Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita. Setiap jenis memiliki karakteristik, tingkat keparahan, dan pendekatan pengobatan yang berbeda. Ada yang bersifat noninvasif dan dapat ditangani sejak dini, namun ada pula yang agresif dan memerlukan terapi intensif.
Memahami jenis kanker payudara serta ciri-ciri kanker ganas sangat penting untuk membantu dokter menentukan terapi yang paling tepat sejak awal. Berikut penjelasan lengkapnya.
Key Takeaways: Perbedaan Jenis Kanker
- Noninvasif (DCIS, LCIS): kanker stadium paling awal yang belum menyebar ke jaringan sekitar, umumnya lebih mudah ditangani dengan prognosis yang lebih baik.
- Invasif (IDC, ILC, HR-positif, TNBC, HER2-positif, Inflammatory): sudah menyebar ke jaringan payudara sekitar, kelenjar getah bening, atau organ lain, dengan tingkat keparahan yang bervariasi tergantung grade dan subtipe molekulernya.
- Langka (Penyakit Paget, Angiosarcoma, Tumor Phyllodes): jarang ditemukan, tetapi tetap memerlukan penanganan cepat dan tepat begitu terdiagnosis.
Jenis Kanker Payudara Noninvasif (Karsinoma In Situ)
Karsinoma in situ adalah istilah medis untuk kanker payudara noninvasif, yaitu kanker stadium awal yang belum menyebar ke jaringan sekitar. Meski tidak langsung mengancam jiwa, jenis ini tetap perlu ditangani agar tidak berkembang menjadi kanker invasif. Terdapat dua jenis kanker payudara noninvasif, yakni ductal carcinoma in situ dan lobular carcinoma in situ.
1. Ductal Carcinoma In Situ (DCIS)
DCIS adalah jenis kanker payudara noninvasif yang paling umum, yang tumbuh di saluran susu (duktus) dan belum menyebar ke jaringan sekitarnya. Jika tidak ditangani, DCIS dapat berkembang menjadi kanker invasif.
Penanganannya biasanya berupa operasi pengangkatan (lumpectomy atau mastektomi), terkadang disertai radioterapi, tergantung pada luas dan karakteristik selnya. Pemeriksaan seperti mammografi dapat membantu mendeteksi kanker lebih awal.
2. Lobular Carcinoma In Situ (LCIS)
Berbeda dengan DCIS, LCIS adalah jenis kanker payudara noninvasif yang berkembang di lobulus, yaitu kelenjar penghasil susu. Meski tidak selalu berkembang menjadi kanker ganas, LCIS meningkatkan risiko kanker payudara di masa depan.
Oleh karena itu, pasien umumnya disarankan menjalani pemantauan rutin oleh dokter, alih-alih langsung menjalani operasi. Beberapa ahli juga menyebut kondisi ini sebagai lobular neoplasia, yaitu pertumbuhan sel abnormal di lobulus payudara yang dapat bersifat jinak maupun berkembang menjadi ganas.
Baca juga: Jenis Pemeriksaan Kanker Payudara yang Wajib Kamu Ketahui
Jenis Kanker Payudara Invasif
Kanker payudara invasif adalah jenis kanker yang telah menyebar keluar dari tempat asalnya ke jaringan payudara sekitar, kelenjar getah bening, atau organ lain. Jenis ini cenderung lebih berbahaya dibanding karsinoma in situ dan memerlukan pengobatan yang lebih intensif.
1. Karsinoma Duktal Invasif (Invasive Ductal Carcinoma/IDC)
Karsinoma duktal invasif adalah bentuk kanker payudara invasif yang paling umum, mencakup sekitar 80% dari keseluruhan kasus kanker payudara invasif menurut Cancer Center1. Kanker ini dimulai dari saluran susu dan menyebar ke jaringan sekitarnya, serta biasanya ditandai dengan benjolan keras pada payudara.
Tingkat keparahan IDC juga diklasifikasikan berdasarkan grade histologis, dari grade 1 hingga 3. Pengobatan IDC disesuaikan dengan stadium, grade, serta status reseptor hormon dan HER2 tumor, mulai dari operasi, kemoterapi, hingga terapi target.
2. Karsinoma Lobular Invasif (Invasive Lobular Carcinoma/ILC)
Menurut data terbaru dari National Breast Cancer Coalition, rarsinoma lobular invasif adalah tipe kanker invasif kedua yang paling umum, mencakup sekitar 1 dari 10 kasus kanker payudara invasif 2. Pemeriksaan pencitraan seperti MRI diperlukan untuk mendeteksinya dengan lebih akurat, dan penanganannya umumnya serupa dengan IDC, disesuaikan dengan status reseptor hormonnya.
3. Kanker Payudara dengan Reseptor Hormon Positif
Reseptor hormon kanker payudara adalah protein pada sel kanker yang merespons hormon estrogen dan/atau progesteron untuk tumbuh. Menurut Breast Cancer Network Australia, kanker payudara dengan reseptor hormon positif justru merupakan subtipe paling umum, mencakup sekitar 70-80% dari seluruh kasus kanker payudara3.
Karena pertumbuhannya bergantung pada hormon, jenis ini umumnya ditangani dengan terapi hormon untuk kanker payudara, seperti tamoxifen atau aromatase inhibitor yang bekerja dengan memblokir efek hormon terhadap sel kanker, selain operasi dan terapi lain sesuai stadium.
Baca juga: Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Payudara
4. Triple-Negative Breast Cancer (TNBC)
TNBC adalah jenis kanker yang tidak memiliki reseptor estrogen, progesteron, maupun HER2 sehingga terapi hormonal dan terapi target HER2 tidak efektif untuk jenis ini. TNBC cenderung lebih agresif dan lebih sering menyerang wanita muda. Pengobatannya meliputi kemoterapi kanker payudara, imunoterapi, dan PARP inhibitor.
5. HER2-Positive Breast Cancer
HER2-positive breast cancer disebabkan oleh produksi berlebih protein HER2 (Human Epidermal Growth Factor Receptor 2) yang memicu pertumbuhan sel kanker. Sebaliknya, kanker yang kadar protein HER2-nya normal disebut HER2-negatif, dan biasanya ditangani berdasarkan status reseptor hormonnya alih-alih terapi target HER2.
Meski HER2-positif tergolong agresif, terapi target, seperti trastuzumab dan trastuzumab deruxtecan telah meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan, bahkan untuk kasus HER2-low.
6. Inflammatory Breast Cancer
Inflammatory breast cancer adalah jenis kanker agresif yang tidak membentuk benjolan, melainkan menyebabkan payudara tampak merah, bengkak, dan hangat. Gejalanya sering mirip infeksi sehingga diagnosis kerap terlambat. Jenis ini biasanya ditemukan pada wanita muda dan memerlukan penanganan segera berupa kombinasi kemoterapi, operasi, dan radioterapi.
Baca juga: Perbedaan SADARI dan SADANIS. Metode dan Waktunya!
Jenis Kanker Payudara yang Langka
Beberapa tipe kanker payudara lebih jarang ditemukan, tetapi berisiko tinggi apabila tidak mendapat penanganan yang tepat dan cepat.
1. Penyakit Paget (Paget's Disease)
Berbeda dari Paget's disease pada tulang, jenis ini menyerang puting dan areola. Paget's disease biasanya muncul bersama DCIS atau kanker invasif lainnya yang mendasari. Gejalanya meliputi kulit kering, gatal, mengelupas, atau keluar cairan dari puting, dan penanganannya mengikuti kondisi kanker yang mendasarinya, mulai dari operasi hingga terapi tambahan sesuai kebutuhan.
2. Angiosarcoma
Angiosarcoma berkembang di pembuluh darah atau limfatik payudara. Jenis ini sangat jarang terjadi dan tumbuh dengan cepat, kadang bahkan muncul setelah terapi radiasi. Sebagai salah satu kanker payudara yang agresif, angiosarcoma memerlukan operasi pengangkatan segera, terkadang disertai kemoterapi atau radioterapi tambahan.
3. Tumor Phyllodes
Tumor ini berasal dari jaringan ikat payudara. Kebanyakan tumor phyllodes bersifat jinak, tetapi sebagian bisa berubah menjadi ganas. Pengobatan umumnya dilakukan dengan operasi untuk mencegah risiko kekambuhan.
Baca juga: Fibrokistik Payudara: Gejala & Perbedaannya dengan Kanker Payudara
Kenali Gejala Kanker Payudara dengan Pemeriksaan Klinis
Kanker payudara terdiri dari beragam jenis dengan karakteristik dan pendekatan pengobatan yang berbeda-beda, mulai dari karsinoma in situ yang belum menyebar hingga jenis invasif dan langka yang membutuhkan penanganan lebih intensif. Memahami perbedaan ini membantu kamu lebih peka terhadap gejala dan pentingnya deteksi dini.
Lakukan Pemeriksaan Klinis di Kaiser Cancer Center untuk hasil yang akurat dan tepercaya. Mari jaga kesehatan payudara dengan #CareWithClarity.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa gejala kanker payudara stadium awal?
Gejala kanker payudara stadium awal umumnya berupa benjolan baru yang terasa keras dan biasanya tidak nyeri, perubahan bentuk atau ukuran payudara, serta perubahan pada kulit seperti munculnya lekukan. Pada tahap ini gejala sering belum terasa mengganggu, sehingga pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin penting untuk deteksi dini.
Ciri-ciri benjolan kanker payudara letaknya di mana?
Benjolan kanker payudara paling sering ditemukan di kuadran atas luar payudara, yaitu area terdekat dengan ketiak, karena wilayah ini memiliki jaringan kelenjar payudara paling banyak. Menurut data yang dihimpun Healthline, banyak kanker payudara ditemukan di area ini, meski benjolan tetap bisa muncul di bagian payudara mana pun4.
Apa perbedaan HER2 positif dan HER2 negatif?
HER2-positif berarti sel kanker memproduksi protein HER2 secara berlebihan, memicu pertumbuhan lebih cepat namun dapat ditangani dengan terapi target seperti trastuzumab. HER2-negatif berarti kadar protein HER2 normal, sehingga terapi target HER2 tidak digunakan dan penanganan disesuaikan dengan status reseptor hormonnya.
Bagaimana cara mengetahui kalau kita terkena kanker?
Kanker payudara umumnya diketahui lewat kombinasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan klinis oleh dokter, pencitraan seperti mammografi atau USG, dan biopsi untuk memastikan diagnosis. Biopsi juga sekaligus menentukan jenis kanker, grade, serta status reseptor hormon dan HER2, yang menjadi dasar penentuan rencana pengobatan.
Referensi
- Cancer Center. Invasive ductal carcinoma stages, treatment and survival rate [Internet]. [diakses September 2026]. Tersedia dari: https://www.cancercenter.com/cancer-types/breast-cancer/types/common-breast-cancer-types/invasive-ductal-carcinoma
- National Breast Cancer Coalition. New data show lobular breast cancer cases are on the rise [Internet]. [diakses September 2026]. Tersedia dari: https://www.stopbreastcancer.org/what-we-do/research/nbcc-science-spotlights/new-data-show-lobular-breast-cancer-cases-are-on-the-rise/
- Breast Cancer Network Australia. Treatments for hormone receptor-positive (HR+) breast cancer [Internet]. [diakses September 2026]. Tersedia dari: https://cms.bcna.org.au/resources/treatments/early-breast-cancer-treatment/treatments-for-hrplus-breast-cancer/
- Pietrangelo A. Where are breast cancer lumps usually found? [Internet]. Healthline; 2025 Nov 13 [diakses September 2026]. Tersedia dari: https://www.healthline.com/health/breast-cancer/where-are-breast-cancer-lumps-usually-found








