Logo

Tes HPV DNA: Pemeriksaan untuk Mendeteksi Risiko Kanker Serviks

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
Diagnosis & Screening

HPV (Human Papillomavirus) adalah virus yang sangat umum dan terutama ditularkan melalui kontak seksual, termasuk kontak kulit-ke-kulit di area genital. Sebagian besar infeksi HPV sebenarnya tidak menimbulkan masalah kesehatan dan dapat dibersihkan dengan sendirinya oleh sistem kekebalan tubuh.

Namun, beberapa tipe HPV tergolong berisiko tinggi. Jika infeksinya menetap dalam jangka waktu lama, virus ini bisa memicu kanker serviks. Oleh karena itu, tes HPV DNA hadir sebagai alat deteksi dini yang efektif untuk mendeteksi keberadaan virus HPV berisiko tinggi.

Deteksi dini ini memungkinkan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan segera mengambil tindakan yang diperlukan sebelum berkembang menjadi kanker. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tes HPV DNA, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Tes HPV DNA?

Tes HPV DNA adalah pemeriksaan laboratorium yang digunakan dalam skrining kanker serviks untuk mendeteksi materi genetik (DNA) dari tipe HPV berisiko tinggi pada sampel sel leher rahim (serviks). Sampel diambil menggunakan alat khusus dari area leher rahim, kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

Perlu dipahami, HPV bukan hanya satu jenis virus, melainkan kelompok besar virus yang terdiri dari lebih dari 200 tipe berbeda1. Tipe-tipe tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagian tergolong HPV risiko rendah yang mungkin hanya menyebabkan kutil kelamin, sementara sebagian lainnya adalah HPV risiko tinggi yang berpotensi memicu kanker serviks.

Mengapa Tes HPV DNA Sangat Penting?

Hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap di tubuh dalam jangka panjang. Tantangan terbesarnya adalah infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.

Untuk itu, tes HPV DNA membantu mendeteksi keberadaan virus berisiko tinggi bahkan sebelum terjadi perubahan bentuk sel.

Dengan mengetahui adanya infeksi sejak dini, dokter dapat menentukan apakah pasien memerlukan pemantauan berkala atau pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi perubahan prakanker sebelum berkembang menjadi kanker. 

Catatan: Hasil tes HPV DNA positif tidak berarti seseorang telah terkena kanker serviks, melainkan menunjukkan adanya infeksi HPV berisiko tinggi yang perlu dievaluasi lebih lanjut sesuai usia, hasil pemeriksaan lain, dan pedoman skrining yang berlaku.

Siapa yang Perlu Menjalani Tes HPV DNA?

Pemeriksaan HPV DNA umumnya dilakukan sebagai bagian dari skrining rutin kanker serviks, bukan sebagai pemeriksaan wajib yang harus dijalani semua orang tanpa terkecuali. Beberapa kelompok yang biasanya disarankan menjalani tes ini antara lain:

  • Wanita berusia 30–65 tahun setiap 5 tahun sekali jika hasil tes HPV DNA atau tes kombinasi (co-testing HPV + Pap smear) sebelumnya normal.

  • Wanita dengan hasil Pap smear abnormal (misalnya ditemukan kelainan sel tanpa kepastian penyebab).
  • Pasien yang memerlukan tindak lanjut atas rekomendasi dokter berdasarkan riwayat kesehatan reproduksi sebelumnya.

Perlu dicatat, usia mulai, metode, dan frekuensi skrining dapat berbeda tergantung pada pedoman yang dipakai serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Oleh karena itu, cara paling tepat untuk mengetahui kapan dan seberapa sering kamu perlu dites adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter.

Baca juga: Kapan Deteksi Dini Kanker Serviks? Ini Jenis Metode dan Manfaatnya!

Bagaimana Prosedur Tes HPV DNA Dilakukan?

Prosedur pengambilan sampel tes HPV DNA tergolong singkat dan sederhana. Saat ini terdapat dua metode pengambilan sampel, yakni dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dilakukan secara mandiri.

1. Pengambilan Sampel oleh Tenaga Kesehatan

Ini adalah cara yang paling umum dilakukan di fasilitas kesehatan. Berikut prosedur pengambilan sampel yang umum dilakukan oleh tenaga kesehatan:

  1. Pasien akan diminta berbaring di meja periksa dengan posisi kaki ditekuk dan disangga yang memungkinkan dokter memeriksa area serviks.
  2. Dokter kemudian memasukkan alat bernama spekulum ke dalam vagina agar serviks dapat terlihat jelas.
  3. Tenaga kesehatan menggunakan sikat atau swab  kecil yang lembut untuk mengusap dan mengambil sampel sel dari permukaan serviks.
  4. Sampel tersebut lalu dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

2. Pengambilan Sampel secara Mandiri (HPV Self-Sampling)

Pada sejumlah layanan kesehatan, kini tersedia pula opsi tes HPV mandiri yang memungkinkan pasien mengambil sendiri sampel dari vagina menggunakan alat yang disediakan. Berikut adalah prosedurnya:

  1. Pasien menerima perangkat pengambilan sampel beserta petunjuk penggunaannya dari fasilitas kesehatan tertentu.
  2. Pengambilan sampel bisa dilakukan di rumah atau di klinik yang menyediakan layanan tersebut.
  3. Ambil sampel dengan cara memasukkan swab secara perlahan ke dalam vagina, lalu putar swab dengan lembut sesuai instruksi untuk mengumpulkan sampel cairan dan sel dari dinding vagina.
  4. Simpan sampel sesuai petunjuk, lalu serahkan ke tenaga kesehatan atau laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Cara Membaca Hasil Tes HPV DNA

Hasil tes HPV DNA umumnya dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu negatif atau positif terhadap HPV berisiko tinggi. Berikut masing-masing penjelasannya:

  • Negatif: Tidak terdeteksi DNA dari tipe HPV berisiko tinggi pada sampel yang diperiksa. Artinya, risiko kanker serviks saat ini tergolong rendah. Pasien biasanya dapat melanjutkan skrining sesuai interval yang direkomendasikan.

  • Positif: Terdeteksi materi genetik dari satu atau lebih tipe HPV berisiko tinggi pada sampel sel serviks. Namun, bukan berarti pasien pasti menderita kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi infeksi yang menetap perlu dipantau karena dapat meningkatkan risiko perubahan prakanker. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai kondisi sel serviks dan menentukan apakah diperlukan pemantauan atau pemeriksaan lanjutan, seperti kolposkopi atau biopsi.

Apa Perbedaan Pap Smear dan Tes HPV DNA?

Pap smear dan tes HPV DNA merupakan metode deteksi dini kanker serviks yang telah banyak digunakan. Meskipun sering digunakan secara bersamaan (co-testing), keduanya memiliki perbedaan mendasar, yaitu:

Aspek

Tes HPV DNA

Pap Smear

Objek pemeriksaan

DNA HPV berisiko tinggi.

Perubahan/kelainan sel serviks.

Tujuan utama

Mendeteksi infeksi HPV berisiko tinggi.

Menemukan perubahan sel abnormal.

Hubungan dengan kanker serviks

Mengidentifikasi faktor penyebab utama risiko kanker (infeksi HPV berisiko tinggi).

Mengidentifikasi perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker.

Hasil positif

Menunjukkan HPV berisiko tinggi ditemukan.

Menunjukkan adanya perubahan sel.

Selain itu, studi oleh Aurora dan Dwiza dalam Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases menunjukkan bahwa pemeriksaan HPV DNA memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional seperti sitologi (Pap smear)2.

Meski demikian, tes HPV DNA dan Pap smear memiliki fungsi yang berbeda dan dapat saling melengkapi. Tes HPV DNA mendeteksi keberadaan virus penyebab utama kanker serviks, sedangkan Pap smear melihat apakah terjadi perubahan bentuk dan karakteristik sel serviks yang dapat menunjukkan adanya lesi prakanker atau kanker. 

Pada kondisi tertentu, keduanya dapat digunakan bersama sebagai co-testing atau digunakan secara berurutan sebagai bagian dari strategi skrining dan tindak lanjut sehingga dokter memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai risiko serta kondisi serviks pasien.

Baca juga: Hasil Pap Smear: Lama Hasil Keluar dan Akurasinya

Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Tes HPV DNA

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang bisa dicegah melalui skrining dan penanganan lesi prakanker sejak dini. Karena infeksi HPV umumnya tidak bergejala, menunggu timbulnya keluhan bukanlah langkah yang bijak.

Oleh karena itu, jadikan skrining kesehatan reproduksi sebagai bagian dari proteksi diri. Kaiser Cancer Center menghadirkan layanan Skrining & Deteksi Dini Kanker yang mencakup tes HPV DNA dan Pap smear.

promo skrining serviks

Kamu bisa memanfaatkan Promo Skrining Kesehatan Kandungan dan Kanker Serviks untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap yang sesuai dengan kebutuhan, mulai dari konsultasi medis, pemeriksaan ginekologi, Pap smear, hingga tes HPV DNA.

Untuk memilih metode pemeriksaan yang paling cocok dengan usia serta kondisimu saat ini, kamu bisa berkonsultasi secara gratis dengan dokter di Kaiser Cancer Center terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan rekomendasi pemeriksaan yang tepat.

Jadi, jangan tunggu hingga gejala muncul dan pastikan kesehatan serviksmu dengan skrining secara rutin bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Vaksin Kanker Serviks: Manfaat, Jenis, dan Cara Kerjanya

Referensi:

  1. Okunade KS, Adejimi AA, John-Olabode SO, Oshodi YA, Oluwole AA. An Overview of HPV Screening Tests to Improve Access to Cervical Cancer Screening Amongst Underserved Populations: From Development to Implementation. Risk Manag Healthc Policy. 202;15:1823-1830. https://doi.org/10.2147/RMHP.S296914
  2. Aurora WID, Dwiza M. HPV DNA Testing in Cervical Cancer Screening: Challenges, Opportunities, and Future Directions. Electronic Journal Scientific of Environmental Health and Diseases (E-SEHAD). 2025;5(1):42-53. https://doi.org/10.22437/e-sehad.v5i2.41351
  3. MedlinePlus. Human Papillomavirus (HPV) Test [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://medlineplus.gov/lab-tests/human-papillomavirus-hpv-test/
  4. Canadian Cancer Society. Human Papillomavirus (HPV) Test [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://cancer.ca/en/treatments/tests-and-procedures/human-papillomavirus-hpv-test
  5. American Cancer Society. The HPV Test [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/detection-diagnosis-staging/screening-tests/hpv-test.html 
A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.