Logo

6 Tujuan dari Terapi Relaksasi untuk Pasien Kanker, Apa Saja?

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
Treatment

Penderita kanker tidak hanya berjuang melawan kanker, tetapi juga bergelut dengan masalah emosional yang muncul selama menjalani pengobatan. Dampak psikologis ini dapat terjadi akibat stres atau tekanan yang dirasakan ketika pasien mengalami financial toxicity atau menghadapi perubahan fisik yang dapat memengaruhi rasa percaya diri.

Dampak psikologis yang tidak dikelola dengan baik ini dapat mengganggu proses pengobatan dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan pasien. Untuk itu, dokter biasanya merekomendasikan terapi relaksasi sebagai bagian dari perawatan pendukung.

Tujuan dari terapi relaksasi untuk pasien kanker secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu menjaga kesehatan emosional dan fisik. Untuk mengetahui tujuan lengkapnya, simak artikel berikut ini. 

Mengenal Terapi Relaksasi untuk Pasien Kanker

Tahukah kamu bahwa kondisi emosional yang tidak stabil bisa berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh seseorang? Padahal, bagi pasien kanker, sistem kekebalan tubuh adalah salah satu faktor yang paling penting dalam proses pengobatan.

Untuk itu, terapi relaksasi hadir sebagai bagian dari perawatan pendukung (supportive care) guna membantu pasien mengelola segala bentuk dampak psikologis akibat pengobatan kanker, seperti stres, kecemasan, depresi, hingga rasa tidak berdaya.

Beberapa teknik relaksasi juga dapat membantu mengurangi keluhan tertentu, seperti kecemasan, nyeri, kelelahan, mual, atau gangguan tidur. Namun, manfaat yang dirasakan dapat berbeda pada setiap pasien.

Tujuan Terapi Relaksasi untuk Pasien Kanker

Terapi relaksasi secara umum dilakukan untuk membantu pasien merasa lebih nyaman dan meningkatkan kualitas hidup selama maupun setelah menjalani pengobatan kanker. Berikut adalah tujuan dari terapi relaksasi untuk pasien kanker yang perlu diketahui.

1. Menjaga Kesehatan Emosional

Tujuan utama terapi relaksasi tentu adalah untuk menjaga kesehatan emosional pasien selama menjalani pengobatan kanker, yang meliputi:

  • Mencapai ketenangan pikiran.

  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi.
  • Memperbaiki suasana hati.
  • Mengurangi depresi dan kecemasan.

2. Membantu Mengelola Keluhan Fisik

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, relaksasi dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan respons stres tubuh. Pada sebagian pasien relaksasi juga untuk membantu mengelola beberapa efek samping pengobatan kanker, seperti:

  • Mengurangi persepsi rasa sakit/nyeri.

  • Membantu mengatasi kesulitan tidur (insomnia).
  • Mengurangi rasa lelah dan mual.
  • Membantu menurunkan ketegangan tubuh.

Baca juga: Efek Samping Terapi Kanker: Bisakah Mengganggu Kesuburan Wanita?

Jenis-Jenis Terapi Relaksasi untuk Pasien Kanker

Dalam proses pengobatan kanker, terdapat berbagai jenis terapi relaksasi yang sering kali digunakan bersamaan dengan perawatan medis lain, seperti kemoterapi, radioterapi, hingga imunoterapi. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Meditasi

Meditasi adalah salah satu bentuk terapi relaksasi yang bertujuan untuk menenangkan pikiran, meningkatkan kesadaran, dan melepaskan kelelahan emosional. Pasien kanker sering memanfaatkan meditasi sebagai terapi komplementer (pelengkap) untuk membantu mereka merasa lebih baik dan mengelola kesehatan mental maupun fisik selama menjalani perawatan.

2. Mindfulness

Terapi mindfulness adalah praktik untuk memfokuskan perhatian secara penuh pada pengalaman saat ini, termasuk pikiran, emosi, napas, dan sensasi tubuh, tanpa langsung menghakimi pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang baik atau buruk. 

Di tengah beratnya proses pengobatan kanker, pikiran pasien sering kali melompat ke masa depan yang penuh dengan rasa takut dan cemas.

Untuk mengatasinya, terapi mindfulness memberi pasien "ruang jeda" untuk menyadari emosi negatif yang muncul tanpa harus tenggelam di dalamnya. Dengan menyadari apa yang dirasakan tubuh dan pikiran secara sadar, pasien tidak lagi bereaksi secara impulsif terhadap rasa cemas atau stres.

3. Latihan Pernapasan dan Ketegangan Otot

Melalui latihan ini, pasien diajak menarik napas dalam secara perlahan sambil menegangkan kelompok otot secara bergantian, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Tahan ketegangan otot selama beberapa detik, lalu lepaskan secara perlahan. Proses ini membantu tubuh mengenali sensasi ketegangan yang tertahan sekaligus belajar melepasnya agar terasa lebih rileks.

4. Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah metode terapi yang memanfaatkan kondisi relaksasi mendalam (hipnosis) untuk membantu seseorang menjadi lebih tenang, fokus, dan lebih terbuka terhadap saran atau dorongan positif dari terapis. Dalam kondisi ini, pikiran bawah sadar menjadi lebih aktif, sementara kesadaran pikiran atas tetap memegang kendali penuh.

Terapi ini memberikan sejumlah manfaat bagi pasien kanker, seperti:

  • Mengelola efek samping terapi kanker: Membantu meredakan mual, muntah, nyeri kronis, hingga hot flushes (sensasi panas secara tiba-tiba) akibat perawatan medis tertentu, seperti kemoterapi dan radioterapi.

  • Mengatasi fobia dan rasa takut: Membantu meredakan ketakutan spesifik, seperti ketakutan terhadap jarum suntik atau prosedur medis.
  • Mendorong perubahan gaya hidup: Membantu menghentikan kebiasaan buruk, seperti merokok atau mengelola dorongan makan berlebih.
  • Meningkatkan kesejahteraan emosional: Menghadirkan rasa tenang, meredakan kecemasan yang mengganggu, serta mengalirkan kembali emosi positif dalam diri.

5. Sophrology

Sophrology (sofrologi) adalah metode terapi pikiran-tubuh (mind-body therapy) yang menggabungkan latihan gerakan tubuh secara perlahan, teknik relaksasi, olah napas, dan visualisasi positif untuk mengembalikan keseimbangan antara pikiran dan tubuh. Latihan ini membantu:

  • Mengurangi stres dan kecemasan.

  • Mengelola rasa nyeri.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Menghadapi situasi sulit.

Baca juga: Apa Itu Perawatan Paliatif? Inilah Perannya dalam Pengobatan Kanker

6. Guided Imagery

Guided imagery atau terapi imajinasi mengajak pasien untuk mengaktifkan imajinasi mereka dan membayangkan tempat, suasana, atau aktivitas yang tenang dan menyenangkan. Teknik ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari rasa cemas, stres, atau rasa sakit fisik sehingga tubuh dan pikiran bisa menjadi lebih rileks.

7. Creative Therapy

Berbeda dari jenis terapi lainnya, creative therapy memanfaatkan seni untuk mengekspresikan emosi, meningkatkan kesejahteraan jiwa, serta membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup atau efek samping perawatan medis. Adapun beberapa jenis creative therapy adalah sebagai berikut:

  • Art therapy (terapi seni rupa).

  • Creative writing (menulis kreatif).
  • Music therapy (terapi musik).

8. Terapi Berbasis Gerakan

Terapi berbasis gerakan adalah metode mind-body therapy yang menggabungkan gerakan tubuh, latihan pernapasan, serta teknik relaksasi atau meditasi. Terapi ini dikenal sebagai supportive care yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker selama pengobatan.

Hal ini didukung oleh studi yang dilakukan Romadon dan Rochmawati dalam Journal of Applied Nursing and Health yang menyatakan bahwa kombinasi terapi relaksasi berbasis gerakan dan afirmasi positif terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan dan nyeri secara signifikan pada pasien kanker.

Berikut adalah contoh terapi berbasis gerakan yang umum digunakan:

  • Yoga: Metode ini memadukan olah tubuh, pengaturan napas, relaksasi, serta meditasi. Penerapan yoga untuk kanker terbukti membantu memulihkan kualitas tidur, meredakan rasa lelah, mengelola stres dan depresi, serta menjaga kesejahteraan pasien.

  • Tai Chi & Qigong: Kedua terapi ini berasal dari tradisi medis Tiongkok menggunakan gerakan yang lambat dan mengalir (fluid movements) yang dipadukan dengan meditasi serta napas dalam. Latihan ini membantu membangun kekuatan tubuh, meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas, meredakan rasa lelah, serta meningkatkan kesegaran tubuh secara menyeluruh.

Terapi Relaksasi sebagai Bagian dari Perawatan Pendukung

Penyembuhan kanker adalah perjalanan menyeluruh yang melibatkan fisik, mental, dan jiwa. Mengabaikan tekanan emosional hanya akan membuat tubuh terasa lebih sulit dalam merespons pengobatan. Dengan mengintegrasikan terapi relaksasi ke dalam perawatan, kamu memberikan ruang bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan kondisi emosional. 

Untuk itu, Kaiser Cancer Center menyediakan layanan Psiko-onkologi khusus untuk membantu pasien mengelola stres, kecemasan, serta tantangan emosional selama pengobatan melalui terapi kognitif-perilaku (CBT), konseling, dan teknik relaksasi. Melalui layanan ini, kamu juga bisa bergabung dengan support group yang terdiri dari kalangan penyintas maupun relawan pendamping. 

Manfaatkan layanan konsultasi gratis untuk berdiskusi dengan tim ahli mengenai program perawatan pendukung yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Mari melangkah bersama menuju kualitas hidup yang lebih baik bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Jenis Pengobatan Kanker Payudara dan Efek Sampingnya!

Referensi:

  1. Romadon MC, Rochmawati E. Effectiveness of Movement-Based Relaxation and Positive Affirmation Therapy in Reducing Anxiety and Pain among Cancer Patients: A Quasi-Experimental Study. J Appl Nurs Health. 2026;8(1):636-49. https://doi.org/10.55018/janh.v8i1.569
  2. Macmillan Cancer Support. Mind-Body Therapies for Coping with Cancer Treatment [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/treatment/coping-with-treatment/complementary-therapies/mind-body-therapies
  3. Cancer Council NSW. Individual Therapies and Emotional Support [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancercouncil.com.au/cancer-information/living-well/complementary-therapies/individual-therapies/
  4. National Cancer Institute. Meditation and Relaxation for Your Mind and Body [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.gov/about-cancer/coping/feelings/relaxation
  5. Cancer Research UK. Meditation [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/meditation

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.