Pernahkah kamu merasakan benjolan di payudara yang disertai nyeri atau pembengkakan? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda abses payudara.
Abses payudara adalah penumpukan nanah di jaringan payudara akibat infeksi, yang umumnya menyebabkan benjolan terasa nyeri dan kulit di sekitarnya mengalami perubahan.
Karena gejalanya mirip dengan masalah kesehatan payudara lainnya, pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG payudara dapat membantu mengevaluasi kondisi payudara dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, yuk pahami ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi abses payudara agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Abses Payudara?
Abses payudara merupakan kondisi ketika terbentuk kantong berisi nanah di dalam jaringan payudara akibat infeksi. Nanah terbentuk sebagai bagian dari respons tubuh terhadap infeksi dan dapat menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri.
Kondisi ini sering terjadi akibat komplikasi mastitis, yaitu peradangan jaringan payudara. Namun, tidak semua kasus mastitis akan berkembang menjadi abses.
Abses payudara umumnya dapat ditangani dengan baik melalui pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Penanganan sejak awal juga membantu mengurangi keluhan dan mengurangi infeksi bertambah parah.
Apa Penyebab Abses Payudara?
Penyebab abses payudara umumnya adalah infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Pada beberapa kasus, infeksi juga dapat melibatkan jenis bakteri lainnya.
Selain infeksi bakteri, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko terbentuknya abses payudara:
- Mastitis: Peradangan payudara yang disertai infeksi dapat berkembang menjadi abses.
- Masalah saat menyusui: Gangguan aliran ASI dan peradangan yang tidak tertangani dapat berkaitan dengan terjadinya mastitis, yang pada sebagian kasus berkembang menjadi abses.
- Merokok: Kebiasaan ini berkaitan dengan peningkatan risiko abses payudara, terutama pada wanita yang tidak menyusui.
- Diabetes: Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.
- Tindik atau luka pada puting: Luka dapat menjadi jalan masuk bakteri ke jaringan payudara.
Selain itu, riwayat abses sebelumnya juga dapat meningkatkan risiko kondisi serupa muncul kembali.
Ciri-Ciri Abses Payudara
Ciri-ciri abses payudara biasanya muncul pada salah satu payudara, meskipun tingkat keluhannya bisa berbeda pada setiap orang.
Beberapa gejala yang perlu kamu kenali meliputi:
Benjolan atau pembengkakan pada payudara yang terasa nyeri.
- Kulit payudara tampak kemerahan dan terasa hangat.
- Nyeri ketika payudara disentuh atau saat menyusui.
- Demam, menggigil, atau tubuh terasa kurang sehat.
Keluarnya cairan atau nanah dari puting maupun lubang pada kulit di area payudara.
Tidak semua gejala muncul bersamaan. Jika kamu mengalami benjolan yang terasa nyeri, terutama disertai demam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Baca juga: Ini Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Jika Ada Benjolan di Payudara
Perbedaan Mastitis dan Abses Payudara
Mastitis dan abses payudara sama-sama dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, serta pembengkakan. Namun, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Mastitis adalah peradangan jaringan payudara yang dapat terjadi dengan atau tanpa infeksi bakteri. Penanganannya meliputi perawatan untuk mengurangi peradangan dan antibiotik jika terdapat infeksi bakteri.
Sementara itu, abses payudara terjadi ketika infeksi menyebabkan terbentuknya kantong nanah. Kondisi ini sering memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanah, bukan hanya pengobatan dengan antibiotik.
Dengan memahami perbedaannya, kita dapat mengetahui mengapa pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Bagaimana Abses Payudara Didiagnosis?
Diagnosis abses payudara dimulai dengan wawancara medis mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang kamu alami. Dokter kemudian memeriksa area payudara untuk menilai benjolan, pembengkakan, serta perubahan kulit.
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan berikut:
- USG payudara: Menggunakan gelombang suara untuk melihat apakah benjolan berisi cairan atau nanah.
- Mammografi: Pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mengevaluasi jaringan payudara apabila terdapat indikasi medis tertentu, misalnya untuk menilai kelainan lain yang dicurigai atau mencari penyebab benjolan yang belum jelas.
- Biopsi: Pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan laboratorium jika ditemukan kelainan yang mencurigakan atau diagnosis belum jelas.
USG umumnya menjadi pemeriksaan pencitraan utama ketika dokter mencurigai adanya abses. Mammografi dan biopsi tidak diperlukan pada setiap kasus, tetapi dapat dipertimbangkan berdasarkan usia, kondisi klinis, hasil pencitraan, dan respons terhadap pengobatan.
Pemeriksaan lebih lanjut sangat penting jika benjolan tidak membaik setelah penanganan, sering muncul kembali, atau disertai perubahan kulit yang mencurigakan.
Bagaimana Cara Mengobati Abses Payudara?
Pengobatan abses payudara bertujuan mengatasi infeksi sekaligus mengeluarkan penumpukan nanah. Beberapa metode yang dapat dilakukan meliputi:
- Antibiotik: Diberikan sesuai kebutuhan untuk mengatasi infeksi bakteri berdasarkan penilaian dokter.
- Aspirasi jarum: Prosedur mengeluarkan nanah menggunakan jarum, biasanya dengan bantuan USG.
- Operasi abses payudara: Tindakan membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah, terutama jika abses berukuran besar atau tidak membaik setelah aspirasi.
Lalu, apakah ada cara menyembuhkan abses payudara tanpa operasi? Pada beberapa kasus, abses dapat ditangani melalui aspirasi jarum tanpa operasi sayatan bedah.
Namun, antibiotik atau perawatan rumahan saja umumnya tidak cukup untuk mengatasi penumpukan nanah yang sudah terbentuk. Dokter akan menentukan metode pengobatan berdasarkan ukuran, lokasi, dan kondisi abses.
Apakah Abses Payudara Dapat Menjadi Kanker Payudara?
Abses payudara bukanlah kanker dan umumnya disebabkan oleh infeksi, bukan proses keganasan. Kondisi ini terjadi akibat infeksi yang menimbulkan penumpukan nanah di jaringan payudara.
Namun, beberapa gejala abses payudara, seperti benjolan, pembengkakan, dan perubahan pada kulit, juga dapat ditemukan pada masalah kesehatan payudara lainnya, termasuk kanker payudara.
Oleh karena itu, jika benjolan tidak kunjung membaik setelah pengobatan atau sering muncul kembali, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Dengan begitu, penyebab keluhan dapat diketahui dan kamu bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.
Periksakan Benjolan dan Nyeri Payudara untuk Mendapatkan Penanganan yang Tepat
Abses payudara umumnya dapat diatasi dengan penanganan medis yang sesuai. Namun, mengenali gejalanya saja belum cukup untuk memastikan penyebab benjolan atau nyeri pada payudara.
Jika kamu mengalami benjolan, nyeri, atau perubahan yang tidak biasa pada payudara, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Melalui layanan Pemeriksaan Diagnostik Kaiser Cancer Center, kamu bisa menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan untuk mengetahui penyebab keluhan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Yuk, lebih peduli terhadap kesehatan payudaramu dengan melakukan pemeriksaan yang tepat bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Terapi Target Kanker Payudara: Keunggulan, Jenis dan Efeknya.
Referensi:
- National Health Service. Breast abscess [Internet]. NHS; [diakses 2026 Oct 25]. Tersedia dari: https://www.nhs.uk/conditions/breast-abscess/
- Peifer H, Tomlinson-Hansen SE, Le JK. Breast abscess. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 [diakses 2026 Oct 25]. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459122/
- Healthline. Breast abscess [Internet]. Tersedia dari: https://www.healthline.com/health/breast-abscess
- Exon Publications. Breast abscess: causes, symptoms, treatment, recovery, and when to seek help [Internet]. 2025 [updated 2026 May 8]. Tersedia dari: https://exonpublications.com/index.php/exon/article/view/breast-abscess-causes-symptoms-diagnosis-treatment-when-to-seek-help
- Devanabanda B, Shah A, Shafeek M, Salvador M. The breast cancer that wasn't: breast abscess mimicking malignancy. Radiol Case Rep. 2025;20(1):201–204. doi:10.1016/j.radcr.2024.09.120.








