Logo

Paget’s Disease pada Payudara: Inilah Gejala hingga Pengobatannya

Penulis: Tim Kaiser Cancer Center

Bagikan:

Ditinjau oleh

D

Dokter.

detail image article
General Topic

Perubahan pada kulit di sekitar puting, seperti kemerahan, bersisik, atau gatal, sering kali dianggap sebagai iritasi ringan atau alergi biasa. Banyak orang lantas mengobatinya sendiri menggunakan salep eksim atau pelembap. Padahal, jika ruam tersebut tak kunjung membaik, bisa jadi itu bukan sekadar gangguan kulit.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda dari Paget’s disease pada payudara. Meski tergolong jenis kanker payudara yang langka, mengenali penyakit ini sedini mungkin sangat penting agar penanganan medis yang tepat dapat segera dilakukan.

Untuk memahami informasi selengkapnya, simak penjelasan berikut.

Apa Itu Paget’s Disease pada Payudara?

Paget’s disease pada payudara (mammary Paget’s disease) adalah jenis kanker payudara yang tergolong langka. Kondisi ini memengaruhi kulit di area puting dan areola (bagian berwarna gelap di sekitar puting), dengan gejala yang cukup khas, seperti kulit tampak kemerahan, bersisik, menebal, kering, atau mengelupas.

Berdasarkan tinjauan klinis oleh Yasir M, Khan M, dan Lotfollahzadeh S. dalam National Library of Medicine, Paget’s disease umumnya berkaitan dengan kanker atau keganasan pada jaringan payudara, yaitu ductal carcinoma in situ (DCIS) atau invasive ductal carcinoma1. Oleh karena itu, kondisi ini umumnya dipandang sebagai indikator awal adanya kanker di bagian dalam payudara.

Apa Penyebab Paget’s Disease pada Payudara?

Hingga saat ini, penyebab pasti Paget’s disease pada payudara masih belum diketahui. Namun, ada dua teori utama yang menjelaskan bagaimana penyakit ini berkembang, yakni:

  • Teori epidermotropik: Sel-sel kanker (Paget cells) berasal dari tumor yang berada di dalam saluran ASI (duktus) payudara, kemudian bergerak menyusuri saluran ASI hingga mencapai permukaan kulit puting dan areola. Perpindahan ini diduga dipicu oleh protein tertentu, seperti HER2 yang teridentifikasi pada lebih dari 85% kasus kanker payudara.

  • Teori transformasi: Kanker berasal dari sel kulit puting (keratinosit), bukan dari saluran susu di bawahnya. 

Namun, saat ini, teori epidermotropik lebih banyak diterima di kalangan para ahli karena ketika jaringan puting diperiksa menggunakan biopsi dengan jumlah irisan yang cukup, biasanya dapat ditemukan keterlibatan saluran susu besar (lactiferous ducts) tepat di bawah puting.

Baca juga: Penyebab Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Faktornya!

Siapa yang Berisiko Mengalami Paget’s Disease pada Payudara?

Faktor risiko Paget disease umumnya sama dengan faktor risiko kanker payudara pada umumnya, di antaranya:

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Mayoritas dialami oleh wanita, meski pria juga berisiko kecil mengalaminya.
  • Memiliki anggota keluarga kandung dengan riwayat kanker payudara atau kanker ovarium.
  • Memiliki mutasi genetik bawaan tertentu, seperti BRCA1 atau BRCA2.
  • Memiliki jaringan payudara yang padat (dense breast tissue) berdasarkan pemeriksaan mammografi.
  • Paparan radiasi, konsumsi alkohol, serta obesitas dapat meningkatkan risiko.

Ciri-Ciri Paget’s Disease pada Payudara

Penyakit Paget payudara umumnya hanya menyerang satu payudara saja. Penyakit ini juga bisa memengaruhi kedua payudara, meski jarang terjadi. 

Gejalanya kerap disalahartikan sebagai eksim atau dermatitis karena memiliki tampilan fisik yang mirip. Meski demikian, Paget’s disease pada payudara dapat dibedakan karena umumnya disertai gejala khas kanker payudara lainnya, seperti:

  • Area puting dan aerola tampak bersisik, kering, atau menebal.

  • Kulit di sekitar puting terlihat memerah dan teriritasi.
  • Muncul luka terbuka (ulkus) yang tak kunjung sembuh atau koreng (crusting) pada permukaan puting.
  • Gatal yang terus-menerus.
  • Puting terasa panas, perih, atau sangat sensitif saat tersentuh pakaian.
  • Rasa sakit atau berdenyut pada area puting.
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna kekuningan (seperti nanah/serosa) atau bercampur darah.
  • Puting tertarik ke dalam (nipple retraction) atau bentuknya merata (flat).
  • Ditemukan benjolan di dalam jaringan payudara.

Paget’s Disease vs. Eksim pada Puting

Karena penampilannya yang sangat mirip, Paget’s disease sering kali terlambat didiagnosis karena dianggap sebagai eksim atau dermatitis. Berikut perbedaan mendasar keduanya:

Aspek

Paget Disease pada Payudara

Eksim/Dermatitis Puting

Penyebab

Pertumbuhan sel kanker pada kulit puting, yang sering berkaitan dengan kanker di dalam jaringan payudara.

Peradangan kulit akibat reaksi iritasi, alergi, atau gangguan lapisan pelindung kulit.

Lokasi

Biasanya hanya menyerang satu payudara.

Sering menyerang kedua payudara, meskipun juga dapat ditemukan pada satu sisi.

Area sebaran

Dimulai dari puting lalu menyebar ke areola.

Biasanya dimulai dari areola atau kulit sekitar payudara.

Respons terhadap pengobatan

Tidak membaik dengan pengobatan kulit.

Membaik atau sembuh setelah diolesi krim eksim/pelembap dan menghindari pemicunya.

Perubahan puting

Puting bisa tertarik ke dalam atau berdarah.

Bentuk puting umumnya tidak berubah.

Bagaimana Diagnosis Paget’s Disease?

Diagnosis dilakukan melalui beberapa tahapan evaluasi medis oleh dokter untuk membedakannya dengan penyakit kulit lain, seperti eksim atau dermatitis. Selain itu, dokter juga memeriksa keberadaan kanker di dalam jaringan payudara.

Berikut adalah langkah-langkah diagnosisnya:

  1. Anamnesis (wawancara medis): Dokter akan menanyakan keluhan yang dialami pasien, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga yang mungkin ikut berperan dalam timbulnya penyakit.
  2. Pemeriksaan payudara klinis: Dokter akan memeriksa kondisi fisik puting, areola, serta meraba payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak untuk mencari adanya benjolan atau perubahan struktur.
  3. Pemeriksaan pencitraan (mammografi atau USG): Dilakukan untuk melihat apakah ada tumor, penumpukan kalsium, atau kelainan lain di jaringan dalam payudara.
  4. Biopsi kulit: Dokter mengambil sampel kecil kulit puting yang bermasalah melalui prosedur biopsi kulit (seperti punch biopsy dan shave biopsy) untuk dianalisis di laboratorium guna mendeteksi keberadaan sel Paget.

Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining dan Cara Deteksi Dini!

Apakah Paget’s Disease pada Payudara Bisa Disembuhkan?

Ya, Paget’s disease bisa disembuhkan, terutama jika terdeteksi pada stadium awal sebelum kanker menyebar luas. Penanganannya berfokus pada pengangkatan sel-sel kanker di area puting/areola dan di dalam jaringan payudara jika ditemukan.

Berikut adalah beberapa opsi penanganan Paget’s disease yang umum dilakukan:

  • Pembedahan: Pembedahan merupakan langkah penanganan utama untuk mengangkat sel kanker. Jenis operasi yang direkomendasikan tergantung pada ada tidaknya benjolan/kanker yang mendasari di dalam saluran ASI.

    • Lumpektomi (pengangkatan sebagian jaringan payudara): Operasi ini dilakukan jika penyakit hanya terbatas pada area puting/areola atau jika kanker yang mendasarinya masih stadium sangat awal (seperti DCIS) dan ukurannya kecil. 

    • Mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara): Diindikasikan jika terdapat kanker payudara invasif di bagian dalam payudara, tumor berukuran besar, atau jika terdapat beberapa fokus kanker di tempat yang berbeda (multifokal).

    • Biopsi kelenjar getah bening (sentinel lymph node biopsy): Dokter sering kali juga mengambil sampel kelenjar getah bening di ketiak untuk memeriksa apakah sel kanker telah menyebar ke luar jaringan payudara.

  • Terapi tambahan: Setelah pembedahan, beberapa jenis terapi lanjutan mungkin diberikan untuk membunuh sisa-sisa sel kanker yang tidak terlihat dan menurunkan risiko kanker kambuh.

    • Radioterapi: Sangat disarankan setelah operasi lumpektomi untuk memastikan seluruh sisa sel kanker di area payudara telah dihancurkan.

    • Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan khusus untuk membutuh sel kanker yang biasanya diberikan jika kankernya bersifat invasif atau telah menyebar ke kelenjar getah bening.

    • Terapi hormon: Diberikan jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa sel kanker memiliki reseptor hormon positif (seperti estrogen atau progesteron).

    • Terapi target/imunoterapi: Obat khusus yang menyasar protein tertentu pada sel kanker (misalnya obat anti-HER2 jika sel kanker mengekspresikan protein HER2 berlebih).

Baca juga: Jenis Pengobatan Kanker Payudara dan Efek Sampingnya!

Jangan Abaikan Perubahan pada Puting dan Areola

Keluhan kulit pada puting yang tak kunjung membaik jangan sampai diabaikan begitu saja. Tindakan deteksi dini adalah kunci penting untuk memastikan kesehatan payudaramu dan mendapatkan penanganan medis yang optimal.

Jika kamu melihat atau merasakan adanya perubahan tidak biasa pada area puting dan areola, Kaiser Cancer Center siap mendampingimu. Melalui layanan Pemeriksaan Klinis yang ditangani oleh tim dokter spesialis dan didukung fasilitas medis modern, kamu bisa mendapatkan evaluasi yang menyeluruh dan akurat.

Kamu dapat memanfaatkan layanan konsultasi gratis terlebih dahulu untuk berdiskusi langsung mengenai keluhan yang kamu rasakan. Dengan begitu, kamu akan tahu dengan pasti apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jadi, segera periksakan gejala yang kamu rasakan untuk mendapatkan penanganan yang tepat bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.

Referensi:

  1. Yasir M, Khan M, Lotfollahzadeh S. Mammary Paget Disease. [Diperbarui 3 Juni 2023; Diakses pada 19 Agustus 2026]. Dalam: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Januari. Diakses dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563228/
  2. Mayo Clinic. Paget's Disease of the Breast [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pagets-disease-of-the-breast/symptoms-causes/syc-20351079
  3. Cleveland Clinic. Paget's Disease of the Breast [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17913-pagets-disease-of-the-breast
  4. National Cancer Institute. Paget Disease of the Breast [Internet]. [Diakses pada 18 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.cancer.gov/types/breast/breast-cancer-types/paget-disease-breast
  5. Pietrangelo A. Understanding the Difference Between Paget Disease and Eczema of the Breast. [Diakses pada 19 Agustus 2026]. Diakses dari: https://www.healthline.com/health/womens-health/difference-between-pagets-disease-and-eczema 

Artikel Terkait

A doctor smiling at a patient at Kaiser Cancer Center

Tim Kaiser Siap Menemani Setiap Langkahmu

Kami percaya, setiap langkah menuju pemulihan layak mendapat dukungan terbaik. Tim Kaiser hadir untuk mendampingimu—membawa ketenangan, harapan, dan dukungan di setiap tahap perjalananmu melalui pendekatan medis berteknologi mutakhir dan berstandar global.

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kaiser

Subscribe untuk tetap terhubung dan menerima update terbaru dari Kaiser.