Logo

Apakah Biopsi Itu Sakit? Ini Beberapa Hal yang Perlu Diketahui!

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Saat mendengar kata biopsi, mungkin salah satu pertanyaan yang muncul pertama kali di benak kita adalah apakah biopsi itu sakit? Pertanyaan ini sangat wajar mengingat biopsi adalah prosedur medis yang melibatkan pengambilan sampel jaringan tubuh.

Kabar baiknya, biopsi tidak semengerikan yang kamu bayangkan. Beberapa jenis biopsi, seperti FNAB, hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, sementara prosedur lainnya mungkin membutuhkan anestesi agar pasien tidak merasa sakit selama prosedur berlangsung. Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya mulai dari prosedur, proses, hingga resikonya simak artikel berikut ini.

Bagaimana Prosedur Biopsi?

Kekhawatiran yang umumnya dirasakan oleh pasien yang akan menjalani biopsi adalah berapa lama proses biopsi, apakah prosedur ini menimbulkan rasa sakit, bekas luka, atau proses pemulihan yang lama. 

Padahal, prosedur biopsi sebenarnya dirancang sedemikian rupa agar dapat berjalan cepat, minim rasa sakit, dan pada beberapa jenisnya tidak menimbulkan bekas luka atau jaringan parut.

Secara umum, prosedur biopsi dilakukan dengan cara berikut:

  1. Pengambilan sampel jaringan.

    Dokter mengambil sampel jaringan menggunakan teknik yang paling sesuai, misalnya Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) dan core needle biopsy untuk biopsi payudara, atau punch biopsy dan cone biopsy untuk biopsi serviksJika jaringan berada di dalam tubuh dan sulit dijangkau, prosedur dapat dipandu dengan pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI agar pengambilan sampel lebih akurat.

  2. Pemrosesan jaringan di laboratorium.

    Setelah itu, sampel jaringan umumnya diproses, dipotong menjadi irisan yang sangat tipis, kemudian diberi pewarnaan khusus agar dapat diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter spesialis patologi anatomi. Bila perlu, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan uji imunohistokimia atau analisis molekuler/genetik untuk membantu menentukan jenis penyakit dan pilihan terapi yang paling tepat.

  3. Penyampaian hasil biopsi.

    Hasil biopsi umumnya tersedia dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung dari jenis sampel dan pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan. Dokter akan menjelaskan apakah jaringan yang diperiksa bersifat normal, jinak, atau ganas, serta mendiskusikan langkah penanganan selanjutnya sesuai hasil pemeriksaan.

Catatan: Prosedur biopsi mungkin berbeda-beda tergantung pada bagian tubuh yang akan diambil sampelnya dan kondisi medis pasien. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai prosedur biopsi yang akan dijalani dan apakah biopsi dibius atau tidak.

Baca juga: Hasil USG Payudara Normal, Apakah Bebas dari Kanker?

Apakah Biopsi Itu Sakit?

Umumnya, biopsi tidak menyebabkan rasa sakit karena dokter akan memberikan anestesi (obat bius) terlebih dahulu sebelum prosedur dimulai. Pasien mungkin hanya merasakan sedikit tekanan saat jaringan diambil, tetapi biasanya tidak menyakitkan.

Setelah prosedur biopsi selesai dan efek anestesi menghilang, pasien akan merasakan sedikit rasa tidak nyaman, pegal, atau nyeri ringan di area bekas biopsi. Kondisi ini wajar dan biasanya dapat diatasi dengan istirahat yang cukup dan obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter.

Sementara itu, pada tindakan FNAB, jarum yang digunakan sangat tipis dan biasanya hanya menyebabkan sensasi seperti “digigit semut” saat jarum dimasukkan ke dalam tubuh. Anestesi lokal dapat diberikan apabila lokasi yang diperiksa sensitif atau diperlukan beberapa kali pengambilan sampel. Setelahnya, pasien biasanya dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining dan Cara Deteksi Dini!

Peran Anestesi di Setiap Jenis Biopsi

Tingkat atau jenis anestesi yang digunakan sangat bergantung pada lokasi organ yang dibiopsi, tingkat kedalaman prosedur, serta kenyamanan pasien. Berikut adalah beberapa jenis anestesi yang biasanya digunakan dalam prosedur biopsi:

  • Anestesi lokal: Menghilangkan rasa sakit (mati rasa) hanya pada area tubuh yang sangat kecil dan spesifik.
  • Anestesi regional: Menghilangkan rasa sakit pada area tubuh yang lebih luas, seperti salah satu anggota tubuh atau bagian bawah tubuh.
  • Anestesi umum/bius total: Mengakibatkan pasien kehilangan kesadaran sepenuhnya dan tidak merasakan apa pun selama prosedur.

Selain anestesi, dokter dapat memberikan sedasi untuk membantu pasien merasa lebih tenang dan nyaman. Sedasi tidak selalu menghilangkan rasa sakit sehingga dapat diberikan bersama anestesi lokal atau regional. Tingkat sedasi meliputi: 

  • Minimal sedation: Pasien tetap sadar dan rileks sehingga dapat berkomunikasi dengan tim medis selama prosedur.
  • Moderate sedation (conscious sedation): Pasien merasa sangat rileks dan mengantuk, tetapi masih dapat merespons ketika diajak berbicara atau disentuh.
  • Deep sedation: Pasien sangat mengantuk atau tertidur pulas.

Lantas, apa saja jenis biopsi yang memerlukan anestesi? Berikut adalah beberapa perbandingan jenis biopsi beserta tingkat kebutuhan anestesinya:

Jenis Biopsi

Teknik Pengambilan Sampel

Kebutuhan Anestesi

Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)

Menggunakan jarum sangat tipis untuk mengambil sel atau cairan dari benjolan.

Umumnya tidak memerlukan anestesi karena tidak terlalu menyakitkan. Namun, dokter dapat memberikan anestesi lokal jika area pengambilan sampel sensitif.

Core Needle Biopsy (CNB)

Menggunakan jarum berongga yang berukuran lebih besar untuk mengambil sampel.

Hampir selalu menggunakan anestesi lokal.

Excisional atau incisional biopsy

Dokter bedah membuat sayatan pada kulit untuk mengambil sebagian atau seluruh benjolan.

Umumnya menggunakan anestesi lokal atau regional. Namun, pada beberapa kasus, dapat juga memerlukan anestesi umum, tergantung pada lokasi dan ukuran benjolan.

Shave biopsy

Menggunakan alat yang menyerupai pisau cukur untuk mengangkat lapisan atas kulit.

Membutuhkan anestesi lokal.

Punch biopsy

Menggunakan pisau berbentuk tabung silinder kecil untuk mengambil sampel jaringan dari bawah kulit.

Membutuhkan anestesi lokal.

Biopsi bedah terbuka

Tindakan pengambilan sampel yang membutuhkan bedah terbuka, misalnya laparotomi pada rongga perut atau torakotomi pada rongga dada

Menggunakan anestesi umum.

Biopsi endoskopik

Menggunakan selang lentur berkamera yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang alami tubuh, seperti mulut atau anus.

 

Adapun untuk memeriksa organ atau rongga yang tidak memiliki lubang alami, dokter akan membuat sayatan bedah kecil pada kulit sebagai jalan masuk alat endoskop.

Dapat menggunakan jenis anestesi yang berbeda-beda, tergantung pada jenis endoscopic biopsy yang dilakukan.

Biopsi sumsum tulang

Mengambil cairan dan jaringan keras dari bagian dalam tulang (biasanya tulang panggul bagian belakang).

Dapat menggunakan beberapa jenis sedasi atau anestesi untuk meredakan nyeri dan kecemasan.

Biopsi cair

Mengambil sampel darah atau cairan tubuh lainnya menggunakan jarum suntik.

Umumnya tidak memerlukan anestesi.

Baca juga: Pemeriksaan SPOT-MAS 10: Deteksi Dini Berbagai Jenis Kanker

Risiko Komplikasi Biopsi

Biopsi merupakan prosedur yang relatif aman dan jarang menyebabkan komplikasi. Namun, seperti prosedur medis pada umumnya, biopsi tetap memiliki risiko komplikasi yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Perdarahan berlebih di area pengambilan sampel.
  • Infeksi di area bekas luka atau sayatan.
  • Jaringan parut, terutama jika dokter menggunakan pisau bedah atau instrumen tajam lainnya untuk mengambil sampel.

Apakah Biopsi Menyebabkan Kanker Menyebar?

Biopsi umumnya tidak menyebabkan kanker menyebar. Kekhawatiran ini sering muncul karena ada kemungkinan bahwa sel-sel kanker dapat menempel pada jarum dan berpindah ke sepanjang jalur yang dilalui jarum tersebut. Fenomena ini disebut sebagai “tumor seeding”.

Namun, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa risiko penyebaran kanker yang berkembang menjadi metastasis akibat biopsi sangatlah kecil. Besarnya risiko berbeda-beda berdasarkan jenis tumor, lokasi, serta teknik biopsi. Dokter telah mempertimbangkan risiko tersebut ketika menentukan jalur dan metode pengambilan sampel.

Oleh karena itu, kamu bisa melakukan biopsi dengan lebih tenang dan pastikan untuk tidak menundanya. Studi oleh Holmes, D. R. (2024) dalam jurnal Cancers menyebutkan bahwa menunda biopsi justru menurunkan tingkat kelangsungan hidup pasien hingga 20%1.

Artinya, penundaan biopsi berpotensi meningkatkan risiko penyebaran kanker dan mengurangi peluang kesembuhan pasien karena tidak segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Hasil Biopsi Berapa Lama? Ini Estimasi Waktu dan Penjelasannya

Kapan Harus Waspada setelah Menjalani Biopsi?

Biopsi memang sangat jarang menimbulkan komplikasi serius atau bahkan penyebaran kanker. Namun, pasien harus tetap waspada terhadap gejala-gejala tertentu setelah biopsi, seperti:

  • Perdarahan yang tidak kunjung berhenti.
  • Area biopsi menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, pembengkakan, mengeluarkan cairan/nanah, serta nyeri saat disentuh.
  • Mengalami demam.

Jika kamu mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Di Kaiser Cancer Center, salah satu langkah yang dilakukan adalah manajemen nyeri yang dapat berupa pemberian obat minum untuk mengurangi rasa sakit pada area biopsi.

Baca juga: Kegawatdaruratan Onkologi: Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan

Jangan Biarkan Rasa Takut Menghalangimu untuk Segera Mendapatkan Diagnosis

Jadi, apakah biopsi itu sakit? Kamu tidak perlu lagi khawatir tentang hal itu karena sebagian besar biopsi hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan tidak sakit sama sekali. Ini karena dokter biasanya akan memberikan anestesi sehingga tubuh akan mati rasa selama prosedur berlangsung.

Namun, jika kamu masih merasa cemas atau khawatir, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter. Untuk itu, kamu bisa berkonsultasi secara gratis dengan dokter di Kaiser Cancer Center untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang prosedur biopsi dan apakah biopsi yang akan kamu jalani memerlukan anestesi atau tidak.

Melalui konsultasi tersebut, dokter juga dapat merekomendasikan layanan Biopsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmu. Dengan begitu, kamu dapat mempersiapkan diri dengan baik dan merasa lebih tenang sebelum menjalani prosedur biopsi.

Mari hadapi kekhawatiranmu dan dapatkan diagnosis yang tepat untuk meningkatkan peluang kesembuhanmu bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Referensi:

  1. Holmes, D. R. Reducing the Risk of Needle Tract Seeding or Tumor Cell Dissemination during Needle Biopsy Procedures. Cancers. 2024; 16(2). https://doi.org/10.3390/cancers16020317
  2. American Cancer Society. How Is a Biopsy Done? [Internet]. [Diakses pada 17 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/diagnosis-staging/tests/biopsy-and-cytology-tests/biopsy-types.html
  3. Cleveland Clinic. Biopsy [Internet]. [Diakses pada 17 Juli 2026]. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/15458-biopsy-overview
  4. Demarco, D. What Is a Biopsy? 7 Questions, Answered [Internet]. [Diakses pada 17 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.mdanderson.org/cancerwise/what-is-a-biopsy--7-questions-answered.h00-159621801.html?utm_source=chatgpt.com
  5. American Cancer Society. Can Getting a Biopsy Make Cancer Spread? [Internet]. [Diakses pada 17 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/latest-news/can-getting-a-biopsy-make-cancer-spread.html
  6. Subramanyam, C., et al. Beliefs and Attitudes toward Skin Biopsy as a Diagnostic Tool: A Cross-Sectional Survey among US Patients. Melanoma Manag. 2025; 12(1). https://doi.org/10.1080/20450885.2025.2564060.
  7. MedlinePlus. Anesthesia [Internet]. [Diakses pada 17 Juli 2026]. Diakses dari: https://medlineplus.gov/anesthesia.html
  8. American Cancer Society. Bone Marrow Biopsy and Aspiration [Internet]. [Diakses pada 17 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/diagnosis-staging/tests/biopsy-and-cytology-tests/bone-marrow-biopsy-and-aspiration.html 
A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.