Logo

Biopsi Payudara: Langkah Penting Menuju Diagnosis yang Akurat

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
Treatment

Menemukan benjolan asing di payudara atau mendapatkan hasil mammografi yang abnormal sering kali memicu kekhawatiran. Pikiran buruk tentang kanker mungkin langsung terlintas di benakmu. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker.

Untuk menentukan apakah benjolan bersifat ganas atau tidak, pemeriksaan pencitraan saja tidak cukup. Dokter memerlukan pemeriksaan penunjang lain untuk konfirmasi, salah satunya adalah biopsi payudara. Prosedur ini merupakan gold standard untuk menentukan apakah benjolan tersebut ganas atau tidak, sekaligus menjadi fondasi utama dalam menentukan langkah medis berikutnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopsi payudara, simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Biopsi Payudara?

Kelainan pada payudara, seperti munculnya benjolan, perubahan tekstur kulit, atau perubahan warna payudara perlu diperhatikan karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk kanker payudara. 

Jika hasil pemeriksaan fisik atau pencitraan menunjukkan adanya temuan yang mencurigakan, dokter dapat merekomendasikan biopsi payudara untuk memastikan diagnosis.

Biopsi payudara adalah prosedur pengambilan sampel jaringan payudara yang mencurigakan untuk kemudian dianalisis di laboratorium oleh dokter spesialis patologi anatomi. Hasil analisis ini membantu menentukan apakah kelainan pada payudara tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker).

Kapan Biopsi Payudara Diperlukan?

Biopsi payudara biasanya dilakukan jika terdapat temuan klinis atau hasil pencitraan yang mencurigakan dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Berikut adalah beberapa indikasi klinis yang umumnya memerlukan biopsi untuk memastikan keberadaan sel kanker atau masalah payudara lainnya:

  • Terdapat massa atau benjolan yang teraba saat pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) oleh tenaga medis.
  • Hasil mammografi atau USG payudara menunjukkan adanya massa padat atau area abnormal yang mencurigakan.
  • Perubahan pada puting atau areola, seperti puting menjadi tertarik ke dalam (inversi), keluarnya cairan abnormal bercampur darah, kulit di sekitar puting bersisik, berlesung, atau berpori-pori besar seperti kulit jeruk (peau d'orange).

Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!

Apa Saja Jenis Biopsi Payudara?

Biopsi payudara terbagi menjadi beberapa jenis. Penggunaannya disesuaikan dengan ukuran, lokasi, dan karakteristik benjolan yang dimiliki. Berikut adalah beberapa jenis biopsi payudara yang umum digunakan untuk mengambil sampel jaringan payudara.

1. Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)

FNAB adalah teknik biopsi menggunakan jarum yang sangat tipis untuk mengambil sampel jaringan dari bagian payudara yang mencurigakan. Prosedur ini biasanya digunakan jika benjolan dicurigai sebagai kista berisi cairan atau ketika hasil pencitraan belum jelas menunjukkan apakah area tersebut merupakan kista berisi cairan atau massa padat.

2. Core Needle Biopsy (CNB)

CNB adalah teknik biopsi menggunakan jarum yang lebih besar, biasanya digunakan untuk benjolan padat. Jenis biopsi ini mengambil potongan jaringan utuh berbentuk silinder kecil yang memungkinkan analisis lebih lengkap dan mendalam. 

Berdasarkan studi oleh Silva E, Meschter S, dan Tan MP (2023) dalam jurnal Translation Breast Cancer Research, sampel jaringan yang diambil melalui teknik CNB umumnya memadai untuk menilai berbagai biomarker penting pada kanker payudara, termasuk estrogen receptor (ER), progesterone receptor (PR), dan HER21. Pemeriksaan ketiga biomarker tersebut membantu dokter menentukan subtipe biologis kanker payudara serta memilih terapi yang paling sesuai.

3. Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB)

VABB juga termasuk metode needle biopsy, tetapi jarumnya dilengkapi dengan teknologi vakum yang memungkinkan dokter mengambil beberapa sampel jaringan melalui satu kali penempatan jarum, tanpa harus mencabut dan memasukkan jarum berulang kali. 

4. Surgical (Open) Biopsy

Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan prosedur bedah untuk mengambil sampel jaringan payudara. Prosedur ini biasanya dilakukan jika hasil biopsi jarum tidak menunjukkan hasil yang jelas, lokasi benjolan sulit dijangkau dengan jarum, atau jika dokter ingin mengangkat seluruh benjolan sekaligus (biopsi eksisi).

Bagaimana Prosedur Biopsi Payudara Dilakukan?

Secara umum, prosedur biopsi jarum (FNAB, CNB, VABB) berlangsung cukup singkat dan relatif nyaman. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Persiapan dan pembiusan. 

    Pasien akan diminta berbaring. Area payudara yang akan diperiksa dibersihkan dengan antiseptik, lalu dokter memberikan suntikan anestesi (bius) lokal agar area payudara yang akan diambil sampelnya mati rasa.

  2. Panduan pencitraan. 

    Jika lesi tidak dapat diraba dengan jelas, dokter dapat menggunakan USG untuk menentukan lokasi target dan mengarahkan jarum secara tepat.

  3. Pengambilan sampel.

    Jarum biopsi dimasukkan secara perlahan ke area target untuk mengambil sampel jaringan. Selama prosedur, pasien mungkin merasakan tekanan, tarikan, atau sedikit rasa tidak nyaman meskipun area tersebut telah diberi anestesi.

  4. Penutupan area.

    Setelah sampel dinilai cukup, jarum dilepas. Dokter menekan area bekas tusukan untuk menghentikan perdarahan dan menutupnya dengan plester medis. Karena needle biopsy merupakan prosedur minimal invasif, pasien biasanya tidak memerlukan jahitan.

Baca juga: Jenis Pengobatan Kanker Payudara dan Efek Sampingnya!

Biopsi Payudara Berapa Lama?

Durasi prosedur biopsi dapat bervariasi, tergantung pada jenis biopsi yang dilakukan. Berikut estimasi waktunya:

  • FNAB: Sekitar 10 hingga 15 menit.
  • CNB: Sekitar 20 hingga 60 menit, bergantung pada jenis pemindaian/pencitraan (seperti USG atau MRI) yang digunakan dokter untuk memandu jarum.
  • Biopsi bedah (eksisi/lumpektomi): Hingga 60 menit.
  • Biopsi bedah (insisi): Sekitar 60 menit.

Apa Risiko Biopsi Payudara?

Biopsi payudara adalah prosedur yang sangat aman. Namun, seperti halnya tindakan medis lainnya, ada beberapa risiko efek samping biopsi payudara yang dapat terjadi, antara lain:

  • Memar (hematoma) dan rasa nyeri ringan di area bekas tindakan.
  • Pembengkakan lokal pada jaringan payudara.
  • Infeksi pada luka bekas irisan atau tusukan jarum (jarang terjadi).
  • Perubahan bentuk payudara, terutama setelah biopsi bedah yang mengambil jaringan dalam jumlah lebih besar.

Meski begitu, dokter akan selalu berupaya mencegah risiko tersebut seminimal mungkin dan memberikan arahan perawatan pascabiopsi yang dapat membantu meredakan keluhan. Pastikan untuk selalu mengikuti instruksi dokter dan segera konsultasikan jika ada tanda-tanda infeksi, seperti: 

  • Demam.
  • Warna kulit di sekitar area biopsi berubah menjadi merah atau lebih gelap dari warna asli kulitmu.
  • Area biopsi terasa nyeri saat disentuh.
  • Muncul lebam yang menyebar.

Bagaimana Cara Membaca Hasil Biopsi Payudara?

Hasil biopsi payudara akan dievaluasi oleh dokter spesialis patologi anatomi untuk menentukan jenis perubahan yang terdapat pada jaringan. Secara umum, hasil pemeriksaan dapat menunjukkan beberapa kemungkinan berikut:

  • Jinak (benign): Benjolan bersifat jinak (nonkanker) dan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus selain selain skrining rutinBenjolan bisa berupa kista, fibroadenoma, atau perubahan fibrokistik biasa.
  • Lesi atipik atau berisiko tinggi: Ditemukan perubahan sel yang bukan kanker, tetapi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara atau kemungkinan adanya kelainan yang lebih serius di jaringan sekitarnya. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pengambilan jaringan tambahan atau operasi untuk memastikan tidak terdapat kanker di area tersebut.
  • Karsinoma in situ: Ditemukan sel abnormal atau ganas yang masih terbatas pada tempat asalnya dan belum menginvasi jaringan di sekitarnya.
  • Kanker invasif: Sel kanker telah menembus jaringan tempat asalnya dan tumbuh ke jaringan payudara di sekitarnya. Jika hasil ini yang keluar, laporan biasanya dilengkapi dengan jenis kanker payudara dan tingkat keganasannya.

Pada sebagian kasus, hasil biopsi juga dapat dinyatakan belum memadai atau belum dapat disimpulkan, misalnya jika sampel jaringan yang diperoleh terlalu sedikit. Dokter dapat merekomendasikan biopsi ulang atau metode pemeriksaan lain untuk memperoleh diagnosis yang lebih jelas.

Biopsi Payudara Membantu Menegakkan Diagnosis yang Akurat

Melakukan biopsi payudara bukanlah hal yang perlu ditakuti, melainkan langkah krusial untuk memberikan kepastian medis. Dengan mengetahui kondisi jaringan payudaramu secara akurat, langkah penanganan yang tepat dan efektif dapat dirancang sedini mungkin.

Jika kamu menemukan benjolan atau perubahan tidak biasa pada payudara, Kaiser Cancer Center siap mendampingimu. Melalui layanan Biopsi yang didukung oleh tim dokter spesialis dan teknologi medis terkini, kamu bisa mendapatkan diagnosis yang cepat dan presisi.

Kamu juga bisa melakukan konsultasi gratis terlebih dahulu untuk berdiskusi langsung mengenai keluhan yang kamu rasakan dan menentukan opsi pemeriksaan yang paling tepat. Jadi, mari segera periksakan kondisimu untuk mendapatkan diagnosis yang akurat bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Baca juga: Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Penjelasannya

Referensi:

  1. Silva E, Meschter S, Tan MP. Breast Biopsy Techniques in a Global Setting—Clinical Practice Review. Transl Breast Cancer Res. 2023;4:14. https://doi.org/10.21037/tbcr-23-12
  2. Mayo Clinic. Breast Biopsy [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-biopsy/about/pac-20384812
  3. Cleveland Clinic. Breast Biopsy: Types, Procedure, Recovery & Results [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/24204-breast-biopsy-overview
  4. Cancer Research UK. Breast Biopsy [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/tests-and-scans/breast-biopsy
  5. Breast Cancer Research Foundation. Breast Biopsy [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.bcrf.org/about-breast-cancer/breast-biopsy/
  6. Johns Hopkins Medicine. Breast Biopsy [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/breast-biopsy
  7. Duke Department of Radiology. Breast Biopsy Results [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://radiology.duke.edu/about/clinical-divisions/breast-imaging/breast-biopsy-results 

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.