleh kembali melakukan aktivitas tertentu. Pemeriksaan dan pemantauan selama masa pemulihan juga membantu tim medis mengenali masalah yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kamu dapat memanfaatkan layanan Cancer Survivorship, Maintenance & Supportive Care di Kaiser Cancer Center untuk mendapatkan pendampingan setelah pengobatan aktif, termasuk dukungan pemulihan fisik, pemantauan kesehatan, dan penanganan efek samping jangka panjang sesuai kebutuhan.
Tim medis Kaiser Cancer Center siap mendampingi perjalanan pemulihanmu dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien. Jalani masa pemulihan dengan informasi yang tepat dan pendampingan yang sesuai bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Kemoterapi Kanker Payudara: Prosedur & Risiko Efek Samping
Referensi:
- Breastory. After your breast surgery: recovery, scar care, exercises, and what to expect [Internet]. 28 Mei 2026 [diakses pada 23 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://breastory.com/patient-info/after-surgery/
- Breastcancer.org. Lumpectomy: What to Expect [Internet]. [diakses pada 23 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.breastcancer.org/treatment/surgery/lumpectomy/what-to-expect
- Cancer Research UK. What happens after breast surgery? [Internet]. 11 Juni 2026 [diakses pada 23 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/treatment/surgery/after-surgery/what-happens-after-surgery
- National Breast Cancer Foundation. 17 Must-Haves for Recovery after Mastectomy from Survivors [Internet]. [diakses pada 23 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.nationalbreastcancer.org/blog/checklist-for-recovery-after-mastectomy/
- Living Beyond Breast Cancer. Breastfeeding after treatment [Internet]. [diakses pada 23 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.lbbc.org/about-breast-cancer/side-effects/fertility/breastfeeding-after-treatment
- American Cancer Society. Pregnancy and Breastfeeding After Breast Cancer [Internet]. [diakses pada 23 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/living-as-a-breast-cancer-survivor/pregnancy-after-breast-cancer.html
- American College of Surgeons [Internet]. When to Call Your Surgeon. [diakses pada 27 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.facs.org/for-patients/the-day-of-your-surgery/breast-cancer-surgery/after-your-operation/call-your-surgeon/








