Tahukah kamu bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang penting untuk diperhatikan di Indonesia? Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah kanker serviks adalah mendapatkan vaksin HPV.
Vaksin HPV (Human Papillomavirus) bekerja dengan mencegah infeksi HPV baru yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit terkait HPV. Vaksin ini memberikan manfaat paling besar jika diberikan sebelum seseorang terpapar HPV.
Lantas, siapa saja yang dapat menerima vaksin HPV dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum vaksinasi? Simak panduan berikut.
Apa Saja Syarat Vaksin HPV?
Vaksin HPV (Human Papillomavirus) adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi HPV tipe tertentu yang dapat menyebabkan kanker serviks. Secara umum, vaksin HPV dapat diberikan kepada anak, remaja, maupun orang dewasa dalam kelompok usia yang sesuai.
Sebelum vaksinasi, dokter atau tenaga kesehatan akan mempertimbangkan usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, serta kondisi khusus seperti kehamilan atau riwayat alergi berat.
Usia Penerima Vaksin HPV
Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang terpapar HPV. Karena itu, vaksinasi rutin ditujukan terutama untuk anak dan remaja, sebelum mereka aktif secara seksual. Rekomendasi usia penerima vaksin HPV secara umum dibagi menjadi beberapa kelompok rentang usia berikut:
Usia 9–12 tahun: Vaksin HPV dapat mulai diberikan sejak usia 9 tahun. Kelompok usia ini merupakan target utama vaksinasi HPV karena vaksin paling bermanfaat bila diberikan sebelum terjadinya paparan HPV.
- Usia 15–26 tahun: Remaja hingga dewasa muda yang belum mendapatkan vaksinasi atau belum menyelesaikan seri vaksinasi dianjurkan untuk melengkapinya sesuai jadwal yang berlaku.
Usia 27–45 tahun: Vaksin HPV masih dapat diberikan pada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap. Meskipun seseorang sudah pernah berhubungan seksual, vaksin HPV tetap dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang belum pernah menginfeksinya. Namun, manfaat vaksinasi pada usia dewasa dapat berbeda pada setiap orang karena kemungkinan seseorang telah terpapar HPV sebelumnya. Karena itu, keputusan vaksinasi sebaiknya didiskusikan dengan dokter sesuai kondisi dan riwayat masing-masing.
Kondisi Tubuh Penerima Vaksin HPV
Selain usia, kondisi tubuh calon penerima vaksin HPV juga harus diperhatikan, mulai dari kesehatan secara umum hingga kondisi khusus yang mungkin memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Berikut adalah syarat sebelum vaksin HPV yang berkaitan dengan kondisi tubuh:
Sehat dan tidak sedang sakit berat: Jika sedang mengalami demam tinggi, infeksi berat, atau sakit sedang hingga parah, sebaiknya tunda vaksinasi sampai kondisi pulih. Sementara itu, penyakit ringan seperti pilek umumnya bukan alasan untuk menunda vaksinasi.
- Tidak sedang hamil: Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Jika baru tahu hamil setelah dosis pertama, tunda dosis berikutnya hingga persalinan selesai.
- Tidak ada riwayat alergi berat (anafilaksis): Jangan menerima vaksin jika pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis vaksin HPV sebelumnya atau terhadap komponen vaksin. Pada vaksin HPV 9-valen seperti Gardasil 9, riwayat hipersensitivitas berat terhadap ragi (yeast) juga perlu diperhatikan.
- Ibu menyusui: Umumnya aman diberikan, namun tetap disarankan berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.
Memiliki gangguan pembekuan darah atau menggunakan obat pengencer darah: Beri tahu dokter atau petugas vaksinasi sebelum penyuntikan agar dapat dilakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko perdarahan atau memar.
Baca juga: Cara Cek Kanker Serviks Sendiri, Cegah Risiko Sejak Dini!
Apakah Orang Dewasa di Atas 26 Tahun Boleh Mendapatkan Vaksin HPV?
Orang dewasa berusia 27–45 tahun masih dapat menerima vaksin HPV. Namun, vaksinasi pada kelompok usia ini tidak direkomendasikan secara rutin untuk semua orang. Keputusan untuk melakukan vaksinasi sebaiknya didiskusikan bersama dokter dengan mempertimbangkan kemungkinan paparan HPV baru dan manfaat vaksinasi bagi masing-masing individu.
Mengapa manfaat vaksin dapat lebih kecil pada usia dewasa?
Vaksin HPV bersifat preventif: Vaksin membantu mencegah infeksi HPV baru, tetapi tidak mengobati infeksi HPV yang sudah ada.
- Sebagian orang dewasa sudah pernah terpapar HPV: Namun, pernah terpapar satu tipe HPV bukan berarti seseorang sudah terpapar semua tipe HPV yang ditargetkan oleh vaksin. Karena itu, vaksin masih dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV lain yang belum pernah menginfeksi seseorang.
- Peluang mendapatkan manfaat berbeda pada setiap individu: Seseorang yang telah terpapar HPV tertentu masih mungkin memperoleh perlindungan terhadap tipe HPV lain yang tercakup dalam vaksin dan belum pernah menginfeksinya. Namun, secara populasi, manfaat tambahan vaksinasi pada kelompok usia dewasa lebih kecil dibandingkan jika vaksin diberikan sebelum terjadinya paparan HPV.
Batas izin dan uji klinis: Dilansir dari studi oleh Boitano dkk. dalam jurnal Obstetrics and Gynecology, badan pengawas obat internasional (seperti FDA di Amerika Serikat) dan lembaga kesehatan membatasi pemberian vaksin HPV (seperti Gardasil 9) hanya sampai usia 45 tahun1. Sebab, uji klinis berskala besar umumnya tidak menunjukkan bukti manfaat tambahan yang signifikan bagi kelompok populasi di atas usia tersebut.
Apakah Wanita yang Belum Berhubungan Seksual Boleh Vaksin HPV?
Wanita yang belum berhubungan seksual boleh dan sangat dianjurkan mendapatkan vaksin HPV sesuai kelompok usia yang direkomendasikan. Justru, pemberian vaksin pada kelompok ini dinilai sangat bermanfaat dan efektif untuk mencegah infeksi HPV di kemudian hari.
Lalu, bagaimana dengan wanita yang sudah menikah? Kelompok ini juga boleh mendapatkan vaksin HPV selama memenuhi persyaratan. Pernah berhubungan seksual bukan berarti seseorang telah terinfeksi semua tipe HPV yang tercakup dalam vaksin sehingga vaksinasi masih dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang belum pernah menginfeksinya.
Syarat vaksin HPV untuk yang sudah menikah umumnya adalah tidak sedang hamil dan tidak melebihi usia 45 tahun. Namun, sebelum mendapatkan vaksin, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Baca juga: Kapan Deteksi Dini Kanker Serviks? Ini Jenis Metode dan Manfaatnya!
Memenuhi Persyaratan Vaksin HPV untuk Perlindungan yang Optimal
Vaksin HPV merupakan salah satu langkah untuk membantu mencegah infeksi HPV dan penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut. Sebelum mendapatkan vaksin, penting untuk mengetahui jadwal dan jumlah dosis yang sesuai dengan usia, jenis vaksin, riwayat vaksinasi, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai vaksin HPV atau jadwal vaksinasi, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter di Kaiser Cancer Center akan memberikan rekomendasi vaksinasi yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Setelah vaksin HPV, kamu bisa melakukan pemeriksaan serviks secara rutin melalui layanan Skrining & Deteksi Dini Kanker sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks. Dengan memanfaatkan Promo Skrining Kesehatan Kandungan dan Kanker Serviks, kamu akan mendapatkan paket yang mencakup layanan pemeriksaan lengkap, mulai dari konsultasi medis, pemeriksaan ginekologi, Pap smear, hingga HPV DNA.
Yuk, ambil selangkah lebih depan dalam menjaga kesehatan reproduksimu dan wujudkan perlindungan maksimal sejak dini bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Keputihan Tanda Kanker Serviks? Inilah Ciri yang Perlu Diwaspadai
Referensi:
- Boitano TK, Ketch PW, Scarinci IC, Huh WK. An Update on Human Papillomavirus Vaccination in the United States. Obstet Gynecol. 2023 Feb 1;141(2):324-330. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000005056
- American Cancer Society. HPV Vaccines [Internet]. [Diakses pada 14 September 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/risk-prevention/hpv/hpv-vaccines.html
- Li M, Zhao F, Yin R, Wang X, Cong Q, et al. Guidelines for the Clinical Application of Prophylactic Human Papillomavirus (HPV) Vaccines in China (2025 edition). Gynecol Obstet Clin Med. 2025 Sep 18;5(3):e000285. Diakses dari: https://gocm.bmj.com/content/5/3/e000285
- Memorial Sloan Kettering Cancer Center. HPV Vaccine Age Limit: You Might Not Be Too Old — What You Should Know [Internet]. [Diakses pada 14 September 2026]. Diakses dari: https://www.mskcc.org/news/think-you-re-too-old-get-hpv-vaccine-prevent-cancer-maybe-not
- Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination Recommendations [Internet]. [Diakses pada 14 September 2026]. Diakses dari: https://restoredcdc.org/www.cdc.gov/vaccines/vpd/hpv/hcp/recommendations.html








