Pernah dengar kalau gorengan atau minuman manis bisa meningkatkan risiko kanker serviks? Lalu, benarkah makanan sehari-hari punya pengaruh terhadap penyakit ini? Jika ya, apa saja makanan penyebab kanker serviks yang perlu kamu ketahui?
Nah, hubungan antara pola makan dan kanker serviks ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Yuk, kenali fakta di balik penyebab kanker serviks dari makanan dan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatanmu.
Adakah Makanan Penyebab Kanker Serviks?
Hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa makanan tertentu secara langsung dapat menyebabkan kanker serviks. Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang menetap di tubuh dalam waktu lama.
Menurut World Health Organization (WHO), hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi. Sebagian besar infeksi HPV dapat dikendalikan oleh sistem imun dan menghilang dengan sendirinya.
Namun, infeksi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel serviks menjadi lesi prakanker, yang pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani1.
Lalu, di mana peran makanan? Pola makan bergizi seimbang berperan dalam mendukung fungsi sistem imun dan kesehatan sel. Tubuh yang kekebalannya baik lebih mampu membersihkan HPV sebelum sel serviks berubah menjadi abnormal, sedangkan pola makan yang memicu peradangan membuat tugas tersebut menjadi lebih berat.
Hubungan ini terlihat dalam penelitian Hajiesmaeil dkk. dalam jurnal Caspian Journal of Internal Medicine terhadap 558 perempuan dengan riwayat lesi prakanker serviks. Para peneliti membandingkan pola konsumsi makanan pada 279 perempuan yang akhirnya mengalami kanker serviks dengan 279 perempuan dengan lesi serviks derajat rendah.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok kanker serviks memiliki konsumsi buah dan sayur yang lebih rendah dibandingkan kelompok pembanding2.
Buah dan sayur mengandung berbagai zat gizi, termasuk vitamin C, vitamin A, folat, dan senyawa antioksidan yang mendukung fungsi normal sel dan sistem imun. Meski demikian, temuan penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa konsumsi buah dan sayur secara langsung mencegah kanker serviks.
Oleh karena itu, pola makan sehat sebaiknya dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan. Vaksinasi HPV dan skrining kanker serviks tetap merupakan langkah utama untuk mencegah kanker serviks dan mendeteksi perubahan prakanker sejak dini.
Baca juga: Risiko Kanker Serviks pada Wanita Belum Menikah, Ini Faktanya!
Makanan yang Dapat Melemahkan Sistem Imun
Makanan di bawah ini tidak secara langsung menyebabkan kanker serviks. Namun, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan gizi serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan dapat berkaitan dengan proses peradangan, stres oksidatif, dan keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam kesehatan tubuh. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan porsi dan seberapa sering kamu mengonsumsinya.
1. Makanan Olahan
Makanan olahan merupakan produk yang umumnya dibuat melalui berbagai tahap pengolahan industri dan dapat mengandung bahan tambahan, seperti perisa, pewarna, atau pengemulsi. Sebagian produk juga mengandung gula, garam, atau lemak dalam jumlah tinggi. Nah, konsumsi makanan olahan secara berlebihan dapat memicu peradangan dalam tubuh yang mengganggu fungsi sistem imun. Contoh makanan yang sering kita temui adalah:
Sereal sarapan manis.
- Sosis dan daging olahan.
- Mi instan.
- Kue dan biskuit kemasan.
Minuman bersoda.
2. Makanan Tinggi Gula
Beberapa contohnya adalah kue, permen, es krim, dan minuman manis kemasan. Makanan dan minuman tinggi gula dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat. Jika dikonsumsi secara berlebihan, konsumsi gula tambahan dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan gangguan metabolik yang berkaitan dengan peradangan kronis.
3. Makanan Tinggi Garam
Keripik, makanan beku, dan makanan cepat saji biasanya mengandung garam atau natrium dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, garam dapat memicu peradangan pada jaringan tubuh.
Garam juga bisa mengubah komposisi bakteri usus dan melemahkan respons tubuh yang seharusnya meredakan peradangan. Akibatnya, keseimbangan sistem imun lebih mudah terganggu.
Baca juga: Cara Cek Kanker Serviks Sendiri, Cegah Risiko Sejak Dini!
4. Makanan dengan Bahan Aditif
Bahan aditif adalah bahan tambahan yang digunakan untuk menjaga rasa, tekstur, atau daya tahan makanan. Salah satunya adalah pengemulsi (emulsifier) yang membantu menjaga tekstur makanan tetap halus dan tidak mudah terpisah.
Pada beberapa pengemulsi yang umum dipakai, ditemukan efek berupa perubahan bakteri usus dan peradangan. Karena itu, biasakan membaca label komposisi sebelum membeli makanan kemasan.
5. Makanan Cepat Saji
Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan, terutama yang tinggi lemak jenuh dan garam serta rendah serat, dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang. Sejumlah penelitian mengaitkan pola makan tersebut dengan perubahan komposisi bakteri usus dan proses peradangan.
Selain itu, bahan kimia bernama ftalat dari kemasan atau sarung tangan plastik juga dapat berpindah ke makanan. Paparan ftalat tertentu dapat mengganggu hormon dan berdampak pada kesehatan tubuh.
6. Makanan dengan Karbohidrat Olahan
Karbohidrat olahan umumnya telah melalui proses yang mengurangi sebagian kandungan seratnya. Akibatnya, beberapa jenis karbohidrat olahan dapat lebih cepat dicerna dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar.
Pola makan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat olahan dan rendah serat dapat berkaitan dengan gangguan metabolik serta peradangan kronis. Contohnya meliputi:
Nasi putih.
- Roti putih.
Kue dari tepung terigu olahan.
Untuk pilihan yang lebih sehat, kamu bisa menggantinya dengan sumber karbohidrat kaya serat, seperti beras merah, oat, buah, kacang-kacangan, dan sayuran berpati.
7. Makanan dengan Pemanis Buatan
Minuman berlabel tanpa gula bisa saja mengandung pemanis buatan sebagai pengganti gula, seperti sakarin, sukralosa, atau aspartam. Beberapa jenis pemanis, seperti sukrosa dan sakarin, diduga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus. Namun, dampaknya terhadap sistem imun masih perlu diteliti lebih lanjut.
Karena itu, bukan berarti kamu harus menghindari semua pemanis buatan. Sebaiknya, batasi konsumsi minuman dengan pemanis tambahan dan biasakan memilih air putih sebagai minuman sehari-hari.
8. Makanan Goreng
Menggoreng makanan pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa bernama advanced glycation end products (AGEs). Jika menumpuk dalam tubuh, senyawa ini dapat memicu peradangan dan merusak sel.
Untuk mengurangi paparan senyawa tersebut, kamu bisa membatasi konsumsi gorengan dan memilih makanan yang direbus atau dikukus.
9. Daging Olahan dan Daging yang Terlalu Gosong
Daging olahan, seperti sosis dan bacon, umumnya diproses melalui penggaraman, pengasapan, atau metode pengawetan lainnya. Sementara itu, memasak daging pada suhu sangat tinggi, terutama hingga gosong, dapat menghasilkan senyawa tertentu, seperti AGEs yang memberikan efek yang sama dengan konsumsi makanan gorengan yang berlebihan.
Daging olahan umumnya juga kaya akan lemak jenuh. Lemak jenuh dapat memicu peradangan di seluruh tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.
Perhatikan Pola Makan untuk Meminimalkan Risiko Kanker Serviks
Tidak ada satu pun makanan yang secara langsung menyebabkan kanker serviks. Namun, apa yang kamu konsumsi setiap hari ikut menentukan seberapa kuat tubuhmu melawan HPV. Oleh karena itu, mulai biasakan untuk menambah buah, sayur, dan ikan berlemak di piringmu, lalu kurangi gula, garam, makanan olahan, dan gorengan.
Jika masih bingung menyusun menu yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu, kamu bisa memanfaatkan layanan Konseling Nutrisi di Kaiser Cancer Center. Dengan pendampingan yang tepat, kamu bisa mendapatkan panduan untuk membangun pola makan yang lebih sehat.
Di samping menjaga pola makan, kamu juga perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi perubahan pada serviks sejak dini. Kamu bisa memanfaatkan layanan Skrining dan Deteksi Dini di Kaiser Cancer Center. Tim medis akan menjelaskan setiap langkah dengan jelas agar kamu bisa menjalani proses pemeriksaan dengan lebih tenang.
Yuk, mulai langkah kecil untuk menjaga kesehatan serviksmu bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Skrining Kanker Serviks: Inilah Metode Pemeriksaannya!
Referensi
- World Health Organization. Cervical cancer [Internet]. 3 Juli 2026 [diakses pada 16 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer#content
- Hajiesmaeil M, Mirzaei Dahka S, Khorrami R, Rastgoo S, Bourbour F, Davoodi SH, et al. Intake of food groups and cervical cancer in women at risk for cervical cancer: a nested case-control study. Caspian J Intern Med. 2022;13(3):599. https://doi.org/10.22088/cjim.13.3.599
- Medical News Today. Does diet influence cervical cancer risk? [Internet]. 16 Jan 2022 [diakses pada 15 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/does-diet-influence-cervical-cancer-risk
- Medical News Today. What to eat and avoid to maintain a strong immune system [Internet]. 8 Jul 2025 [diakses pada 15 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/foods-that-weaken-immune-system
- Healthline. 10 foods that may weaken your immune system [Internet]. 6 Aug 2025 [diakses pada 15 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-weaken-immune-system








