Logo

Apa Itu Kemoradiasi? Ketahui Manfaat dan Efektivitasnya!

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
Treatment

Dalam proses pengobatan kanker, kemoterapi dan radioterapi adalah dua metode terapi kanker yang sering digunakan. Namun, tahukah kamu bahwa kedua terapi tersebut bisa dikombinasikan? Metode ini disebut dengan kemoradiasi.

Ketika kemoterapi dan radioterapi digabungkan, efeknya terhadap sel kanker bisa jadi lebih kuat. Namun, tidak semua pasien dapat menjalani kemoradiasi karena penerapannya bergantung pada jenis, stadium kanker, serta kondisi kesehatan pasien. 

Lantas, bagaimana cara kerja kemoradiasi dan kapan terapi ini dapat diberikan? Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Apa Itu Kemoradiasi?

Secara sederhana, kemoradiasi adalah pengobatan kanker yang menggabungkan kemoterapi dan radioterapi dalam satu rangkaian terapi. Kedua terapi dapat diberikan pada periode waktu yang sama sehingga efeknya dapat saling mendukung.

Dalam pengobatan kanker konvensional, pasien mungkin menerima kemoterapi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan radioterapi di bulan berikutnya. Namun, pada kemoradiasi, kedua jenis terapi ini berjalan beriringan.

Untuk memahami cara kerja kemoradiasi, mari kenali terlebih dahulu perbedaan utama kemoterapi dan radioterapi berikut:

  • Kemoterapi: Menggunakan obat-obatan antikanker untuk membunuh atau menghentikan pembelahan sel kanker. Obat dapat diberikan melalui infus, suntikan, atau diminum, tergantung pada jenis kemoterapi yang digunakan.

  • Radioterapi: Menggunakan radiasi berenergi tinggi (seperti sinar-X atau proton) yang diarahkan ke area kanker untuk merusak materi genetik (DNA) di dalam sel kanker sehingga sel tersebut mati.

Ketika keduanya digabungkan, obat kemoterapi tidak hanya bekerja membunuh sel kanker, tetapi juga dapat bertindak sebagai radiosensitizer yang membuat sel kanker menjadi jauh lebih sensitif dan rentan terhadap pancaran radiasi. 

Dengan demikian, radioterapi dapat bekerja lebih efektif dalam menghancurkan sel kanker pada area yang ditargetkan. Pada saat yang sama, kemoterapi juga dapat memberikan efek antikanker melalui mekanismenya sendiri.

Apa Tujuan Kemoradiasi?

Tujuan pemberian kemoradiasi sangat dipengaruhi oleh jenis kanker, lokasi tumor, stadium, serta kondisi kesehatan pasien. Umumnya, dokter menetapkan kemoradiasi untuk beberapa tujuan berikut:

  • Meningkatkan efektivitas terapi: Obat kemoterapi tertentu dapat membuat sel kanker lebih sensitif terhadap radiasi sehingga membantu meningkatkan kemampuan radioterapi dalam mengendalikan tumor di area yang ditargetkan.

  • Mengecilkan ukuran tumor sebelum tindakan operasi (neoadjuvant): Diberikan sebelum prosedur pembedahan agar ukuran tumor menyusut sehingga lebih mudah dan aman untuk diangkat oleh dokter bedah.
  • Mengendalikan pertumbuhan kanker: Pada kondisi stadium lanjut atau ketika operasi tidak memungkinkan, kemoradiasi membantu menahan laju penyebaran dan perkembangan kanker.
  • Mengurangi risiko kekambuhan setelah tindakan operasi (adjuvant): Diberikan setelah operasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal dan berpotensi memicu kekambuhan.

Kapan Kemoradiasi Diperlukan?

Tidak semua kanker memerlukan atau cocok ditangani dengan kemoradiasi. Metode ini biasanya dipilih ketika kombinasi terapi terbukti secara klinis akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan salah satu terapi saja pada jenis dan stadium kanker tertentu.

Beberapa jenis kanker yang umum ditangani menggunakan prosedur kemoradiasi meliputi:

  • Kanker serviks (leher rahim).

  • Kanker kepala dan leher (seperti kanker nasofaring atau lidah).
  • Kanker anus dan rektum.
  • Kanker esofagus (kerongkongan).
  • Kanker paru-paru (terutama jenis non-small cell lung cancer stadium tertentu).

Baca juga: Kemoterapi Kanker Serviks, Ini Prosedur dan Efek Sampingnya

Bagaimana Cara Kerja Kemoradiasi?

Kemoradiasi bekerja dengan cara saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Terapi ini memanfaatkan efek radiosensitisasi, yaitu kemampuan obat kemoterapi tertentu untuk membuat sel kanker lebih sensitif terhadap paparan radiasi.

Beberapa jenis obat kemoterapi memiliki kemampuan untuk "melemahkan pertahanan" sel kanker. Ketika sel kanker melemah akibat kemoterapi, pancaran radiasi yang ditembakkan ke area tersebut akan memberikan dampak kerusakan yang jauh lebih besar.

Apakah Kemoradiasi Efektif?

Kemoradiasi terbukti efektif pada beberapa kasus kanker. Studi oleh Rallis KS, dkk. dalam jurnal Anticancer Research menjelaskan bahwa pemberian kemoradiasi dalam penanganan berbagai jenis kanker padat stadium lanjut lokal dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien serta respons terapi1.

Oleh karena itu, kemoradiasi telah banyak digunakan sebagai pilihan pengobatan untuk berbagai jenis kanker, seperti kanker serviks, kanker anus, hingga kanker kandung kemih. 

Namun, efektivitas kemoradiasi tidak dapat disamakan pada setiap pasien dan jenis kanker. Pemilihan terapi tetap perlu mempertimbangkan jenis dan stadium kanker, lokasi tumor, kondisi kesehatan pasien, serta respons terhadap pengobatan. 

Dalam beberapa kondisi, kemoradiasi juga dapat dikombinasikan atau dilanjutkan dengan terapi lain sesuai rencana pengobatan yang ditentukan oleh dokter.

Berapa Lama Kemoradiasi Dilakukan?

Durasi kemoradiasi tidak sama pada tiap pasien, tergantung pada jenis kanker, lokasi tumor, dosis radioterapi, serta regimen kemoterapi yang digunakan.

Sebagai gambaran, radioterapi dapat dilakukan 5 hari dalam seminggu selama sekitar 5 minggu. Sementara itu, jadwal kemoterapi tidak selalu berlangsung sepanjang periode radioterapi. Misalnya, pasien dapat menerima kemoterapi selama 2 minggu, berhenti selama 1 minggu, kemudian melanjutkannya kembali selama 2 minggu.

Baca juga: Mengenal Terapi Kanker: Perbedaan Kemoterapi, Terapi Target, dan Imunoterapi

Apa Saja Efek Samping Kemoradiasi?

Efek samping kemoradiasi bervariasi pada tiap individu dan bisa terasa lebih intens karena menggabungkan dua jenis terapi (kemoterapi dan radiasi) secara bersamaan. Tingkat keparahannya bergantung pada jenis obat, dosis, serta area tubuh yang disinari.

Berikut adalah beberapa efek samping yang umum terjadi:

  • Fisik dan stamina: Rasa lelah berlebihan (fatigue), tubuh terasa lemas, demam, dan penurunan berat badan.

  • Pencernaan dan mulut: Mual, muntah, diare, sembelit, nyeri tenggorokan, sariawan/luka di mulut, serta penurunan nafsu makan.
  • Kulit dan rambut: Kerontokan rambut serta perubahan pada tekstur atau warna kulit di area yang mendapat terapi.
  • Sistem kekebalan dan darah: Meningkatnya risiko infeksi serta lebih mudah memar atau mengalami perdarahan.
  • Pernapasan dan dada: Batuk kering, sesak napas, serta rasa tidak nyaman atau nyeri di area dada.

Tim dokter akan memantau kondisi pasien secara berkala untuk meminimalkan risiko efek samping dan memberikan penanganan yang tepat apabila efek samping tersebut muncul. 

Di Kaiser Cancer Center, pasien dapat memperoleh perawatan suportif untuk membantu mengelola gejala dan meningkatkan kenyamanan selama menjalani pengobatan melalui manajemen nyeriperawatan paliatif, atau konseling nutrisi

Dengan begitu, pasien dapat menjalani rangkaian pengobatan kanker dengan lebih nyaman sekaligus mendapatkan dukungan untuk menjaga kualitas hidup selama proses perawatan.

Kemoradiasi: Kombinasi Terapi untuk Melawan Kanker

Kemoradiasi dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk jenis dan kondisi kanker tertentu. Kombinasi kemoterapi dan radioterapi memungkinkan kedua terapi bekerja secara bersamaan untuk membantu mengendalikan atau menghancurkan sel kanker. 

Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker, kondisi kesehatan, serta respons tubuh masing-masing pasien. Karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui pilihan terapi yang paling sesuai. 

Kaiser Cancer Center menyediakan layanan Terapi Kanker yang dapat membantu pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya, termasuk kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi keduanya.

Kamu juga bisa melakukan konsultasi gratis dengan dokter di Kaiser Cancer Center terlebih dahulu untuk menentukan apakah kemoradiasi merupakan langkah penanganan yang tepat untukmu. Jadi, jangan ragu dan temukan pilihan pengobatan yang tepat untuk melawan kanker bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Kemoterapi Kanker Payudara: Prosedur & Risiko Efek Samping

Referensi:

  1. Rallis KS, Yau THL, Sideris M. Chemoradiotherapy in Cancer Treatment: Rationale and Clinical Applications. Anticancer Res. 2021;41(1):1-7. https://doi.org/10.21873/anticanres
  2. DeMarco C. What Is Chemoradiation? UT MD Anderson Cancer Center Cancerwise Blog [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.mdanderson.org/cancerwise/what-is-chemoradiation.h00-159702279.html
  3. Macmillan Cancer Support. Chemoradiation Treatment [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/treatments-and-drugs/chemoradiation
  4. Srakocic S. What Is Chemoradiation and What Types of Cancer Is It Used For? [Internet]. [Diakses pada 26 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.healthline.com/health/cancer/chemoradiation

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.