Logo

Efek Samping Operasi Tumor Jinak Payudara, Apakah Bentuknya Berubah?

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Treatment

Ketika dokter menyarankan operasi untuk mengangkat tumor jinak pada payudara, apa yang terlintas di pikiranmu? Bagi sebagian wanita, kekhawatiran terbesar bukan hanya tentang prosedur medisnya, tetapi juga tentang efek sampingnya terhadap payudara setelah dilakukan tindakan operasi.

Efek samping operasi tumor jinak payudara sangat bervariasi, mulai dari rasa nyeri dan memar hingga perubahan bentuk payudara. Kabar baiknya, sebagian besar efek samping ini bersifat sementara dan dapat dikelola dengan perawatan yang tepat.

Untuk memahami lebih dalam mengenai apa saja kemungkinan efek samping setelah operasi tumor jinak payudara, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Efek Samping Operasi Tumor Jinak Payudara yang Umum Terjadi?

Operasi pengangkatan tumor jinak pada payudara (lumpektomi atau eksisi) umumnya merupakan prosedur yang aman. Namun, seperti halnya semua jenis operasi, ada beberapa efek samping umum yang mungkin terjadi selama masa pemulihan, antara lain:

  • Nyeri dan memar: Pasien umumnya mengalami nyeri dan memar di area payudara yang dioperasi. Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan obat pereda nyeri yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
  • Bekas luka (jaringan parut): Setiap sayatan operasi akan meninggalkan bekas luka. Pada awalnya, bekas luka operasi biasanya tampak kemerahan atau lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Seiring waktu, bekas luka umumnya akan memudar, meskipun tingkat pemudarannya dapat berbeda pada setiap orang.
  • Mati rasa atau kesemutan: Gangguan pada saraf-saraf kecil di sekitar area operasi dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, atau perubahan sensasi pada kulit payudara. Pada banyak pasien, kondisi ini akan membaik secara bertahap dalam beberapa bulan.
  • Keterbatasan gerak pada lengan dan bahu: Sebagian pasien dapat merasakan kekakuan atau rasa tidak nyaman saat menggerakkan lengan dan bahu akibat nyeri pascaoperasi. Untuk mengatasinya, tim medis biasanya akan merekomendasikan latihan fisik guna mengembalikan rentang gerak lengan dan bahu.

Baca juga: Mengenal MammoReady: Ketahui Risiko Kanker Payudara Lebih Awal

Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Meskipun jarang terjadi, beberapa risiko yang perlu diwaspadai pascaoperasi tumor jinak payudara, antara lain :

  • Infeksi luka operasi, yang terjadi jika bakteri masuk ke area luka operasi. Gejalanya dapat berupa kemerahan yang semakin meluas, nyeri yang bertambah berat, pembengkakan, atau keluarnya cairan bernanah dari luka.
  • Seroma, yaitu penumpukan cairan jernih di area bekas tumor yang diangkat. Pada beberapa kasus, seroma dapat diserap kembali oleh tubuh secara alami. Namun, bila ukurannya cukup besar atau menimbulkan keluhan, dokter mungkin perlu melakukan tindakan untuk mengeluarkan cairan tersebut.
  • Hematoma, yaitu penumpukan darah di area bekas operasi akibat perdarahan dari pembuluh darah kecil setelah tindakan selesai. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, atau perubahan warna pada kulit.
  • Perdarahan aktif dari luka operasi, meskipun relatif jarang terjadi. Bila terjadi perdarahan aktif atau luka terus mengeluarkan darah, pasien perlu segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Nyeri berkepanjangan. Pada sebagian kecil pasien, rasa nyeri atau sensasi terbakar di area operasi dapat bertahan lebih lama dari masa pemulihan normal akibat iritasi atau cedera pada saraf kecil di sekitar payudara.
  • Gangguan penyembuhan luka. Pada sebagian kecil pasien, terutama perokok atau penderita diabetes, proses penyembuhan luka dapat berlangsung lebih lambat dibandingkan biasanya.

Baca juga: Manajemen Nyeri Kanker: Dukungan Penting bagi Pejuang Kanker

Apakah Bentuk Payudara Akan Berubah Setelah Operasi?

Secara umum, bentuk payudara bisa mengalami perubahan setelah operasi pengangkatan tumor jinak, tetapi tingkat perubahannya bergantung pada beberapa faktor, seperti seberapa banyak jaringan payudara yang diangkat, ukuran payudara, dan lokasi tumor.

Untuk kasus tumor jinak payudara, perubahan bentuk biasanya cenderung lebih ringan. Beberapa perubahan yang mungkin terjadi antara lain:

  • Payudara terlihat sedikit lebih kecil pada area bekas operasi.
  • Muncul cekungan atau perubahan kontur di lokasi pengangkatan tumor.
  • Terjadi sedikit ketidaksimetrisan antara kedua payudara.
  • Muncul bekas luka operasi tumor jinak payudara yang akan memudar seiring waktu.

Jika tumor yang diangkat sangat besar dan berpotensi mengubah bentuk payudara secara signifikan, kamu tidak perlu khawatir. Dokter bedah terkadang dapat menggunakan teknik bedah onkoplastik (menggabungkan pengangkatan tumor dengan teknik bedah plastik) untuk mempertahankan bentuk dan simetri payudara setelah operasi.

Jadi, sebelum menjalani operasi, pastikan kamu berdiskusi secara terbuka dengan dokter bedah mengenai harapan dan kekhawatiranmu terkait bentuk payudara pascaoperasi. Dengan begitu, kamu dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai hasil yang diharapkan setelah operasi.

Baca juga: Efek Samping Terapi Kanker: Bisakah Mengganggu Kesuburan Wanita?

Tips Mempercepat Pemulihan setelah Operasi Tumor Jinak Payudara

Meskipun efek samping operasi tumor jinak payudara tampak mengkhawatirkan, kondisi ini sebenarnya dapat dikelola dengan baik melalui perawatan yang tepat dan menghindari larangan setelah operasi tumor jinak payudara.  Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan efek samping pascaoperasi.

1. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Dokter biasanya akan memberikan obat untuk membantu mengurangi nyeri selama masa pemulihan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter agar proses pemulihan berjalan optimal. Jika rasa nyeri terasa semakin berat, tidak kunjung membaik, atau muncul keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter.

2. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan banyak energi untuk memperbaiki dan menyembuhkan jaringan yang terluka setelah operasi. Oleh karena itu, wajar jika kamu merasa lebih mudah lelah atau membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak dibanding biasanya selama masa pemulihan. 

Hindari memaksakan diri untuk langsung kembali beraktivitas seperti sediakala, dan berikan tubuh waktu yang cukup untuk beristirahat agar proses penyembuhan dapat berlangsung secara optimal.

3. Jaga Kebersihan Luka Operasi

Menjaga kebersihan luka operasi payudara sangat penting untuk mencegah infeksi dan mendukung proses penyembuhan yang optimal. Oleh karena itu, pastikan area luka dikeringkan dengan lembut setelah mandi.

Untuk mengeringkannya, cukup dengan menepuk perlahan area tersebut menggunakan kasa steril atau handuk bersih yang lembut.

4. Gunakan Bra yang Tepat

Kenyamanan fisik area dada juga sangat dipengaruhi oleh penggunaan bra yang tepat. Sesuai anjuran dokter, kamu disarankan untuk mengenakan sports bra atau support bra (bra tanpa kawat yang menopang dengan baik) dalam jangka waktu tertentu. 

Penggunaan bra yang tepat dapat membantu meminimalkan pergerakan payudara sehingga rasa tidak nyaman atau nyeri saat beraktivitas maupun beristirahat dapat berkurang.

5. Mulai Bergerak Secara Bertahap

Dokter biasanya akan memberikan panduan mengenai aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa pemulihan. Panduan ini dapat membantu proses penyembuhan sekaligus meminimalkan efek samping operasi tumor jinak payudara, seperti kekakuan pada lengan dan bahu.

Dokter umumnya akan memberikan petunjuk mengenai latihan gerakan lengan sederhana yang dapat dilakukan setelah operasi. Selain itu, pasien juga disarankan untuk tetap aktif bergerak dan berjalan secara perlahan sesuai kemampuan untuk membantu menjaga sirkulasi darah serta mendukung proses pemulihan. 

Meski demikian, hindari mengangkat, mendorong, atau menarik beban berat hingga dokter menyatakan bahwa aktivitas tersebut aman untuk dilakukan.

6. Menghindari Larangan Setelah Operasi Tumor Jinak Payudara

Untuk mempercepat penyembuhan dan efek samping pasca operasi tumor jinak payudara, ada baiknya Anda menghindari beberapa larangan seperti pemakaian bra atau pakaian dalam yang terlalu ketat, mengangkat beban berat, terlalu sering menyentuh, menggesek, atau menekan area payudara, serta berenang atau berendam di air yang dapat meningkatkan resiko infeksi.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining dan Cara Deteksi Dini!

Kapan Perlu Menghubungi Dokter?

Selama proses pemulihan pascaoperasi, pastikan kamu memperhatikan setiap perubahan pada kondisi tubuh. Segera konsultasikan dengan dokter apabila muncul:

  • Demam ≥38°C.
  • ⁠Nyeri yang semakin berat atau tidak membaik dengan obat.
  • ⁠Kemerahan atau pembengkakan yang semakin meluas di sekitar luka.
  • ⁠Keluar cairan berbau atau nanah dari luka operasi.
  • ⁠Perdarahan aktif dari luka.
  • ⁠Pembengkakan payudara yang bertambah besar secara tiba-tiba.

Menjalani Pemulihan dengan Lebih Tenang

Efek samping operasi tumor jinak payudara memang dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pasien yang baru pertama kali menjalani prosedur bedah. Namun, sebagian besar efek samping, seperti nyeri, memar, mati rasa, atau perubahan bentuk payudara dapat membaik seiring proses penyembuhan. 

Dengan mengikuti anjuran dokter serta menjalani perawatan setelah operasi tumor jinak payudara yang tepat, masa pemulihan umumnya dapat berlangsung dengan baik. 

Setelah operasi, kontrol rutin tetap penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik dan mendeteksi kemungkinan efek samping yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Melalui Layanan Monitoring Pascaterapi di Kaiser Cancer Center, pasien dapat memperoleh pendampingan melalui jadwal kontrol yang terencana, evaluasi kondisi fisik, serta pemantauan terhadap kemungkinan efek samping jangka panjang.

Jadi, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tim medis mengenai keluhan yang kamu rasakan selama masa pemulihan. Tim medis akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmu, karena bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: 7 Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Referensi:

Reviewer Image
dr. Jeaneth Angelia, Sp.OG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang kesehatan wanita.

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.