Kamu mungkin sering mendengar tentang kanker yang menyerang organ tertentu, seperti payudara, serviks, atau paru-paru. Namun, ada juga jenis kanker yang menyerang tulang dan jaringan lunak pada tubuh, seperti lemak, otot, pembuluh darah, atau tendon. Kondisi ini dikenal sebagai kanker sarkoma.
Kanker sarkoma adalah penyakit langka yang kebanyakan baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Hal ini karena kanker sarkoma tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga sulit dikenali sejak awal. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, simak penjelasannya di bawah ini.
Mengenal Kanker Sarkoma: Sekelompok Kanker yang Perlu Diwaspadai
Pernahkah kamu menemukan benjolan di lengan atau kaki yang tidak terasa nyeri? Karena tidak mengganggu aktivitas, banyak orang memilih mengabaikannya. Padahal, dalam beberapa kasus, benjolan tersebut bisa menjadi tanda awal kanker sarkoma yang memerlukan penanganan medis.
Kanker sarkoma adalah sekelompok kanker yang menyerang tulang dan jaringan lunak, seperti otot, lemak, pembuluh darah, hingga tendon atau ligamen. Kanker ini tergolong langka, yakni kurang dari 2% dari seluruh kasus kanker.
Meskipun jarang terjadi, kanker sarkoma tetap perlu diwaspadai karena dapat menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Oleh karena itu, jika kamu menemukan kelainan pada anggota tubuhmu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Jenis-Jenis Kanker Sarkoma
Kanker sarkoma dibagi menjadi dua jenis utama, yakni sarkoma tulang dan sarkoma jaringan lunak. Keduanya memiliki beberapa subtipe, hingga sekitar 100 jenis yang berbeda. Berikut penjelasannya.
1. Sarkoma Tulang
Sarkoma tulang adalah jenis kanker langka yang bermula dan berkembang di dalam sel-sel tulang. Jenis ini dapat menyerang tulang manapun di dalam tubuh, tetapi sebagian besar memengaruhi tulang di area kaki.
Berikut adalah beberapa subtipe sarkoma tulang:
- Osteosarcoma: Jenis sarkoma yang menyerang sel pembentuk tulang dan paling sering didiagnosis pada remaja dan usia muda.
- Chondrosarcoma: Subtipe yang tumbuh di sel-sel tulang rawan (jaringan yang melapisi sendi dan memberi struktur pada bagian tubuh tertentu).
- Ewing sarcoma: Paling sering memengaruhi area panggul, tulang paha, dan tulang kering.
- Chordoma: Subtipe yang paling sering memengaruhi orang dewasa berusia sekitar 40 hingga 60 tahun, di mana mayoritas kasusnya ditemukan di sakrum (bagian bawah tulang belakang).
- Giant cell tumour of the bone: Merupakan jenis tumor nonkanker (jinak) yang tumbuh di tulang, biasanya di ujung tulang panjang seperti di ujung tulang paha.
2. Sarkoma Jaringan Lunak
Sarkoma jaringan lunak adalah jenis kanker yang bermula di otot atau jaringan ikat yang mendukung, menghubungkan, dan mengelilingi struktur tubuh lainnya. Jenis sarkoma ini terbagi dalam beberapa subtipe, antara lain:
- Angiosarcoma: Berkembang dari sel-sel yang membentuk dinding pembuluh darah.
- Clear cell sarcoma: Sering terjadi di area tangan atau kaki, terutama di sekitar pergelangan kaki, lutut, dan kaki.
- Embryonal rhabdomyosarcoma: Salah satu jenis sarkoma jaringan lunak yang paling umum pada anak-anak.
- Fibrosarcoma: Menyerang jaringan ikat fibrosa di dalam tubuh.
- Gastrointestinal stromal tumours (GIST): Ini merupakan subtipe yang paling umum terjadi dan berkembang di sepanjang saluran pencernaan.
- Gynaecological sarcoma: Terjadi pada sistem reproduksi wanita.
- Intimal sarcoma: Berkembang di lapisan terdalam (intima) dari pembuluh darah besar atau terkadang di jantung.
- Kaposi’s sarcoma: Memengaruhi kulit, mulut, dan terkadang organ dalam.
- Liposarcoma: Berkembang dari sel-sel lemak di seluruh tubuh.
- Leiomyosarcoma: Sarkoma otot polos yang sering ditemukan di rahim, saluran cerna, atau pembuluh darah besar.
- Synovial sarcoma: Biasanya berkembang di sekitar persendian dan tendon.
- Undifferentiated pleomorphic sarcoma (UPS): Salah satu subtipe yang paling sering didiagnosis pada orang dewasa usia lanjut.
Apa Penyebab Kanker Sarkoma?
Penyebab pasti kanker sarkoma sebenarnya belum diketahui secara jelas. Namun, kanker ini bermula ketika sel-sel di tulang atau jaringan lunak mengalami mutasi atau perubahan pada DNA-nya. DNA yang sehat memberikan instruksi kepada sel untuk tumbuh, membelah diri, dan mati pada waktu yang telah ditentukan secara teratur.
Namun, DNA yang rusak memberikan instruksi yang salah. Akibatnya, sel-sel ini diperintahkan untuk terus tumbuh dan membelah diri dengan sangat cepat, serta tetap hidup ketika sel normal seharusnya mati.
Penumpukan sel-sel abnormal yang terus membelah akhirnya membentuk sebuah massa yang disebut tumor. Seiring waktu, tumor ini dapat tumbuh membesar, merusak jaringan sehat di sekitarnya, bahkan sel kankernya bisa pecah dan menyebar (metastasis).
Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!
Faktor Risiko Kanker Sarkoma
Meskipun penyebab pasti sarkoma belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang terbukti dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ini, seperti:
- Sindrom genetik turunan: Ada beberapa kelainan atau sindrom genetik yang diwariskan dari orang tua ke anak yang dapat meningkatkan risiko terkena sarkoma secara signifikan. Contohnya meliputi:
- Sindrom Li-Fraumeni.
- Retinoblastoma familial.
- Neurofibromatosis tipe 1.
- Riwayat radioterapi untuk kanker: Pasien yang pernah menjalani pengobatan radioterapi untuk mengatasi jenis kanker lain memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan sarkoma di kemudian hari. Sarkoma ini biasanya muncul di area tubuh yang sebelumnya terpapar radiasi.
- Limfedema: Pembengkakan kronis akibat adanya penyumbatan atau kerusakan pada sistem getah bening.
- Paparan virus tertentu: Infeksi virus tertentu dapat memicu perkembangan kanker sarkoma. Contohnya adalah Human Herpesvirus 8 (HHV-8), yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sarkoma kaposi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (seperti penderita HIV/AIDS).
Bagaimana Ciri-Ciri Kanker Sarkoma?
Ciri-ciri kanker sarkoma dapat bervariasi, tergantung di mana lokasi tumornya tumbuh. Pada stadium awal, sarkoma sering kali tidak memicu gejala yang mencolok sehingga sulit dideteksi tanpa pemeriksaan medis lanjutan.
Namun, seiring berkembangnya tumor, berikut adalah beberapa gejala yang umumnya dirasakan:
- Muncul benjolan: Bisa terasa nyeri, tapi sering kali justru tidak sakit sama sekali.
- Nyeri atau bengkak: Biasanya terasa di area lengan, kaki, perut, atau panggul. Jika sarkoma tumbuh di tulang, nyerinya cenderung bertahan lama dan sering kali terasa makin parah di malam hari. Rasa sakit ini disebabkan oleh sel kanker yang merusak jaringan tulang atau menekan saraf.
- Gerakan tubuh jadi terbatas: Penderita mungkin merasa sulit menggerakkan lengan atau kaki secara leluasa, bahkan bisa menyebabkan pincang.
- Nyeri punggung dan berat badan turun drastis: Berat badan tiba-tiba menurun secara signifikan tanpa alasan yang jelas (tidak sedang diet atau melakukan aktivitas fisik berat secara rutin).
Gejala-gejala di atas mirip sekali dengan penyakit atau cedera biasa pada umumnya. Jadi, jika kamu atau orang terdekat mengalami tanda-tanda tersebut dan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Baca juga: 7 Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Diagnosis Kanker Sarkoma
Proses diagnosis kanker sarkoma biasanya melibatkan beberapa tahapan pemeriksaan untuk memastikan keberadaan sel kanker, menentukan lokasi tepatnya, serta melihat seberapa jauh penyebarannya.
Berikut adalah langkah-langkah medis yang umumnya dilakukan untuk mendiagnosis sarkoma:
- Anamnesis (wawancara medis) oleh dokter untuk mengetahui gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.
- Pemeriksaan fisik secara langsung untuk mengevaluasi benjolan atau area tubuh yang dicurigai guna mencari petunjuk klinis awal.
- Tes pencitraaan, seperti rontgen, CT scan, MRI, dan PET scan, untuk melihat gambar bagian dalam tubuh.
- Biopsi dengan cara mengambil sampel jaringan yang dicurigai tumor untuk dianalisis di laboratorium. Umumnya metode biopsi yang digunakan adalah biopsi bedah atau core needle biopsy.
Apakah Kanker Sarkoma Bisa Sembuh?
Kanker sarkoma adalah penyakit yang dapat disembuhkan, terutama jika didiagnosis pada tahap awal ketika kanker belum menyebar ke organ tubuh lain. Pengobatan biasanya melibatkan kombinasi beberapa terapi kanker berikut:
- Operasi: Dokter akan mengangkat tumor beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal.
- Radioterapi: Menggunakan sinar X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan kuat untuk membunuh sel kanker yang membelah dengan cepat, terutama digunakan jika ada risiko kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.
- Terapi target: Menargetkan molekuler spesifik yang membantu sel kanker berkembang sehingga meminimalkan kerusakan pada sel-sel sehat di sekitarnya.
- Imunoterapi: Memperkuat sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan sel kanker. Namun, menurut studi oleh Wood, G. E., et al. (2024) dalam American Society of Clinical Oncology Educational Book, respons sarkoma terhadap imunoterapi sangat bergantung pada subtipe histologisnya. Beberapa subtipe, seperti Undifferentiated Pleomorphic Sarcoma (UPS), angiosarcoma, dan synovial sarcoma menunjukkan sensitivitas yang jauh lebih baik terhadap imunoterapi tertentu dibandingkan dengan jenis sarkoma lainnya. Oleh karena itu, dokter akan merencanakan pengobatan berdasarkan jenis spesifik sarkoma yang diderita.
Di Kaiser Cancer Center, rencana pengobatan disusun atas pertimbangan tim multidisiplin, yang melibatkan tenaga medis dari berbagai spesialisasi. Pendekatan ini memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan terbaik berdasarkan kondisi kesehatannya dan sesuai dengan standar medis internasional.
Langkah Tepat Menghadapi Kanker Sarkoma
Kanker sarkoma memang memiliki gejala yang mirip dengan penyakit atau cedera biasa sehingga sering kali baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bagi kamu yang mungkin memiliki faktor risiko, seperti sindrom genetik turunan hingga paparan virus tertentu.
Semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar pula peluang kesembuhanmu. Untuk itu, kamu bisa melakukan Skrining & Deteksi Dini Kanker di Kaiser Cancer Center. Melalui layanan ini, kamu akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik hingga tes pencitraan.
Rangkaian pemeriksaan tersebut dapat membantu mendeteksi kelainan pada tulang dan jaringan tubuh sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah pengobatan yang tepat. Jangan ragu dan ambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatanmu bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Ciri Kanker Ovarium Stadium Awal, Apakah Mudah Dikenali?
Referensi:
- Wood, G. E., et al. Immunotherapy in Sarcoma: Current Data and Promising Strategies. Am Soc Clin Oncol Educ Book. 2024;44(3). https://doi.org/10.1200/EDBK_432234
- Mayo Clinic. Sarcoma [Internet]. [Diakses pada 15 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoma/diagnosis-treatment/drc-20452650
- Sarcoma UK. What Is Sarcoma? [Internet]. [Diakses pada 15 Juli 2026]. Diakses dari: https://sarcoma.org.uk/about-sarcoma/what-is-sarcoma/
- Sarcoma UK. Bone Sarcoma [Internet]. [Diakses pada 15 Juli 2026]. Diakses dari: https://sarcoma.org.uk/about-sarcoma/what-is-sarcoma/types-of-sarcoma/bone-cancer/
- Sarcoma UK. Soft Tissue Sarcoma [Internet]. [Diakses pada 15 Juli 2026]. Diakses dari: https://sarcoma.org.uk/about-sarcoma/what-is-sarcoma/types-of-sarcoma/soft-tissue-sarcoma/
- Cleveland Clinic. Sarcoma [Internet]. [Diakses pada 15 Juli 2026]. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17934-sarcoma
- Sarcoma UK. Sarcoma Incidence [Internet]. [Diakses pada 15 Juli 2026]. Diakses dari: https://sarcoma.org.uk/about-sarcoma/what-is-sarcoma/sarcoma-incidence/









