Logo

Hasil USG Payudara Normal, Apakah Bebas dari Kanker?

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
Diagnosis & Screening

Menunggu lembar hasil pemeriksaan medis keluar sering kali menjadi momen yang paling mendebarkan, tak terkecuali saat kamu baru saja menjalani USG payudara. Namun, ketika mendapati hasil USG payudara normal, rasanya seperti ada beban berat yang mendadak runtuh dari pundak.

USG payudara dapat dilakukan ketika pasien mengeluhkan beberapa gejala kanker payudara. Lantas, jika hasilnya normal, apakah artinya pasien benar-benar tidak mengidap kanker payudara? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut ini.

Apa Itu USG Payudara?

USG (ultrasonografi) payudara adalah pemeriksaan pencitraan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar struktur jaringan di dalam payudara. Pemeriksaan ini bersifat noninvasif, tidak menggunakan radiasi, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

USG payudara sering digunakan untuk membantu dokter mengevaluasi kelainan pada payudara, seperti benjolan, nyeri, atau perubahan jaringan yang ditemukan saat pemeriksaan fisik maupun mammografi.

Namun, USG payudara umumnya tidak digunakan sebagai pemeriksaan skrining utama untuk mendiagnosis kanker payudara. Sebaliknya, pemeriksaan ini lebih sering berperan sebagai pelengkap mammografi, yang hingga saat ini masih dianggap sebagai standar utama (gold standard) dalam deteksi dan diagnosis kanker payudara.

Kapan Perlu Melakukan USG Payudara?

USG payudara biasanya direkomendasikan dalam beberapa kondisi berikut:

  • Menindaklanjuti hasil mammografi: Jika mammografi menunjukkan area tertentu yang tampak abnormal, belum dapat di evaluasi dengan jelas, atau berbeda dari jaringan sekitarnya, USG dapat membantu memberikan gambaran yang lebih rinci.
  • Adanya benjolan payudara: Ketika muncul benjolan pada payudara, USG dapat membedakan apakah benjolan tersebut berupa kista berisi cairan atau massa padat.
  • Merasakan nyeri payudara: USG dapat membantu mencari penyebab nyeri, terutama bila disertai benjolan atau perubahan pada jaringan payudara.
  • Memiliki jaringan payudara yang padat: Pada wanita dengan jaringan payudara padat, mammografi dapat menjadi lebih sulit diinterpretasikan. Oleh karena itu, USG lebih sering disarankan sebagai pemeriksaan tambahan sesuai pertimbangan dokter.
  • Usia muda: Pada wanita berusia di bawah 30–40 tahun yang memiliki keluhan pada payudara, USG sering menjadi pemeriksaan pencitraan pertama karena jaringan payudara umumnya masih lebih padat. Pilihan pemeriksaan tetap disesuaikan dengan usia, gejala, dan penilaian dokter.
  • Panduan tindakan biopsi: USG juga digunakan oleh dokter selama prosedur biopsi untuk memastikan sampel jaringan diambil tepat di lokasi yang dicurigai.

Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!

Bagaimana Cara Kerja USG Payudara?

Proses pemeriksaan USG payudara sebenarnya sangat sederhana dan cepat. Pertama-tama, tim medis akan mengoleskan gel khusus yang terasa sedikit dingin di permukaan kulit payudara. Gel ini akan membantu gelombang suara merambat dengan baik sehingga gambar yang dihasilkan lebih jelas

Selanjutnya, dokter akan menggerakkan alat pemindai kecil bernama transduser di atas payudara. Alat ini bekerja dengan cara memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi, lalu menangkap kembali pantulannya untuk diubah oleh komputer menjadi visualisasi jaringan dalam secara real-time di layar monitor.

Melalui gambar itulah dokter bisa melihat kondisi payudara kamu. Karena hanya menggunakan pantulan gelombang suara, prosedur ini sepenuhnya bebas dari radiasi dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.

Arti Hasil USG Payudara Normal

Hasil USG payudara biasanya dilaporkan menggunakan sistem standarisasi internasional yang disebut BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Data System). Sistem skor ini membantu dokter menentukan apakah jaringan payudara normal atau terdapat kelainan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Jika hasil USG payudara normal, artinya tidak ditemukan benjolan, kista, atau kelainan lain yang mencurigakan. Dalam sistem BI-RADS, kondisi ini dikategorikan sebagai BI-RADS 1 (negatif). Sementara itu, BI-RADS 2 menunjukkan adanya temuan jinak, seperti kista sederhana atau fibroadenoma dengan gambaran khas, yang tidak menunjukkan tanda keganasan.

Kedua kategori tersebut umumnya tidak memerlukan pemeriksaan tambahan selain kontrol atau skrining rutin sesuai usia dan faktor risiko.

Lantas, apakah itu artinya tubuh benar-benar aman dari kanker? Jawabannya adalah belum tentu. Hasil normal pada USG tidak menjadi jaminan mutlak seseorang terbebas sepenuhnya dari kanker karena beberapa alasan medis berikut:

  • Sulit mendeteksi mikrokalsifikasi: Tanda awal pada beberapa jenis kanker payudara (seperti Ductal Carcinoma in Situ atau DCIS) sering kali berwujud bintik-bintik kalsifikasi kecil (microcalcifications). Bintik ini biasanya hanya bisa dilihat dengan jelas melalui mammografi.
  • Ukuran terlalu kecil: Sel kanker yang baru tumbuh dan ukurannya sangat kecil terkadang belum bisa ditangkap oleh gelombang suara USG.
  • Pemeriksaan hanya menunjukkan kondisi saat itu: Hasil USG mencerminkan kondisi jaringan payudara pada hari pemeriksaan. Hasil normal saat ini tidak secara otomatis membuat seseorang terhindar dari pertumbuhan tumor di masa mendatang.

Oleh karena itu, USG tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya alat diagnosis. Karena itu biasanya dokter akan menilai hasil USG bersama dengan keluhan pasien, hasil pemeriksaan fisik, usia, faktor risiko, riwayat keluarga, dan bila diperlukan hasil mammografi atau pemeriksaan pencitraan lainnya

Hal ini didukung oleh studi dalam Indonesian Health Journal (2024) yang membandingkan hasil dari lima penelitian. Kelimanya secara konsisten menunjukkan bahwa pemeriksaan USG payudara memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi serta tingkat akurasi yang baik.

Meski begitu, nilai spesifisitas USG tercatat lebih rendah dan sangat bervariasi, yakni berada di rentang 22%–99,9%. Artinya, USG mampu menemukan banyak kelainan, tetapi tidak selalu dapat memastikan apakah kelainan tersebut bersifat jinak atau ganas.

Catatan: Penting untuk membaca hasil USG payudara bersama dokter spesialis untuk mendapatkan interpretasi yang akurat dan saran tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi kesehatan kamu.

Baca juga: Tumor Payudara Jinak dan Ganas, Kenali Perbedaannya!

Apa yang Harus Dilakukan setelah Mendapatkan Hasil USG Payudara?

Tindak lanjut yang disarankan biasanya akan disesuaikan dengan kategori BI-RADS yang tercantum pada hasil pemeriksaan, yang meliputi:

  • BI-RADS 0 (hasil belum dapat dinilai secara lengkap): Diperlukan pemeriksaan pencitraan tambahan, seperti mammografi atau pencitraan lainnya.
  • BI-RADS 1 (normal) : Tidak ditemukan kelainan. Pasien dianjurkan tetap menjalani skrining sesuai usia dan faktor risiko serta mengenali perubahan pada payudara.
  • BI-RADS 2 (temuan jinak): Ditemukan kelainan jinak yang tidak memerlukan tindakan khusus. Dokter umumnya akan merekomendasikan pemeriksaan rutin berkala, seperti SADARI dan SADANIS, untuk memastikan kesehatan payudara tetap terjaga.
  • BI-RADS 3 (kemungkinan besar jinak): Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan pencitraan ulang sekitar 6 bulan untuk memastikan bahwa kelainan tersebut tidak mengalami perubahan.
  • BI-RADS 4 (temuan yang dicurigai ganas) : Kelainan memiliki tingkat kecurigaan terhadap kanker sehingga umumnya diperlukan biopsi untuk memastikan diagnosis.
  • BI-RADS 5 (temuan sangat mengarah ke keganasan): Kelainan sangat mengarah ke keganasan dan biopsi sangat dianjurkan untuk menegakkan diagnosis.
  • BI-RADS 6 (kanker payudara sudah terkonfirmasi) : Kanker payudara telah dipastikan melalui hasil biopsi sehingga pemeriksaan pencitraan dilakukan untuk membantu perencanaan terapi atau pemantauan.

Baca juga: Perbedaan SADARI dan SADANIS. Metode dan Waktunya!

Hasil USG Payudara Normal Bukan Akhir dari Segalanya

USG payudara dapat memberikan gambaran tentang struktur jaringan payudara dan membantu mendeteksi adanya kelainan, seperti benjolan atau kista. Namun, USG saja tidak dapat memberikan diagnosis secara pasti.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti mammografi dan biopsi jika ditemukan kelainan yang mencurigakan. Nantinya, dokter akan menilai hasil pemeriksaan tersebut dengan mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik guna menegakkan diagnosis yang lebih akurat.

Untuk memastikan kesehatan payudara, kamu dapat melakukan Pencitraan Diagnostik Kanker di Kaiser Cancer Center. Melalui layanan ini, kamu akan mendapatkan pemeriksaan yang komprehensif, termasuk USG payudara dan mammografi sebagai langkah deteksi dini kanker payudara.

Deteksi dini dapat membuat perbedaan besar dalam keberhasilan penanganan kanker payudara. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan payudaramu. Bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining Sejak Dini

Referensi:

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.