Mengetahui stadium kanker serviks merupakan tahapan krusial dalam proses penanganan kanker. Penentuan stadium ini berfungsi sebagai panduan utama dokter untuk menentukan tingkat keparahan penyakit sekaligus merancang strategi terapi kanker guna mencapai peluang pemulihan terbaik.
Lantas, apa saja tingkatan stadium kanker serviks dan bagaimana penanganannya? Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak ulasan berikut ini.
Bagaimana Stadium Kanker Serviks Ditentukan?
Stadium kanker serviks ditentukan berdasarkan ukuran dan tingkat penyebaran kanker di dalam tubuh pasien. Mengetahui stadium kanker serviks sangat penting untuk menentukan jenis terapi yang akan digunakan, mulai dari pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau bahkan terapi kombinasi beberapa metode tersebut.
Sistem penentuan stadium umumnya menggunakan klasifikasi dari International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Penilaian ini menggabungkan pemeriksaan fisik, tes pencitraan (seperti MRI, CT scan, atau PET scan), serta hasil pemeriksaan patologi dari biopsi. Berikut detail penjelasannya:
Tes pencitraan (imaging): Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat secara detail bagian dalam tubuh dan penyebaran kanker. Berikut beberapa tes pencitraan yang sering digunakan:
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): Menggunakan gelombang radio dan magnet untuk mengambil gambar jaringan lunak di sekitar serviks dan panggul secara terperinci.
- USG (Ultrasound): Menggunakan gelombang suara untuk melihat organ panggul atau abdomen.
- Rontgen dada: Diperlukan untuk mengecek apakah kanker telah menyebar hingga ke area paru-paru.
- PET-CT scan: Menggabungkan hasil PET scan dan CT scan untuk mendeteksi sel kanker yang aktif menyerap glukosa radioaktif.
- Tes laboratorium: Pemeriksaan darah untuk menilai kondisi umum pasien, yang meliputi:
- Darah lengkap: Mengukur kadar sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
- Kimia darah: Memeriksa fungsi ginjal, hati, serta kadar elektrolit untuk menilai dampak penyakit pada organ tubuh lainnya.
- Tumor marker: Protein, fragmen genetik, atau bahan kimia lain yang diproduksi oleh sel kanker atau oleh sel tubuh normal sebagai respons terhadap keberadaan kanker.
- Pemeriksaan visual/endoskopi: Jika dicurigai ada penyebaran ke organ sekitar di panggul, dokter dapat melakukan visualisasi langsung menggunakan metode berikut:
- Sistoskopi: Menggunakan alat berkamera tipis (cystoscope) untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan saluran kemih.
Sigmoidoskopi: Menggunakan alat berkamera (sigmoidoscope) untuk memeriksa bagian rektum dan usus besar bawah.
Baca juga: Penyebab Kanker Serviks pada Wanita dan Cara Mencegahnya
Pembagian Stadium Kanker Serviks Berdasarkan FIGO
Dalam sistem klasifikasi FIGO, stadium kanker serviks dibagi menjadi empat tingkatan, mulai dari stadium I hingga stadium IV. Adapun ciri-ciri kanker serviks stadium I sampai IV bisa berbeda, tergantung pada kondisi kanker dan tingkat penyebarannya. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
Stadium I
Kanker serviks stadium I (stadium awal) menunjukkan bahwa sel kanker masih terbatas dan berada di dalam jaringan leher rahim (serviks), serta belum menyebar ke jaringan sekitarnya atau organ tubuh lain.
Dilansir dari studi oleh Changede dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology of India, sistem klasifikasi FIGO yang terbaru (2024) membagi stadium I menjadi IA dan IB dengan ukuran tumor yang berbeda1, seperti berikut:
Stadium IA (kanker mikroskopis): Pada stadium ini, lesi atau massa kanker sangat kecil sehingga hanya bisa didiagnosis melalui mikroskop (tidak kasatmata). Stadium ini dapat dikategorikan lagi menjadi:
- Stadium IA1: Kedalaman invasi stroma (jaringan leher rahim) ≤ 3 mm.
- Stadium IA2: Kedalaman invasi stroma > 3 mm hingga ≤ 5 mm.
- Stadium IB (kanker makroskopis/terlihat): Pada stadium ini, invasi tumor sudah lebih dari 5 mm atau ukurannya sudah bisa terlihat langsung tanpa bantuan mikroskop, tetapi masih terbatas pada serviks. Stadium ini dibagi menjadi tiga subkategori berikut:
- Stadium IB1: Tumor berukuran ≤ 2 cm pada dimensi terbesar.
- Stadium IB2: Tumor berukuran > 2 cm hingga ≤ 4 cm.
Stadium IB3: Tumor berukuran > 4 cm.
Stadium II
Kanker serviks stadium II adalah kondisi ketika sel kanker telah menyebar keluar dari serviks (leher rahim), tetapi belum menyebar ke dinding panggul atau ke sepertiga bagian bawah vagina.
Stadium II dibagi menjadi dua substadium utama berdasarkan area penyebarannya, yaitu:
Stadium IIA: Kanker telah menyebar dari serviks ke dua pertiga bagian atas vagina, tetapi belum menyebar ke jaringan di sekitar uterus (parametrium). Stadium IIA dibagi lagi berdasarkan ukuran tumor berikut:
- Stadium IIA1: Ukuran tumor ≤ 4 cm.
- Stadium IIA2: Ukuran tumor > 4 cm.
Stadium IIB: Kanker telah menyebar dari serviks ke parametrium, tetapi belum mencapai dinding panggul.
Stadium III
Kanker serviks stadium III merupakan tahapan ketika sel kanker telah menyebar melampaui serviks ke struktur atau jaringan di sekitarnya di dalam rongga panggul. Stadium III dibagi menjadi tiga, yaitu:
Stadium IIIA: Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, namun belum mencapai dinding panggul.
- Stadium IIIB: Kanker sudah meluas hingga ke dinding panggul dan/atau telah menyumbat saluran kencing (ureter) yang menyebabkan pembengkakan ginjal (hidronefrosis) atau gangguan fungsi ginjal.
- Stadium IIIC: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di area panggul atau perut. Berikut subkategori dari stadium IIIC:
- IIIC1: Menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar panggul.
IIIC2: Menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar pembuluh darah utama perut (para-aortic lymph nodes).
Stadium IV
Kanker serviks stadium IV termasuk kanker stadium lanjut, di mana sel kanker telah menyebar melampaui area panggul, masuk ke organ di sekitarnya, atau menyebar ke organ tubuh lain yang letaknya jauh (metastasis). Stadium IV dibagi menjadi:
Stadium IVA: Kanker telah menyebar ke organ terdekat di dalam area panggul, seperti dinding kandung kemih dan dinding rektum/usus besar bagian bawah.
- Stadium IVB: Kanker telah menyebar ke bagian tubuh atau organ lain yang jauh dari rahim. Penyebaran ini dapat terjadi melalui aliran darah atau sistem limfatik ke:
- Paru-paru.
- Hati.
- Tulang.
Kelenjar getah bening yang jauh dari area panggul.
Pilihan Pengobatan Kanker Serviks Berdasarkan Stadium
Mengingat setiap stadium kanker serviks mengindikasikan kondisi yang berbeda, maka pilihan penanganannya pun akan bervariasi. Dokter dapat menyarankan tindakan bedah, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari beberapa terapi, tergantung pada karakteristik kanker, stadium dan ukuran tumor, serta kondisi umum pasien.
Di Kaiser Cancer Center, penanganan kanker serviks disesuaikan secara presisi berdasarkan stadiumnya melalui beberapa pilihan tindakan berikut:
Stadium | Penanganan |
Stadium I | Operasi kanker serviks, seperti konisasi, LLETZ, trakelektomi, atau histerektomi. Kemoradioterapi juga dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu. |
Stadium II | Kemoradioterapi yang menggabungkan radioterapi eksternal, radioterapi internal (brakiterapi), dan kemoterapi. |
Stadium III | Kemoradioterapi dan terapi tambahan jika diperlukan. |
Stadium IVA | Kemoradioterapi dan pembedahan (pelvic exenteration) pada kondisi tertentu. |
Stadium IVB | Pengobatan terapi sistemik, seperti kemoterapi, imunoterapi, atau terapi target, serta perawatan paliatif sesuai kebutuhan. |
Perlu diingat bahwa pemilihan penanganan kanker serviks juga akan dipengaruhi oleh kondisi pasien secara spesifik, seperti karakteristik biologis tumor, respons terhadap pengobatan sebelumnya, tujuan pengobatan, risiko terapi, serta preferensi pasien jika memungkinkan.
Baca juga: Mengenal Terapi Kanker: Perbedaan Kemoterapi, Terapi Target, dan Imunoterapi
Stadium Kanker Serviks Menentukan Pilihan Pengobatan
Stadium kanker serviks ditentukan menggunakan sistem klasifikasi FIGO, mulai dari stadium I hingga stadium IV. Ketepatan dalam menentukan stadium kanker serviks sangat memengaruhi tingkat keberhasilan pengobatan.
Melalui pemetaan stadium yang presisi, tim dokter dapat merancang strategi penanganan yang personal, baik melalui pembedahan, radioterapi, maupun kemoterapi, sesuai dengan kebutuhan spesifik pasien.
Penanganan yang presisi tentu bermula dari diagnosis yang akurat. Jika kamu atau kerabat mengalami gejala yang mencurigakan atau membutuhkan evaluasi kesehatan secara menyeluruh, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan.
Kaiser Cancer Center menyediakan layanan Pemeriksaan Diagnostik dan Terapi Kanker yang didukung oleh teknologi terkini serta tim dokter spesialis multidisiplin (MDT). Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan analisis hasil pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dan lebih akurat sehingga kamu mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisimu.
Jadi, kenali kondisi kesehatanmu dan tentukan langkah penanganan yang tepat bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Apa Perbedaan Kemoterapi dan Radioterapi? Inilah Penjelasannya!
- Changede P. Staging of Cervical Cancer: What Has Changed? J Obstet Gynaecol India. 2024 Aug 30;74(4):378–381. https://doi.org/10.1007/s13224-024-02054-9
- Cancer Research UK. Stages, Types and Grades of Cervical Cancer [Internet]. [Diakses pada 18 September 2026]. Diakses dari: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/stages-types-grades
- National Cancer Institute. Cervical Cancer Stages [Internet]. [Diakses pada 18 September 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.gov/types/cervical/stages
- National Cancer Institute. Cervical Cancer Diagnosis [Internet]. [Diakses pada 18 September 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.gov/types/cervical/diagnosis








