Logo

Apa Itu Punch Biopsy? Solusi Diagnosis yang Cepat dan Akurat

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Tahukah kamu bahwa tidak semua prosedur biopsi dilakukan dengan sayatan menggunakan pisau bedah? Beberapa prosedur medis masa kini justru menggunakan alat khusus yang canggih sehingga proses deteksi dini kanker menjadi lebih mudah dan minimal invasif.

Salah satu contohnya adalah prosedur punch biopsy yang menggunakan alat berbentuk silinder menyerupai pena untuk mengambil sampel jaringan kulit. Alat ini bekerja seperti alat pelubang kertas yang mampu mengambil sampel jaringan kulit dengan cepat. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Mengenal Punch Biopsy: Pemeriksaan Medis untuk Memastikan Diagnosis Kelainan Kulit

Membayangkan kulit disayat untuk diambil jaringannya mungkin terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Beruntung, teknologi medis telah berkembang pesat sehingga prosedur biopsi dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan minimal invasif, seperti pada prosedur punch biopsy.

Punch biopsy adalah prosedur medis untuk mengambil sampel jaringan kulit menggunakan punch, yakni alat khusus berbentuk silinder yang tajam. Alat ini diputar perlahan hingga memotong jaringan kulit sehingga diperoleh sampel berbentuk silinder kecil untuk diperiksa di laboratorium patologi anatomi.

ilustrasi punch biopsy.webp

Sumber: National Cancer Institute (US), melalui NCBI Bookshelf (2016)

Apa Tujuan Punch Biopsy?

Tujuan utama punch biopsy adalah mengambil sampel jaringan kulit yang mencakup epidermis dan dermis, serta dapat mencapai jaringan subkutan superfisial bila diperlukan. Sampel tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter spesialis patologi anatomi untuk membantu menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan yang paling sesuai.

Punch biopsy terutama digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit kulit, baik yang bersifat  prakanker (perubahan sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker), kanker, atau nonkanker (tumor jinak). Berikut adalah beberapa jenis kanker yang dapat didiagnosis dengan punch biopsy:

  • Melanoma 
  • Kanker kulit nonmelanoma (seperti basal cell carcinoma dan squamous cell carcinoma).
  • Lesi prakanker kulit, seperti actinic keratosis.
  • Berbagai penyakit kulit nonkanker, seperti kelainan inflamasi, infeksi, atau penyakit autoimun tertentu

Pada lesi kulit yang berukuran sangat kecil, seluruh kelainan terkadang dapat terangkat bersamaan dengan prosedur punch biopsy. Namun, tujuan utama tindakan ini tetap untuk memperoleh sampel jaringan guna menegakkan diagnosis sehingga pada beberapa kasus pasien masih memerlukan prosedur bedah lanjutan sesuai hasil pemeriksaan histopatologi.

Baca juga: Jenis Kanker Payudara: Perbedaan dan Cara Mengatasinya!

Bagaimana Punch Biopsy Membantu Dalam Pengambilan Keputusan Medis?

Pemeriksaan fisik dan penilaian visual sering kali belum cukup untuk membedakan lesi jinak, prakanker, dan kanker kulit secara akurat. Oleh karena itu, punch biopsy berperan penting untuk menegakkan diagnosis dan membantu dokter dalam merencanakan pengobatan yang tepat.

Berdasarkan studi oleh Butler, L., Williams, S., Gumparthy, K., Kerai, A., dan Rogers, S. N. (2026) dalam British Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, prosedur punch biopsy dapat meningkatkan akurasi diagnosis sebelum tindakan definitif dilakukan1Berikut adalah beberapa alasannya:

  • Menghindari tindakan bedah yang tidak diperlukan pada lesi yang ternyata bukan keganasan atau tidak memerlukan operasi lebih luas.
  • Merencanakan tindakan bedah atau terapi lain dengan lebih tepat apabila lesi terbukti merupakan kanker.
  • Menentukan strategi pengobatan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi sehingga tata laksana menjadi lebih terarah.

Prosedur Punch Biopsy

Punch biopsy umumnya dilakukan dengan cepat, yaitu sekitar 15-30 menit, tergantung pada lokasi dan ukuran lesi. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pemberian anestesi lokal.

    Dokter membersihkan area kulit yang akan dibiopsi, lalu memberikan anestesi lokal agar pasien tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung.

  2. Pengambilan sampel jaringan.

    Dokter akan meregangkan kulit dan menempatkan alat punch biopsy pada area yang akan diambil sampelnya. Kemudian, alat tersebut ditekan dan diputar hingga menembus seluruh lapisan kulit.

  3. Pemotongan sampel.

    Sampel jaringan yang terpotong diangkat secara perlahan menggunakan jarum halus, kemudian dipotong dari dasar kulit menggunakan gunting bedah kecil.

  4. Penutupan luka.

    Jika ukuran sampel yang diambil lumayan besar, dokter mungkin akan memberikan 1 atau 2 jahitan, lalu ditutup dengan perban. Sebaliknya, jika ukuran sampel kecil, biasanya luka hanya akan ditutup tanpa jahitan.

Baca juga: Biopsi Serviks, Inilah Jenis dan Prosedurnya!

Bagaimana Perawatan Pascabiopsi?

Setelah prosedur punch biopsy selesai, pasien biasanya diperbolehkan pulang pada hari yang sama sehingga luka bekas biopsi perlu dirawat secara mandiri. Berikut adalah beberapa tips perawatannya:

  • Usahakan area luka tetap kering selama 24 jam pertama. Setelah 24 jam, pasien boleh membasuh dan mengeringkan area luka secara perlahan.
  • Penanganan jika terjadi perdarahan:
    • Tekan area luka dengan kuat menggunakan kain kasa/balutan lain tanpa membukanya selama 10 hingga 20 menit.
    • Jika pendarahan masih belum berhenti setelah rentang waktu tersebut, segera cari bantuan medis.
  • Oleskan petroleum jelly atau salep antibiotik sesuai instruksi dokter pada area sekitar luka untuk menjaga kelembapannya.
  • Tutup luka yang sudah diolesi salep dengan perban bersih. Ulangi proses pembersihan dan penggantian perban secara teratur.
  • Segera periksakan diri jika muncul kemerahan yang semakin luas, bengkak, nyeri yang bertambah berat, keluar nanah, atau demam setelah prosedur.

Risiko Punch Biopsy

Banyak dari kita mungkin merasa cemas apakah suatu prosedur, termasuk punch biopsy, berisiko atau tidak. Penting untuk diketahui bahwa punch biopsy secara umum tergolong aman. Namun, terdapat beberapa risiko dan komplikasi yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Perdarahan ringan setelah biopsi merupakan hal yang normal dan biasanya dapat berhenti dengan sendirinya. Namun, perdarahan yang lebih berat juga dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis tambahan.
  • Infeksi di area biopsi, yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri yang semakin berat, keluar nanah, atau demam.
  • Reaksi alergi terhadap anestesi lokal, alat biopsi, hingga obat-obatan yang diberikan, meskipun kondisi ini jarang terjadi.
  • Kegagalan atau hambatan pada luka untuk menutup dan sembuh dengan baik, terutama pada pasien dengan diabetes, gangguan sirkulasi, atau daya tahan tubuh yang menurun.
  • Nyeri setelah efek anestesi hilang, yang umumnya bersifat ringan dan akan membaik dalam beberapa hari.
  • Bekas luka pada area biopsi. Ukuran dan bentuk bekas luka bergantung pada ukuran punch, lokasi biopsi, serta proses penyembuhan masing-masing individu.

Bagaimana Hasil Punch Biopsy?

Biasanya, hasil punch biopsy akan keluar sekitar satu minggu. Namun, waktunya bisa berbeda sehingga penting untuk berkonsultasi langsung dengan dokter mengenai perkiraan waktu yang tepat.

Ketika hasilnya sudah diterima, dokter akan menjelaskan temuan dan langkah selanjutnya yang harus diambil berdasarkan laporan tersebut. Sederhananya, hasil punch biopsy dikategorikan menjadi dua, yaitu abnormal atau normal.

Hasil normal berarti tidak ada tanda-tanda sel abnormal yang mengarah pada kanker atau kondisi medis lainnya. Sebaliknya, jika laporan menunjukkan hasil yang abnormal, hal tersebut dapat mengindikasikan beberapa kondisi berikut:

  • Infeksi atau peradangan, misalnya psoriasis, eksim, atau infeksi kulit tertentu.
  • Tumor jinak, yakni benjolan nonkanker, seperti tahi lalat.
  • Kondisi prakanker, yaitu perubahan sel yang berisiko berkembang menjadi kanker di kemudian hari, seperti actinic keratosis atau lentigo maligna pada kulit.
  • Keganasan/kanker, seperti basal cell carcinoma atau melanoma dan squamous cell carcinoma.

Jika ditemukan sel kanker, dokter akan menentukan langkah penanganan yang tepat. Pada beberapa kasus, prosedur punch biopsy dapat mengangkat seluruh tumor atau kelainan jaringan sehingga tidak diperlukan pengobatan tambahan lagi. Namun, jika tumor tidak dapat diangkat sepenuhnya, terapi kanker seperti operasi atau kemoterapi mungkin diperlukan.

Prosedur Punch Biopsy untuk Menegakkan Diagnosis yang Tepat

Meskipun memiliki beberapa risiko, tetapi punch biopsy memiliki manfaat yang jauh lebih besar. Melalui prosedur ini, dokter dapat memastikan diagnosis yang tepat dan segera merencanakan langkah pengobatan yang tepat jika ditemukan adanya sel kanker.

Untuk itu, jika kamu mendapati hasil skrining yang abnormal atau gejala yang mengarah pada kanker, segera konsultasikan dengan dokter. Dalam hal ini, kamu bisa berkonsultasi secara gratis di Kaiser Cancer Center. Dokter akan memeriksa kondisimu dan menilai apakah punch biopsy adalah langkah yang tepat.

Di Kaiser Cancer Center, layanan Punch Biopsy dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memastikan akurasi diagnosis dan keamanan prosedur tersebut. 

Hasil diagnosis kemudian ditinjau oleh tim multidisiplin internasional yang terdiri atas dokter dari berbagai spesialisasi untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan rencana pengobatan yang optimal. 

Jadi, ambil langkah nyata untuk mendeteksi kelainan pada tubuh sejak dini bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Skrining Kanker: Fungsi, Keunggulan dan Jenis Metodenya!

Referensi:

  1. Butler, L., Williams, S., Gumparthy, K., Kerai, A., Rogers, S. N. Comparison between Clinical and Punch Biopsy Diagnosis of Suspected Head and Neck Skin Cancer. Br J Oral Maxillofac Surg. 2026;64(1):50-55. https://doi.or./10.1016/j.bjoms.2025.09.318 
  2. Patel, A. Need a Punch Biopsy? Here’s What to Expect [Internet]. [Diakses pada 20 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.mdanderson.org/cancerwise/need-a-punch-biopsy--here-is-what-to-expect.h00-159774867.html
  3. Canadian Cancer Society. Punch Biopsy [Internet]. [Diakses pada 20 Juli 2026]. Diakses dari: https://cancer.ca/en/treatments/tests-and-procedures/punch-biopsy
  4. Healthcare Australia. Punch Biopsy of a Skin Lesion [Internet]. [Diakses pada 20 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.healthdirect.gov.au/surgery/punch-biopsy-of-a-skin-lesion
  5. Wrightington, Wigan and Leigh Teaching Hospitals NHS Foundation Trust. Punch Biopsy [Internet]. [Diakses pada 20 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.wwl.nhs.uk/media/.leaflets/60b66618a5bba0.73216665.pdf
  6. PDQ Adult Treatment Editorial Board. Skin Cancer Treatment (PDQ®): Patient Version. 18 Mar 2016. Dalam: PDQ Cancer Information Summaries [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute (US); 2002-. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65824.2/
A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.