Seperti yang kita ketahui, kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang bekerja dengan menghancurkan sel-sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel kanker dan beberapa sel sehat.
Namun, berbeda dengan kemoterapi, terapi target bekerja dengan mengenali dan menghambat molekul atau jalur biologis tertentu yang berperan dalam pertumbuhan serta penyebaran sel kanker. Dengan pendekatan yang lebih spesifik, terapi ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan pada sel-sel sehat di sekitarnya.
Pada kasus kanker payudara, terapi target dapat dilakukan melalui penggunaan obat-obatan tertentu yang menargetkan biomarker atau perubahan molekuler tertentu pada sel kanker. Dengan demikian, terapi target kanker payudara bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan yang efektif dan tepat sasaran. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Terapi Target Kanker Payudara?
Terapi target kanker payudara adalah jenis pengobatan yang menggunakan obat-obatan untuk menargetkan molekul atau protein tertentu yang berperan dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Karena bekerja secara lebih spesifik, terapi ini diharapkan dapat meminimalkan kerusakan pada sel-sel sehat di sekitarnya.
Berbeda dengan kemoterapi konvensional yang menyerang semua sel yang membelah dengan cepat (termasuk sel sehat), terapi target bekerja dengan cara menghambat jalur biologis tertentu yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh, membelah, dan bertahan hidup.
Pada kanker payudara, salah satu target yang paling dikenal adalah protein HER2 (Human Epidermal Growth Factor Receptor 2), yang ditemukan pada banyak kasus kanker payudara.
Selain HER2, terdapat pula terapi target yang ditujukan untuk perubahan molekuler lain pada kanker payudara, seperti mutasi PIK3CA, mutasi BRCA1/BRCA2, atau protein CDK4/6 pada kanker payudara hormon reseptor positif (HR-positif).
Jenis-Jenis Terapi Target Berdasarkan Subtipe Kanker Payudara
Terapi target kanker payudara dipilih berdasarkan profil molekuler atau biomarkeryang dimiliki oleh sel kanker. Oleh karena itu, tidak semua pasien akan mendapatkan jenis terapi target yang sama. Berikut adalah beberapa jenis terapi target kanker payudara berdasarkan subtipe kanker payudara.
1. Terapi Target Kanker Payudara HER2 Positif
HER2 adalah protein yang berperan dalam mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel. Pada beberapa pasien, HER2 diproduksi secara berlebihan sehingga memicu pertumbuhan dan pembelahan sel yang lebih cepat. Kondisi ini disebut dengan kanker payudara HER2 positif.
Pada pasien dengan HER2-positif, terapi target bekerja dengan menghambat aktivitas protein HER2 atau memblokir sinyal yang mendorong pertumbuhan sel kanker. Dengan demikian, pertumbuhan dan penyebaran kanker dapat dikendalikan secara lebih efektif.. Berikut adalah beberapa contoh obat terapi target kanker payudara HER2 positif:
- Lapatinib.
- Margetuximab.
- Neratinib.
- Pertuzumab.
- Trastuzumab.
- Kombinasi pertuzumab, trastuzumab, dan hyaluronidase-zzxf.
- Tucatinib.
- Kombinasi trastuzumab dan hyaluronidase-oysk.
- Trastuzumab deruxtecan.
Pemilihan obat akan disesuaikan dengan stadium kanker, riwayat pengobatan sebelumnya, serta kondisi klinis pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan mendalam menjadi langkah penting sebelum terapi target diberikan.
2. Terapi Target Kanker Payudara HER2 Negatif
Meskipun terapi target paling dikenal untuk kanker payudara HER2-positif, pendekatan ini juga dapat digunakan pada kanker payudara HER2-negatif, asalkan terdapat biomarker atau perubahan molekuler tertentu yang dapat menjadi target pengobatan.
Terapi target dapat diberikan pada berbagai tahap pengobatan, antara lain:
Sebelum operasi (terapi neoadjuvan) untuk membantu mengecilkan ukuran tumor.
- Setelah operasi (terapi adjuvan) untuk membantu menurunkan risiko kekambuhan dengan mengatasi sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal.
- Sebagai terapi utama pada kanker payudara stadium lanjut atau metastatik, terutama jika operasi bukan merupakan pilihan yang tepat.
Adapun contoh obat terapi target kanker payudara HER2 negatif antara lain:
- CDK4/6 inhibitors.
- mTOR inhibitor, seperti everolimus.
- PI3K inhibitor, seperti alpelisib.
- AKT inhibitor, seperti capivasertib.
- PARP inhibitors.
- Angiogenesis inhibitors.
Selain obat-obatan yang telah tersedia, berbagai target terapi baru juga masih terus diteliti, termasuk terapi yang menargetkan regulasi siklus sel (cell cycle) dan sel punca kanker payudara (breast cancer stem cells).
Perlu diketahui bahwa kedua istilah tersebut bukan merupakan nama obat, melainkan area penelitian yang diharapkan dapat menghasilkan terapi target baru di masa mendatang.
3. Terapi Target Kanker Payudara BRCA Positif
BRCA merupakan singkatan dari BReast Cancer gene yang terdiri dari dua gen, yaitu BRCA1 dan BRCA2. Gen ini berperan penting dalam memperbaiki kerusakan DNA dalam sel-sel tubuh kita. Jika terjadi perubahan atau mutasi pada gen ini, maka kerusakan DNA tidak dapat diperbaiki dengan baik sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
Berikut adalah obat terapi target untuk menangani kanker payudara BRCA positif:
- Olaparib.
- Talazoparib.
4. Terapi Target Kanker Payudara Triple Negatif
Kanker payudara triple negatif (Triple-Negative Breast Cancer/TNBC) dikenal sulit diobati karena tidak memiliki reseptor utama, yaitu estrogen (ER), progesteron (PR), dan HER2.
Namun, studi oleh Jacobs, A.T., et al. (2022) dalam jurnal Biochemical Pharmacology menyebutkan bahwa terdapat dua pendekatan terapi target yang cukup menjanjikan1, yakni:
- TROP2 antibody-drug conjugates (ADC): Terapi ini menggabungkan prinsip antibodi monoklonal (komponan dalam terapi target) dan kemoterapi yang sangat kuat. Antibodi dirancang khusus untuk mendeteksi protein TROP-2 yang banyak ditemukan di sel kanker payudara. Setelah menempel, sistem ini akan masuk ke dalam sel dan melepaskan obat kemoterapi langsung ke sumbernya sehingga menghancurkan sel kanker dengan lebih terarah dan meminimalkan paparan pada sel sehat. Salah satu contoh obat dalam kelompok ini adalah sacituzumab govitecan.
- Immune checkpoint inhibitors (imunoterapi): Alih-alih menyerang sel kanker secara langsung seperti terapi target lainnya, imunoterapi memperkuat kemampuan sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan sel kanker. Pendekatan ini bekerja dengan cara "membuka blokir" sistem imun tubuh karena sel kanker sering kali dapat bersembunyi dari serangan sel imun. Dengan obat ini, sistem imun pasien bisa mengenali dan menyerang sel kanker.
Hal ini didukung dengan hasil studi terbaru oleh Tolaney S. M., et al. (2026) dalam The New England Journal of Medicine. Studi tersebut menunjukkan bahwa kombinasi ADC (sacituzumab govitecan) dengan imunoterapi (pembrolizumab) semakin diandalkan sebagai lini pertama untuk menghadapi kasus metastasis karena terbukti meningkatkan angka harapan hidup pasien secara signifikan2.
Baca jugta: Jenis Pengobatan Kanker Payudara dan Efek Sampingnya!
Efek Samping Terapi Target Kanker Payudara
Setiap jenis terapi target memiliki potensi efek samping yang berbeda-beda, tergantung pada obat yang digunakan. Namun, beberapa efek samping umum yang sering dialami oleh pasien kanker payudara adalah sebagai berikut:
- Kelelahan ekstrem.
- Diare.
- Mual dan muntah.
- Ruam kulit.
- Penipisan rambut.
- Sariawan.
- Peningkatan kadar gula darah.
Selain efek samping di atas, beberapa obat terapi target juga dapat menimbulkan efek samping yang lebih spesifik. Misalnya, terapi anti-HER2 dapat memengaruhi fungsi jantung sehingga memerlukan pemantauan berkala, sedangkan inhibitor CDK4/6 dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih (neutropenia).
Oleh karena itu, pasien perlu menjalani kontrol rutin agar efek samping dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Baca juga: 9 Pantangan Makanan untuk Penderita Kanker Payudara
Pengobatan Kanker Payudara secara Lebih Presisi
Menghadapi kanker payudara memang bukan perjalanan yang mudah. Namun, kehadiran terapi target membawa secercah harapan baru bagi pasien dengan memberikan pengobatan yang lebih presisi.
Namun, setiap pasien memiliki karakteristik kanker yang berbeda sehingga pendekatan pengobatan yang tepat perlu disesuaikan melalui pemeriksaan dan konsultasi menyeluruh bersama tim medis yang berpengalaman. Dalam hal ini, dokter akan mempertimbangkan jenis terapi target yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Di Kaiser Cancer Center, layanan Terapi Target dirancang dengan pendekatan yang dipersonalisasi, di mana tim multidisiplin akan bekerja sama untuk menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien secara menyeluruh.
Jadi, jangan ragu untuk mengonsultasikan kondisimu dengan dokter dan temukan langkah pengobatan yang tepat bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Frequently Asked Questions (FAQs)
1. Bagaimana terapi target diberikan?
Secara umum, terapi target dapat diberikan melalui mulut (oral) atau disuntikkan ke pembuluh darah vena, tergantung pada jenis obat yang digunakan.
2. Berapa biaya terapi target kanker payudara?
Biaya terapi ini cukup bervariasi, tergantung pada jenis obat, jumlah siklus pengobatan, lokasi, serta fasilitas kesehatan tempat kamu menjalani pengobatan. Untuk mengetahui estimasi biaya yang akurat sesuai kondisi setiap pasien, dianjurkan untuk berkonsultasi langsung dengan tim medis di Kaiser Cancer Center.
3. Apakah terapi target ditanggung BPJS?
Ya, terapi target untuk kanker payudara ditanggung oleh BPJS Kesehatan dengan syarat dan batasan yang ketat. Misalnya, dilansir dari Formularium Nasional (Fornas), obat terapi target trastuzumab memiliki batasan berikut:
- Jika terapi target diberikan bersama dengan kemoterapi, BPJS hanya menanggung trastuzumab sampai siklus ke-18.
- Jika terapi target diberikan untuk kanker payudara metastatik, BPJS hanya menanggung biayanya sampai siklus ke-8 atau saat kanker menunjukkan tanda progresi, tergantung mana yang lebih dulu terjadi.
Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!
Referensi:
- Jacobs, A. T., et al. Targeted Therapy for Breast Cancer: An Overview of Drug Classes and Outcomes. Biochemical Pharmacology. 2022;204:2–26. https://doi.org/10.1016/j.bcp.2022.115209
- Tolaney, S. M., et al. Sacituzumab Govitecan plus Pembrolizumab for Advanced Triple-Negative Breast Cancer. N Engl J Med. 2026;394(4). https://doi.org/10.1056/NEJMoa2508959
- Schulman, J.S. Breaking Down the Treatment Options for HER2-Negative Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 10 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.healthline.com/health/breast-cancer/her2-negative-breast-cancer-treatment
- National Cancer Institute. Targeted Therapy for Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 10 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.gov/types/breast/treatment/targeted-therapy
- Macmillan Cancer Support. Triple Negative Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 10 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/breast-cancer/triple-negative-breast-cancer
- National Breast Cancer Foundation, INC. BRCA: The Breast Cancer Gene [Internet]. [Diakses pada 10 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.nationalbreastcancer.org/what-is-brca/
- An, J., et al. New Advances in Targeted Therapy of HER2-Negative Breast Cancer. Front Oncol. 2022;12. https://doi.org/10.3389/fonc.2022.828438
- Kemenkes E-Fornas. Daftar Obat Fornas [Internet]. [Diakses pada 13 Juli 2026]. Diakses dari: https://e-fornas.kemkes.go.id/guest/daftar-obat
- National Cancer Institute. Targeted Therapy to Treat Cancer [Internet]. [Diakses pada 13 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/targeted-therapies








