Ketika seseorang dinyatakan sembuh setelah menjalani rangkaian terapi kanker yang intensif, ternyata tidak menjamin bahwa tubuh bebas 100% dari kanker. Pada beberapa kasus, masih ada kemungkinan sel-sel kanker tersisa dalam tubuh yang sulit dideteksi dengan pemeriksaan biasa sehingga berpotensi menyebabkan kekambuhan.
Kondisi ini dikenal sebagai Minimal Residual Disease (MRD), yaitu keberadaan sisa sel kanker dalam jumlah sangat kecil setelah pengobatan selesai. Maka dari itu, penting bagi survivor kanker untuk menjalani pemeriksaan MRD sebagai langkah pencegahan kekambuhan dan memastikan tubuh benar-benar terbebas dari kanker.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Minimal Residual Disease (MRD)?
Kamu mungkin sering mendengar kasus pasien kanker yang telah dinyatakan sembuh, namun beberapa waktu kemudian penyakitnya kambuh kembali. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh adanya Minimal Residual Disease (MRD) yang tidak terdeteksi sebelumnya.
MRD adalah sejumlah kecil sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh pasien setelah mereka menjalani pengobatan kanker (seperti operasi, kemoterapi, terapi radiasi, atau imunoterapi). Jumlah sel kanker ini sangat sedikit sehingga sering kali tidak terlihat melalui pemeriksaan standar.
Meskipun jumlahnya sangat sedikit, sel-sel kanker ini masih bisa bertahan hidup dan berpotensi berkembang kembali seiring waktu. Jika tidak terkontrol, kondisi ini dapat menyebabkan kekambuhan kanker (relapse).
Mengapa Pemeriksaan MRD Penting dalam Perawatan Kanker?
Mengingat sel kanker yang tersisa dapat menyebabkan kekambuhan, deteksi dini melalui pemeriksaan MRD sangat penting untuk membantu dokter merencanakan strategi pengobatan lanjutan sebelum sel-sel tersebut kembali berkembang lebih jauh.
Lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa alasan mengapa pemeriksaan MRD adalah bagian penting dalam perawatan kanker:
1. Deteksi Dini Kekambuhan Kanker
Metode pemindaian konvensional (seperti CT scan, MRI, atau PET scan) umumnya baru bisa mendeteksi kanker ketika sel-sel tersebut sudah berkembang membentuk massa tumor dengan ukuran tertentu. Akibatnya, sisa sel kanker dalam jumlah sangat kecil (residual disease) masih dapat terlewat karena belum terlihat sebagai kelainan pada pemeriksaan pencitraan.
Sementara itu, pemeriksaan MRD menggunakan teknologi dengan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi tanda keberadaan kanker dalam jumlah sangat kecil. Salah satu pendekatannya adalah melalui deteksi materi genetik kanker, seperti circulating tumor DNA (ctDNA), yang dilepaskan oleh sel kanker ke dalam aliran darah.
Dengan kemampuan tersebut, MRD dapat membantu menemukan tanda kekambuhan lebih awal, bahkan sebelum massa tumor cukup besar untuk terlihat pada pemeriksaan pencitraan konvensional.
2. Menilai Efektivitas Pengobatan
Pemeriksaan MRD membantu dokter mengevaluasi efektivitas terapi yang telah diberikan. Hasil MRD negatif menunjukkan bahwa tidak ditemukan sisa sel kanker dengan metode pemeriksaan yang digunakan sehingga menjadi tanda bahwa pengobatan telah bekerja dengan baik hingga tingkat seluler.
Sebaliknya, hasil MRD positif mengindikasikan masih adanya sisa sel kanker di dalam tubuh sehingga dokter dapat mempertimbangkan penyesuaian atau terapi lanjutan untuk mengurangi risiko kekambuhan penyakit.
3. Personalisasi Terapi
Hasil pemeriksaan MRD dapat membantu dokter menerapkan precision medicine (pengobatan presisi), yaitu pendekatan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Jika pasien yang sudah dioperasi menunjukkan hasil MRD positif, dokter dapat mempertimbangkan pemberian terapi tambahan (adjuvant therapy) untuk membasmi sisa sel kanker tersebut dan menurunkan risiko kekambuhan.
Di sisi lain, jika hasil MRD pasien terus-menerus negatif, dokter mungkin dapat merekomendasikan pengurangan dosis kemoterapi atau menghentikan pengobatan lebih cepat. Hal ini sangat penting untuk mengurangi efek samping obat pada pasien tanpa mengorbankan efektivitas pengobatan.
Baca juga: Apakah Kemoterapi Itu Sakit? Ini yang Perlu Kamu Pahami
Efektivitas Pemeriksaan MRD
Pemeriksaan MRD telah banyak digunakan karena kemampuannya dalam mendeteksi sel kanker dalam jumlah sangat sedikit sekalipun.
Studi oleh Qi, Z., et al. (2023) yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Medicine menunjukkan bahwa metode pengujian ctDNA-MRD memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi untuk mendeteksi sisa sel kanker dalam kadar yang sangat rendah¹.
Teknologi ini dinilai menjanjikan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi mengalami kekambuhan lebih awal dibandingkan metode konvensional, sekaligus membantu menilai respons pasien terhadap pengobatan yang sedang dijalani.
Hal ini kemudian diperkuat dengan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Ma, Y., et al. (2023) dalam jurnal Frontiers of Medicine (2023), yang menyebutkan bahwa pemeriksaan MRD telah terbukti efektif untuk memperkirakan risiko kekambuhan kanker dan prognosis pasien².
Dengan demikian, pemeriksaan MRD dapat menjadi salah satu alat pendukung dalam pemantauan kanker yang lebih personal dan tepat sasaran.
Bagaimana Pemeriksaan MRD Diterapkan dalam Praktik Klinis?
Saat ini, pemeriksaan MRD telah menjadi bagian dari praktik klinis pada beberapa jenis kanker darah. Sementara itu, pada kanker padat, penggunaannya terus berkembang, terutama pada pasien yang telah menjalani terapi kuratif, seperti operasi pengangkatan tumor.
Tes ini tidak hanya digunakan setelah pengobatan selesai, tetapi juga dapat dilakukan selama terapi berlangsung untuk menilai respons pasien terhadap pengobatan serta menentukan strategi pengobatan selanjutnya.
Metode pemeriksaannya juga disesuaikan dengan jenis kanker. Pada kanker darah, sampel diambil dari darah atau sumsum tulang. Sementara pada kanker padat, pemeriksaan umumnya dilakukan melalui liquid biopsy, yaitu tes darah yang mendeteksi circulating tumor DNA (ctDNA) sebagai penanda adanya sisa sel kanker.
Baca juga: Biopsi Serviks, Inilah Jenis dan Prosedurnya!
HapOnco® mClear: Personalized MRD Testing untuk Pemantauan Kanker yang Lebih Presisi
Salah satu inovasi dalam pemeriksaan MRD untuk tumor padat adalah pendekatan personalized MRD testing. Artinya, pemeriksaan ini dirancang secara khusus berdasarkan karakteristik genetik kanker masing-masing pasien sehingga target yang dilacak dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain.
Contoh nyata dari teknologi ini adalah HapOnco® mClear dari HaploX, sebuah produk pemeriksaan MRD yang memang diciptakan khusus untuk melacak sisa sel kanker pada tumor padat secara personal.
Melalui teknologi ini, informasi genetik dari sampel jaringan tumor pasien dianalisis menggunakan teknologi whole-exome sequencing (WES)³, seperti yang disampaikan pada situs web Haplox Innovating Research Advancing Health. Proses ini bertujuan memetakan mutasi genetik spesifik yang menjadi ciri khas kanker pada pasien tersebut.
Data mutasi yang diperoleh kemudian digunakan untuk merancang panel atau probe khusus yang dapat mengenali perubahan genetik tersebut. Dengan begitu, pemeriksaan lanjutan melalui sampel darah dapat difokuskan untuk mencari jejak kanker yang benar-benar sesuai dengan profil tumor pasien.
Keunggulan HapOnco® mClear MRD Testing
HapOnco® mClear menawarkan sejumlah keunggulan dalam mendeteksi Minimal Residual Disease, terutama melalui pendekatan pemeriksaan yang dipersonalisasi berdasarkan profil genetik kanker pasien. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Noninvasif: Pemeriksaan dilakukan melalui sampel darah (liquid biopsy) sehingga tidak membutuhkan prosedur bedah atau pengambilan jaringan berulang yang lebih invasif.
- Mampu memantau kondisi kanker secara dinamis: Pemeriksaan ctDNA dapat dilakukan secara berkala untuk memantau perubahan kondisi kanker selama perjalanan penyakit dan pengobatan. Informasi ini dapat membantu dokter mengevaluasi respons terapi serta menentukan strategi penanganan berikutnya.
- Sensitivitas tinggi dalam mendeteksi sisa sel kanker: Menggunakan teknologi ctDNA-NGS yang dirancang untuk mendeteksi MRD dalam jumlah yang sangat sedikit.
- Kedalaman pembacaan sangat tinggi (ultra-high sequencing depth) hingga 100.000x: Tingkat pembacaan DNA yang tinggi ini meningkatkan kemampuan pemeriksaan dalam mendeteksi mutasi kanker yang sangat jarang ditemukan di dalam sampel darah.
- Hasil yang lebih andal: Untuk memastikan akurasi hasil, HapOnco® mClear menggabungkan berbagai teknologi laboratorium dan bioinformatika yang dirancang untuk mengurangi background noise selama proses pemeriksaan. Pendekatan ini membantu meningkatkan keandalan data dan mengurangi risiko hasil yang kurang akurat.
Memantau Kanker dengan Pendekatan yang Lebih Personal
Pada akhirnya, keberhasilan perjuangan melawan kanker tidak hanya diukur dari tidak adanya tumor yang terlihat pada pencitraan biasa. Melalui pemeriksaan Minimal Residual Disease, dokter kini bisa memantau jejak sel kanker pada tingkat molekuler dengan sensitivitas yang lebih tinggi.
Pemantauan yang tepat dan berkala inilah yang menjadi kunci agar risiko kekambuhan bisa dikenali sejak dini. Alhasil, langkah penanganan selanjutnya bisa langsung disesuaikan dengan kondisi tubuhmu.
Untuk memastikan masa depan kesehatanmu tetap terjaga dengan aman setelah menyelesaikan pengobatan utama, kamu bisa memanfaatkan Layanan Monitoring Pascaterapi di Kaiser Cancer Center. Layanan ini dirancang khusus sebagai sistem perlindungan jangka panjang untuk mengawal fase pemulihanmu dengan optimal.
Kaiser Cancer Center kini bekerja sama dengan HaploX untuk menghadirkan teknologi HapOnco® mClear Personalized MRD Testing langsung di dalam Layanan Monitoring Pascaterapi. Kolaborasi ini akan membantu tim dokter memastikan efektivitas terapi yang telah kamu jalani, sekaligus mendeteksi sekecil apa pun kemungkinan kanker untuk kambuh kembali.
Melalui penanganan yang presisi dan tepercaya, mari kita wujudkan harapan hidup yang lebih baik bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Manajemen Nyeri Kanker: Dukungan Penting bagi Pejuang Kanker
Referensi:
- Qi, Z., et al. Monitoring of Gastrointestinal Carcinoma via Molecular Residual Disease with Circulating Tumor DNA Using a Tumor‐Informed Assay. Cancer Med. 2023;12(16):16687–16696. https://doi.org/10.1002/cam4.6286
- Ma, Y., et al. Minimal Residual Disease in Solid Tumors: An Overview. Front. Med. 2023;17:649–674. https://doi.org/10.1007/s11684-023-1018-6
- HaploX. HapOnco® mClear [Internet]. [Diakses pada 18 Juni 2026]. Diakses dari: https://www.haplox.com/Service/clinical/services/mrd/mclear








