Logo

Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Penjelasannya

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

detail image article
Diagnosis & Screening

Mendengar kata operasi sering kali menjadi salah satu ketakutan terbesar bagi pasien yang baru didiagnosis kanker payudara. Oleh karena itu, tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah kanker payudara bisa sembuh tanpa operasi. 

Harapan bahwa obat, kemoterapi, atau terapi lain dapat menggantikan tindakan pembedahan memang wajar. Namun, keputusan pengobatan kanker payudara tanpa operasi bergantung pada berbagai faktor, mulai dari stadium kanker hingga kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami kapan operasi menjadi bagian utama pengobatan dan dalam kondisi apa terapi tanpa operasi dapat dipertimbangkan. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, simak artikel berikut ini.

Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh Tanpa Operasi?

Jawabannya adalah tergantung pada stadium kanker, karakteristik tumor, dan kondisi kesehatan pasien.

Pembedahan umumnya merupakan bagian penting dari terapi kuratif, yaitu pengobatan yang bertujuan menghilangkan kanker sepenuhnya, terutama pada kanker payudara stadium awal. Melalui operasi, dokter mengangkat tumor beserta sebagian atau seluruh jaringan payudara yang terdampak sehingga peluang kanker muncul kembali dapat ditekan.

Sementara itu, pada kondisi tertentu, seperti kanker payudara stadium lanjut yang telah menyebar ke organ lain (stadium 4), fokus pengobatan biasanya beralih ke pengendalian pertumbuhan kanker, perpanjangan harapan hidup, dan peningkatan kualitas hidup pasien. Dalam situasi ini, operasi tidak selalu menjadi pilihan utama dan dapat digantikan atau dikombinasikan dengan terapi sistemik.

Dengan kata lain, meskipun ada beberapa kondisi yang memungkinkan pasien tidak menjalani operasi, keputusan tersebut harus berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis bedah onkologi dan tim multidisiplin, bukan atas keinginan pasien semata.

Mengapa Operasi Masih Menjadi Pengobatan Utama?

Meskipun ada berbagai metode pengobatan alternatif, operasi masih menjadi pilihan utama dalam penanganan kanker payudara, terutama pada stadium 1–3. Ini karena kanker masih dalam tahap awal dan belum menyebar ke bagian tubuh lain sehingga operasi, baik lumpektomi maupun mastektomi, merupakan cara paling efektif untuk mengangkat tumor secara langsung.

Selain itu, operasi juga membantu dokter:

  • Menentukan stadium patologis kanker payudara.

  • Memandu rencana pengobatan selanjutnya.
  • Menurunkan risiko kekambuhan.
  • Meredakan gejala pada kasus kanker payudara stadium lanjut.

Baca juga: 7 Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Terapi Apa Saja yang Dapat Dilakukan Selain Operasi?

Walaupun operasi memiliki peran penting, pengobatan kanker payudara hampir selalu melibatkan kombinasi beberapa terapi lanjutan (terapi adjuvan). Hal ini terutama berlaku jika kanker payudara telah mengalami metastasis (penyebaran) sehingga dokter biasanya memprioritaskan terapi berikut.

1. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan sitotoksik untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Kemoterapi dapat diberikan pada kondisi berikut:

  • Sebelum operasi untuk mengecilkan tumor (neoadjuvan).

  • Setelah operasi untuk mengurangi risiko kekambuhan (adjuvan).
  • Sebagai terapi utama pada kanker stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi.

2. Terapi Target

Terapi target kanker payudara bekerja secara lebih spesifik dengan menyerang molekul tertentu yang mendukung pertumbuhan sel kanker. 

Misalnya, protein HER2 pada kanker payudara HER2-positif. Pada pasien dengan mutasi tertentu tersedia terapi target lain, misalnya PARP inhibitor untuk pasien dengan mutasi BRCA, serta CDK4/6 inhibitor pada sebagian pasien dengan kanker payudara HR-positif berisiko tinggi. 

Karena lebih selektif, terapi target umumnya memiliki mekanisme kerja yang berbeda dibandingkan kemoterapi dan sering dikombinasikan dengan terapi lainnya untuk meningkatkan efektivitas pengobatan.

3. Terapi Hormon

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sel kanker memiliki reseptor hormon estrogen atau progesteron (HR positif), dokter dapat memberikan terapi hormon. 

Terapi hormon pada kanker payudara HR-positif dapat menggunakan tamoxifen atau aromatase inhibitor. Pemilihan obat bergantung pada status menopause pasien, di mana tamoxifen lebih sering diberikan pada wanita premenopause, sedangkan aromatase inhibitor umumnya digunakan pada wanita pascamenopause. 

Terapi hormon bertujuan untuk menghambat pengaruh hormon estrogen atau progesteron yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Dengan begitu, terapi ini dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan maupun mengendalikan penyakit.

4. Radioterapi

Radioterapi merupakan pengobatan kanker payudara menggunakan sinar X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa, sekaligus mengurangi risiko kanker kambuh di masa depan.

Terapi ini paling sering diberikan setelah operasi, terutama setelah lumpektomi. Namun, pada kondisi tertentu, radioterapi juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala akibat kanker yang telah menyebar ke organ lain.

Baca juga: Mengenal Terapi Kanker: Perbedaan Kemoterapi, Terapi Target, dan Imunoterapi

5. Imunoterapi

Pada beberapa jenis kanker payudara, seperti triple-negative breast cancer (TNBC), imunoterapi dapat menjadi bagian dari pengobatan. Imunoterapi bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker. 

Biasanya, terapi ini dikombinasikan dengan kemoterapi atau terapi target lainnya untuk meningkatkan efektivitas pengobatan.

6. Terapi Ablasi Minimal Invasif

Dilansir dari studi oleh Shibamoto, Y. dan Takano, S. (2023) dalam jurnal Cancers, terapi ablasi minimal invasif menggunakan jarum atau gelombang khusus yang dipandu oleh USG/MRI untuk menghancurkan sel kanker secara langsung tanpa sayatan besar1. Berikut adalah beberapa jenis terapi ablasi minimal invasif:

  • RFA (Radiofrequency Ablation): Menggunakan suhu panas ekstrem (>60°C) untuk mematikan sel kanker.

  • HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound): Menggunakan gelombang suara berkekuatan tinggi untuk membakar tumor dari luar.
  • CryoablationMenggunakan pembekuan ekstrem untuk mematikan sel tumor.

Meskipun terapi ablasi ini mampu menghancurkan sebagian besar tumor utama, metode ini sering kali tetap harus dikombinasikan dengan terapi radiasi. Hal ini dikarenakan ablasi saja sulit membersihkan komponen sel kanker yang sudah menyebar di sepanjang saluran payudara. 

Hingga saat ini, metode tersebut juga belum menjadi standar pengobatan kanker payudara operabel (yang dapat dioperasi). Penggunaannya masih terbatas pada penelitian klinis atau pasien yang tidak dapat menjalani operasi setelah melalui pertimbangan tim multidisiplin.

Adakah Pasien yang Tidak Perlu Operasi?

Ya, tetapi jumlahnya relatif terbatas dan harus melalui penilaian yang sangat ketat. Beberapa kondisi yang memungkinkan pasien untuk tidak menjalani pengobatan kanker tanpa operasi meliputi:

  • Kanker payudara stadium IV dengan penyebaran luas ke organ lain.

  • Kondisi kesehatan pasien yang tidak memungkinkan menjalani operasi karena risiko yang terlalu tinggi.
  • Pasien lanjut usia dengan kerapuhan fisik yang signifikan atau harapan hidup terbatas akibat kondisi kesehatan lain.
  • Kondisi tertentu berdasarkan hasil diskusi tim multidisiplin yang menilai manfaat operasi lebih kecil dibandingkan risikonya.
  • Telah menjalani kemoterapi neoadjuvan (kemoterapi sebelum rencana operasi) dan memberikan respons lengkap secara patologis (pathologic complete response/pCR), yaitu ketika pemeriksaan jaringan lewat biopsi menunjukkan tidak ada lagi sel kanker yang tersisa.

Catatan: Pendekatan tanpa operasi ini belum menjadi standar pengobatan sehingga operasi tetap direkomendasikan pada sebagian besar pasien yang memenuhi syarat operasi. Oleh karena itu, keputusan pengobatan harus selalu dikonsultasikan secara mendalam dengan tim dokter spesialis onkologi.

Pahami Pilihan Pengobatan yang Paling Tepat

Jadi, apakah kanker payudara bisa sembuh tanpa operasi? Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing pasien. 

Untuk sebagian besar kanker payudara stadium awal yang masih dapat dioperasi, pembedahan tetap menjadi bagian penting dari pengobatan. Sementara itu, pada kondisi tertentu, seperti kanker stadium lanjut atau pasien dengan pertimbangan medis khusus, terapi tanpa operasi dapat menjadi pilihan.

Yang terpenting adalah setiap pasien mendapatkan penanganan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh oleh tim multidisiplin. Dengan perkembangan terapi modern, pengobatan kanker payudara kini semakin bersifat personal sehingga dokter dapat memilih kombinasi terapi yang paling efektif sesuai karakteristik kanker dan kondisi pasien.

Jika kamu atau orang terdekat baru didiagnosis kanker payudara, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Kaiser Cancer Center. Dokter akan membantu menentukan pengobatan terbaik melalui layanan Terapi Kanker, yang meliputi terapi sistemik, tindakan bedah, dan radioterapi, berdasarkan pertimbangan tim multidisiplin internasional.

Mari konsultasikan dengan dokter untuk menentukan rencana pengobatan yang paling sesuai dengan kondisimu bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Terapi Kanker: Pilihan Pengobatan yang Tepat untuk Kamu


Frequently Asked Questions (FAQs)

1. Apakah benjolan di payudara bisa disembuhkan tanpa operasi?

Ya, benjolan di payudara bisa disembuhkan tanpa operasi, tergantung pada jenis dan penyebab dari benjolan tersebut. Sebagian besar benjolan di payudara bersifat jinak (bukan kanker) dan banyak di antaranya tidak memerlukan pembedahan.

Meskipun banyak benjolan yang tidak memerlukan operasi, tetap penting untuk memeriksakannya ke dokter guna memastikan bahwa benjolan tersebut benar-benar jinak dan bukan gejala kanker payudara.

2. Berapa biaya operasi kanker payudara?

Estimasi biaya operasi kanker payudara dapat bervariasi, tergantung pada berbagai faktor seperti jenis operasi, lokasi fasilitas kesehatan, dan tingkat kompleksitas kasus. Biasanya, biaya operasi kanker payudara berada di kisaran puluhan juta rupiah. 

Untuk mengetahui angka pastinya, sebaiknya konsultasikan dengan tim Kaiser Cancer Center. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan estimasi biaya yang lebih akurat berdasarkan kondisi kesehatanmu.

3. Setelah operasi kanker payudara apakah perlu kemoterapi?

Setelah menjalani operasi kanker payudara, keputusan untuk melakukan kemoterapi bergantung pada beberapa faktor medis yang spesifik bagi setiap pasien. Tidak semua orang yang telah menjalani operasi otomatis membutuhkan kemoterapi.

Referensi:

  1. Shibamoto, Y. dan Takano, S. Non-Surgical Definitive Treatment for Operable Breast Cancer: Current Status and Future Prospects. Cancers. 2023;15(6). https://doi.org/10.3390/cancers15061864
  2. UT MD Anderson. Surgery May Not Be Necessary to Treat Invasive Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.mdanderson.org/newsroom/surgery-may-not-be-necessary-to-treat-invasive-breast-cancer-.h00-159774867.html
  3. Cancer Research UK. Treatment Options for Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/treatment/treatment-decisions#radiotherapy-for-breast-cancer
  4. American Cancer Society. Treatment of Breast Cancer Stages I-III [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/treatment/treatment-of-breast-cancer-by-stage/treatment-of-breast-cancer-stages-i-iii.html
  5. American Cancer Society. Treatment of Stage IV (Metastatic) Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/treatment/treatment-of-breast-cancer-by-stage/treatment-of-stage-iv-advanced-breast-cancer.html
  6.  American Cancer Society. Surgery and Other Procedures for Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/treatment/surgery-for-breast-cancer.html 
  7. Mayo Clinic. Chemotherapy for Breast Cancer [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy-for-breast-cancer/about/pac-20384931
  8. Sweet, J. What to Do If You Find a Lump in Your Breast: Essential Steps to Take [Internet]. [Diakses pada 14 Juli 2026]. Diakses dari: https://www.bcrf.org/about-breast-cancer/what-to-do-if-you-find-a-lump-in-your-breast-essential-steps-to-take/ 
  9. Gradishar, W. J., et al. NCCN Guidelines® Insights: Breast Cancer, Version 5.2025. Journal of the National Comprehensive Cancer Network. 2025;23(11). https://doi.org/10.6004/jnccn.2025.0053
  10. Loibl S, André F, Bachelot T, Barrios CH, Bergh J, Burstein HJ, et al. Early Breast Cancer: ESMO Clinical Practice Guideline for Diagnosis, Treatment and Follow-Up. Annals of Oncology. 2024; 35: 159-182. https://doi.org/10.1016/j.annonc.2023.11.016
  11. Toi M, Kinoshita T, Benson JR, Jatoi I, Kataoka M, Han W, et al. Non-Surgical Ablation for Breast Cancer: An Emerging Therapeutic Option [Internet]. The Lancet Oncology. 2024; 25(3). https://doi.org/10.1016/S1470-2045(23)00615-0
A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.