Logo

Tumor Payudara Jinak dan Ganas, Kenali Perbedaannya!

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
General Topic

Banyak yang beranggapan bahwa tumor payudara sama dengan kanker payudara. Sebagian lainnya mungkin menganggapnya sebagai salah satu jenis kanker payudara. Padahal, tidak semua tumor payudara bersifat ganas (kanker). Justru, sebagian besar kasus tumor payudara bersifat jinak (nonkanker) dan tidak mengancam nyawa.

Meski begitu, satu-satunya cara untuk memastikan apakah tumor bersifat jinak atau ganas adalah melalui pemeriksaan medis. Artikel ini akan membahas apa itu tumor payudara, penyebab, jenis-jenis, hingga langkah diagnosisnya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Tumor Payudara: Benjolan yang Muncul pada Payudara

Jika kamu mendapati benjolan pada payudara, terdapat beberapa kemungkinan penyebabnya, salah satunya adalah tumor. Tumor payudara merupakan gumpalan jaringan abnormal yang tumbuh pada payudara.

Tumor dapat bersifat jinak (nonkanker/benign) atau ganas (kanker/malignant). Jika tumor bersifat jinak, sel-sel tumor tersebut tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya dan umumnya tidak mengancam jiwa. Sebaliknya, jika tumor bersifat ganas, sel-selnya dapat merusak jaringan di sekitarnya dan menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain.

Apa Penyebab Tumor Payudara?

Tumor payudara dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari hormonal hingga genetik. Berikut adalah beberapa penyebab tumor pada payudara yang perlu kamu ketahui:

  • Perubahan hormonal: Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi, kehamilan, menyusui, atau menopause sering menyebabkan jaringan payudara membengkak, terasa nyeri, atau membentuk kista (kantung berisi cairan) dan perubahan fibrokistik.

  • Fibroadenoma (FAM): Tumor jinak yang paling sering dialami wanita muda (usia 15–35 tahun). Penyebab pastinya berkaitan dengan sensitivitas jaringan payudara terhadap hormon estrogen.
  • Trauma atau cedera: Benturan pada payudara dapat merusak jaringan lemak (fat necrosis) dan membentuk benjolan padat.
  • Faktor genetik dan mutasi DNA: Pada kasus tumor ganas (kanker payudara), mutasi genetik (seperti gen BRCA1 dan BRCA2) menyebabkan sel-sel payudara tumbuh secara tidak terkendali.

Selain itu, risiko terkena kanker payudara juga meningkat pada individu dengan faktor risiko berikut ini:

  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara.

  • Gaya hidup tidak sehat (merokok, konsumsi alkohol). 
  • Obesitas. 
  • Riwayat terapi hormon pascamenopause.
  • Paparan radiasi.

Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!

Apa Perbedaan Tumor Payudara Jinak dan Ganas?

Perbedaan utama antara tumor jinak dan tumor ganas terletak pada sifat pertumbuhannya, kemampuannya menyebar, serta tingkat bahayanya bagi tubuh. Berikut adalah detail perbedaan keduanya:

Aspek

Tumor Jinak

Tumor Ganas

Pertumbuhan

Lambat dan terbatas.

Cepat dan tidak terkendali.

Penyebaran (Metastasis)

Tidak menyebar ke bagian tubuh lain (tetap di satu lokasi).

Dapat merusak jaringan sekitar dan menyebar ke organ lain melalui darah/kelenjar getah bening.

Ciri-Ciri

Ciri tumor payudara jinak dapat berbeda, tetapi umumnya:

  • Benjolan bisa digerakkan.

  • Tidak menimbulkan rasa nyeri, kecuali jika ukurannya menekan saraf/organ di sekitarnya.

  • Terasa kenyal, lunak, atau padat halus.

  • Jarang merusak kulit di area benjolan.

Ciri kanker payudara atau tumor ganas sering kali diiringi gejala lain:

  • Benjolan terasa keras, kaku, dan menempel pada jaringan di bawahnya atau kulit.

  • Awalnya tidak nyeri, tetapi bisa menimbulkan rasa nyeri terus-menerus seiring perkembangan sel kanker.

  • Terasa sangat keras dan kasar.

  • Perubahan kulit, seperti kerutan, cekungan, kulit bertekstur seperti kulit jeruk (peau d'orange), atau luka/borok yang sulit sembuh.

Bentuk & Batas Tumor

Memiliki batas yang jelas.

Batas tidak jelas/tidak teratur serta menginvasi jaringan di sekitarnya.

Bentuk Sel

Sel-selnya terlihat hampir normal di bawah mikroskop.

Sel-selnya memiliki bentuk abnormal dan tidak beraturan.

Risiko Kekambuhan 

Jarang tumbuh kembali setelah diangkat secara medis.

Berisiko tinggi untuk kambuh setelah pengobatan.

Tingkat Bahaya

Umumnya tidak mengancam jiwa, kecuali jika menekan organ vital (seperti di otak).

Sangat berpotensi mengancam jiwa jika tidak ditangani sedini mungkin.

Selain itu, studi oleh Xia H, Chen Y, dkk. dalam jurnal Insights into Imaging menemukan bahwa tumor payudara jinak dan ganas juga terjadi pada wanita dengan status menopause dan usia yang berbeda. 

Tumor jinak cenderung ditemukan pada usia lebih muda (rata-rata 41,9 tahun), sedangkan tumor ganas cenderung ditemukan pada usia lebih tua (rata-rata 51,2–52,0 tahun). Selain itu, kebanyakan tumor jinak terjadi pada wanita sebelum menopause (premenopausal), sedangkan tumor ganas lebih banyak ditemukan pada wanita setelah menopause (postmenopausal)1.

Jenis-Jenis Tumor Payudara Jinak

Terdapat beberapa jenis tumor payudara yang dikategorikan sebagai jinak. Berikut adalah beberapa di antaranya. 

1. Fibroadenoma

Fibroadenoma (sering disebut FAM atau Fibroadenoma Mammae) adalah jenis tumor jinak payudara yang paling sering ditemukan, terutama pada wanita muda berusia antara 15 hingga 35 tahun.

Kondisi ini dipicu oleh respons abnormal terhadap hormon estrogen selama masa reproduksi. Ukurannya kerap membesar saat hamil atau mengonsumsi terapi hormon dan bisa mengecil setelah menopause.

2. Kista Payudara

Kista payudara merupakan kantung berisi cairan yang terasa lunak seperti balon air. Kista sering ditemukan pada wanita menjelang menopause (usia 35–50 tahun) dan ukurannya bisa berubah tergantung pada siklus menstruasi.

3. Papiloma Intraduktal

Benjolan kecil menyerupai kutil yang tumbuh di dalam saluran susu (dekat puting) dapat dikategorikan sebagai papiloma intraduktal. Kondisi ini kerap menyebabkan keluarnya cairan atau darah dari puting susu.

4. Phyllodes Tumor

Phyllodes tumor adalah jenis tumor payudara yang tumbuh di jaringan ikat (stroma) payudara. Sebagian besar kondisi ini bersifat jinak, tetapi membutuhkan pemantauan atau pengangkatan karena cenderung tumbuh dengan cepat.

5. Fibrokistik Payudara

Fibrokistik payudara atau perubahan fibrokistik merupakan kondisi yang umum terjadi pada wanita di usia subur akibat perubahan hormon. Adapun gejalanya meliputi jaringan payudara terasa padat, bergumpal, dan terkadang disertai rasa nyeri menjelang haid.

6. Nekrosis Lemak Payudara 

Nekrosis lemak payudara adalah kondisi jinak di mana jaringan lemak di dalam payudara mengalami kerusakan atau kematian sel. Kondisi ini umumnya terbentuk menjadi benjolan padat dan sering kali timbul akibat cedera, bekas operasi, atau terapi radiasi

7. Sclerosing Adenosis

Sclerosing adenosis adalah pertumbuhan berlebih pada kelenjar susu yang sering disertai nyeri. Bentuknya pada hasil mammografi terkadang menyerupai kanker sehingga membutuhkan biopsi payudara untuk memastikan kondisinya.

8. Hyperplasia

Penumpukan sel yang tumbuh berlebihan di dalam saluran susu (ductal) atau kelenjar susu (lobular) disebut sebagai hyperplasia. Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu usual hyperplasia (sel tampak normal) dan atypical hyperplasia (sel abnormal yang memerlukan pemantauan rutin).

Bisakah Tumor Jinak Berubah Menjadi Ganas?

Tumor payudara jinak sangat jarang berubah menjadi ganas (kanker). Namun, kondisi ini tetap membutuhkan pemantauan karena beberapa jenis tumor jinak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker payudara. 

Hal ini terutama berlaku pada kondisi yang menyebabkan sel payudara tumbuh lebih cepat dari biasanya (proliferative breast conditions). Risiko juga dapat meningkat jika sel-sel tersebut memiliki bentuk atau susunan yang tidak normal.

Salah satu contohnya adalah atypical hyperplasia, yaitu kondisi ketika sel-sel payudara tumbuh dan tampak tidak normal. Meskipun bukan kanker, kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker payudara.

Diagnosis Tumor Payudara

Diagnosis tumor payudara dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang dikenal dengan istilah Triple Assessment (pemeriksaan fisik, pencitraan, dan biopsi). Evaluasi ini bertujuan untuk membedakan apakah benjolan bersifat jinak (bukan kanker) atau ganas (kanker). Berikut adalah tahapannya:

  1. Pemeriksaan fisik: Pemeriksaan awal untuk merasakan adanya benjolan, perubahan bentuk kulit, atau cairan abnormal dari puting yang dapat dilakukan melalui metode SADARI atau SADANIS.
  2. Pemeriksaan pencitraan: Jika hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan atau kelainan lainnya, maka dokter akan melakukan pemeriksaan pencitraan, seperti USG (ultrasonografi), MRI, atau mammografi, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
  3. Biopsi: Langkah ini untuk memastikan benjolan yang ditemukan bersifat jinak atau ganas. Beberapa jenis biopsi yang dapat dilakukan adalah:
    1. Fine-needle aspiration (FNA).
    2. Core-needle biopsy (CNB).
    3. Biopsi bedah.
    4. Punch biopsy.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining dan Cara Deteksi Dini!

Pemeriksaan Medis untuk Membantu Membedakan Tumor Jinak dan Ganas

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, memiliki tumor payudara bukan berarti kamu menderita kanker payudara. Namun, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan medis guna membantu memastikan apakah tumor tersebut bersifat jinak atau ganas. Dengan begitu, dokter dapat menentukan tindakan yang tepat untuk menangani masalah tersebut.

Untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang komprehensif, kamu dapat mempertimbangkan layanan Pemeriksaan Diagnostik di Kaiser Cancer Center. Dokter dan tim medis berpengalaman akan mendampingimu melalui proses pemeriksaan dari awal hingga akhir untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Hasil pemeriksaan akan dianalisis oleh tim multidisiplin yang terdiri dari berbagai dokter spesialis dan tenaga medis profesional lainnya. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhanmu.

Jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait tumor payudara, kamu bisa berkonsultasi secara gratis di Kaiser Cancer Center. Jadi, jangan ragu dan segera pastikan kesehatanmu dengan melakukan pemeriksaan medis bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Efek Samping Operasi Tumor Jinak Payudara, Apakah Bentuknya Berubah?

Referensi:

  1. Xia H, Chen Y, Cao A, Wang Y, Huang X, Zhang S, et al. Differentiating between Benign and Malignant Breast Lesions Using Dual-Energy CT-Based Model: Development and Validation. Insights into Imaging. 2024;15(1):173. https://doi.org/10.1186/s13244-024-01752-2
  2. Quinn C, Tan PH, Allison KH, Brogi E, Lakhani SR, Schnitt SJ, dkk. World Health Organization Classification of Tumours of the Breast 6th Edition 2026. Histopathology. 2026;89(2):199–218. https://doi.org/10.1111/his.70149
  3. Exon Publications. Benign Breast Lumps: Causes, Types, Symptoms, Diagnosis, and Treatment [Internet]. [Diakses pada 24 Agustus 2026]. Diakses dari: https://exonpublications.com/index.php/exon/article/view/benign-breast-lumps-types-causes-symptoms-treatments
  4. Susan G. Komen. Benign Breast Conditions [Internet]. [Diakses pada 24 Agustus 2026]. Diakses dari:  https://www.komen.org/breast-cancer/facts-statistics/benign-breast-conditions/
  5. National Breast Cancer Foundation. Breast Biopsy: Procedure Types, What to Expect & Results Guide [Internet]. [Diakses pada 24 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.nationalbreastcancer.org/breast-cancer-biopsy/

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.