Logo

Fibrokistik Payudara: Gejala & Perbedaannya dengan Kanker Payudara

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
General Topic

Tahukah kamu bahwa tidak semua benjolan pada payudara merupakan tanda kanker payudara? Pada banyak kasus, benjolan tersebut disebabkan oleh kondisi jinak, salah satunya adalah fibrokistik payudara.

Fibrokistik payudara adalah kondisi nonkanker yang cukup umum terjadi pada wanita usia subur. Lantas, apakah kondisi ini berbahaya dan bagaimana membedakannya dengan gejala kanker payudara? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut ini.

Mengenal Fibrokistik Payudara: Perubahan Jaringan Payudara Menjelang Menstruasi

Pernahkah kamu merasakan benjolan pada payudara menjelang menstruasi? Fenomena ini biasanya disebabkan oleh fibrokistik payudara, yaitu kondisi di mana jaringan payudara terasa kenyal, berbenjol-benjol, atau padat. Perubahan ini bukanlah suatu penyakit dan bersifat jinak (nonkanker) sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan.

Perubahan fibrokistik payudara paling sering terjadi pada wanita berusia 20–50 tahun yang sedang mengalami siklus menstruasi. Biasanya, perubahan ini akan terasa menjelang periode menstruasi, yakni ketika produksi hormon sedang berfluktuasi, dan akan berangsur membaik setelah menstruasi berakhir.

Apa Penyebab Fibrokistik Payudara?

Penyebab pasti fibrokistik payudara masih belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon reproduktif, khususnya estrogen, selama siklus menstruasi.

Perubahan hormon tersebut menyebabkan penumpukan cairan dalam kantong kecil (kista), pembentukan jaringan parut fibrous (fibrosis), atau pertumbuhan berlebih pada sel saluran ASI. Akibatnya, payudara terasa kenyal, berbenjol-benjol, atau padat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gejala Fibrokistik Payudara yang Perlu Dikenali

Pada sebagian wanita, gejala fibrokistik payudara bisa terasa sangat intens sebelum atau sepanjang siklus menstruasi. Namun, pada sebagian wanita lainnya, fibrokistik payudara mungkin tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Secara umum, berikut adalah beberapa gejala fibrokistik payudara:

  • Payudara terasa nyeri, pegal, atau sangat sensitif, terutama di bagian luar dan atas payudara.
  • Muncul benjolan yang terasa seperti karet, berserat (seperti ada tali di bawah kulit), atau kista padat/berisi cairan. Benjolan ini umumnya dapat digerakkan saat ditekan.
  • Payudara terasa lebih penuh, bengkak, atau berat.
  • Keluar cairan berwarna kecokelatan atau hijau gelap dari puting (bukan cairan berdarah). Cairan keluar dari kedua puting, keluar saat ditekan atau menjelang haid, lalu mereda sendiri setelah menstruasi selesai.
  • Gejala dan ukuran benjolan sering kali membesar secara bertahap menjelang siklus menstruasi, lalu mengecil kembali seperti semula setelah menstruasi selesai.

Baca juga: Tumor Payudara Jinak dan Ganas, Kenali Perbedaannya!

Apakah Fibrokistik Payudara Berbahaya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fibrokistik payudara bersifat jinak. Artinya, kondisi ini bukan merupakan tanda keganasan atau kanker dan dapat terjadi secara berkala, terutama saat terjadi perubahan hormon, misalnya saat menstruasi. Hal ini pada umumnya tidak meningkatkan risiko kanker payudara. 

Meski begitu, pada sebagian kecil kasus, hasil biopsi bisa menunjukkan adanya pertumbuhan jaringan tertentu yang berkaitan dengan sedikit peningkatan risiko kanker payudara. Inilah salah satu alasan mengapa dokter tetap menyarankan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan hal yang tidak biasa.

Kamu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika menemukan: 

  • Benjolan baru yang terus membesar dan tidak kembali ukurannya setelah periode menstruasi selesai.
  • Nyeri payudara menetap setelah periode menstruasi selesai. 
  • Keluarnya cairan puting berwarna bening/encer, kecokelatan, hingga berdarah. Cairan ini biasanya keluar secara spontan (tanpa ditekan) dan hanya dari satu sisi payudara.

Perbedaan Fibrokistik Payudara dan Kanker Payudara

Perubahan fibrokistik dan kanker payudara sama-sama menyebabkan timbulnya benjolan pada payudara. Namun, keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang penting untuk diketahui, di antaranya adalah sebagai berikut:

Fibrokistik Payudara

Kanker Payudara

Perubahan fibrokistik pada payudara disebabkan oleh fluktuasi hormon.

Kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal ganas pada payudara.

Umumnya terasa nyeri saat disentuh.

Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

Ukuran benjolan dan rasa nyeri berubah mengikuti siklus menstruasi (membesar/makin nyeri sebelum haid).

Tidak dipengaruhi oleh siklus menstruasi dan terus membesar seiring waktu.

Terasa lunak, kenyal, atau seperti spons, serta mudah bergeser saat ditekan.

Terasa keras, padat, dan sulit digerakkan.

Payudara bengkak dan sedikit gatal menjelang menstruasi.

Perubahan pada kulit payudara menjadi berkerut/muncul lesung, puting tertarik masuk, berpori besar seperti kulit jeruk (peau d’orange) atau keluar cairan bening/bercampur darah dari puting biasanya dari satu sisi payudara.

Sering kali tidak memerlukan penanganan khusus selain pereda nyeri dan perubahan gaya hidup.

Memerlukan penanganan medis intensif, seperti operasi, kemoterapi, radiasi, terapi target, atau terapi hormon.

Jika gejala yang kamu alami mengarah pada kanker payudara, segera periksakan diri ke dokter. Makin cepat kanker ditemukan, makin cepat pula kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker payudara serta memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining dan Cara Deteksi Dini!

Diagnosis Fibrokistik Payudara

Diagnosis perubahan fibrokistik dilakukan untuk memastikan bahwa benjolan atau nyeri yang dirasakan bukan disebabkan oleh kondisi lain yang lebih serius. Berikut adalah tahapan dan metode pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter:

  • Anamnesis: Anamnesis atau wawancara medis pada kasus fibrokistik payudara bertujuan menggali keluhan nyeri atau benjolan yang bersifat fluktuatif dan berkaitan erat dengan siklus menstruasi, serta membedakannya dari keganasan.

  • Pemeriksaan fisik payudara (clinical breast exam): Dokter akan memeriksa payudara dan kelenjar getah bening di sekitar area ketiak secara manual untuk merasakan lokasi, tekstur, dan ukuran benjolan.
  • Mammografi: Pemeriksaan menggunakan sinar-X pada payudara untuk melihat gambaran jaringan payudara secara lebih detail dan mendeteksi area yang mencurigakan.
  • USG payudara: Sering digunakan bersamaan dengan mammografi, terutama pada wanita dengan jaringan payudara yang padat. USG sangat baik untuk membedakan antara benjolan padat dan kista yang berisi cairan.
  • Biopsi payudara: Jika benjolan terlihat mencurigakan pada hasil pencitraan (USG/mammografi) atau jika cairan yang dikeluarkan mengandung darah, dokter akan mengambil sampel kecil jaringan payudara untuk diuji di laboratorium guna memastikan tidak ada sel kanker.

Baca juga: Hasil Biopsi Berapa Lama? Ini Estimasi Waktu dan Penjelasannya

Bagaimana Cara Mengatasi Fibrokistik Payudara?

Penanganan fibrokistik payudara tergantung pada tingkat keparahan gejala. Jika tidak ada gejala atau hanya bersifat ringan, kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika menimbulkan nyeri hebat atau kista berukuran besar, berikut adalah langkah penanganan medis dan mandiri yang umum dilakukan.

Perawatan Mandiri

Untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan payudara akibat perubahan fibrokistik, kamu bisa mencoba tips berikut:

  • Gunakan bra yang tepat: Kenakan bra pendukung (support bra) yang pas dan gunakan bra olahraga (sports bra) saat berolahraga atau tidur ketika payudara terasa sangat sensitif.

  • Kompres hangat: Tempelkan kompres hangat atau botol berisi air hangat pada area yang terasa nyeri.
  • Suplemen (dengan arahan dokter): Suplemen yang mengandung bahan tertentu, seperti vitamin E, kadang digunakan untuk membantu mengurangi nyeri payudara akibat fluktuasi hormon. Namun, penggunaan suplemen ini perlu melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanan dan keefektifannya.

Penanganan Medis

Jika gejala tidak kunjung membaik atau semakin parah, dokter mungkin akan merekomendasikan penanganan medis berikut:

  • Tindakan Fine-Needle Aspiration (FNA): Dokter menggunakan jarum sangat tipis untuk mengeluarkan cairan dari kista. Prosedur ini dapat mengempiskan kista sekaligus meredakan rasa tidak nyaman.

  • Obat pereda nyeri: Penggunaan obat bebas, seperti parasetamol atau NSAID (seperti ibuprofen) untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  • Kontrasepsi oral (pil KB): Diberikan untuk menyeimbangkan kadar hormon yang memicu perubahan jaringan payudara selama siklus menstruasi.
  • Operasi (bedah eksisi): Dilakukan dalam kasus yang sangat jarang jika kista terus menetap setelah berulang kali diaspirasi atau menunjukkan temuan yang mencurigakan saat pemeriksaan.

Benjolan pada Payudara Tidak Selalu Berarti Kanker

Menemukan benjolan atau merasakan perubahan pada payudara memang sering kali memicu rasa cemas. Kendati demikian, penting untuk diingat bahwa sebagian besar benjolan merupakan kondisi jinak yang tidak berbahaya, seperti halnya fibrokistik payudara. Perubahan ini umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap fluktuasi hormon bulanan.

Namun, ini bukan berarti kamu boleh mengabaikan benjolan atau perubahan pada payudara begitu saja. Jika benjolan tidak kunjung hilang bahkan setelah siklus menstruasi berakhir, segera kunjungi dokter untuk memastikan penyebabnya.

Kaiser Cancer Center siap mendampingimu melalui layanan Pemeriksaan Diagnostik yang menyeluruh. Hasil pemeriksaan akan ditinjau langsung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari berbagai dokter spesialis dan tenaga medis berpengalaman dengan standar internasional. 

Melalui ekosistem dan jaringan onkologi global, Kaiser Cancer Center menghadirkan akses dua arah antara pasien di Indonesia dengan dokter spesialis terkemuka di Eropa dan Asia. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan second opnion hingga rekomendasi terapi terbaik secara lebih cepat, tepat, dan presisi.

Kamu bisa berkonsultasi secara gratis dengan dokter spesialis di Kaiser Cancer Center terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keluhan dan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya. Mari pastikan kesehatan payudaramu melalui pemeriksaan yang tepat bersama Kaiser Cancer Center. #CareWithClarity.

Baca juga: Efek Samping Operasi Tumor Jinak Payudara, Apakah Bentuknya Berubah?

Referensi:

  1. Malherbe K, Khan M, Fatima S. Fibrocystic Breast Disease. Dalam: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Aug 8 [Diakses pada 19 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551609/ 
  2. University Hospitals Sussex NHS Foundation Trust. Fibrocystic Breast Changes [Internet]. [Diakses pada 19 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.uhsussex.nhs.uk/resources/fibrocystic-breast-changes/
  3. Cleaveland Clinic. Fibrocystic Breasts [Internet]. [Diakses pada 19 Agustus]. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22080-fibrocystic-breasts
  4. Mayo Clinic. Fibrocystic Breasts [Internet]. [Diakses pada 19 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibrocystic-breasts/diagnosis-treatment/drc-20350442
  5. Cancer Research UK. Fibrocystic Breast Changes [Internet]. [Diakses pada 19 Agustus]. Diakses dari: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/other-conditions/fibrocystic-breast-changes
  6. Burch K. Fibrocystic Breast vs. Cancer: What Are the Differences? [Internet]. [Diakses pada 19 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.verywellhealth.com/fibrocystic-breast-vs-cancer-6752530 

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.