Kesehatan payudara perlu menjadi perhatian setiap wanita karena berbagai perubahan dapat terjadi seiring waktu, termasuk munculnya benjolan.
Salah satu kondisi yang cukup umum adalah kista payudara, yaitu benjolan berisi cairan yang terbentuk di jaringan payudara. Sebagian besar kasus kista payudara tergolong jinak sehingga biasanya tidak memerlukan penanganan medis yang intensif.
Meski begitu, setiap benjolan pada payudara sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan apakah benjolan tersebut tergolong tumor payudara jinak atau ganas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk informasi lebih lengkap, simak artikel berikut ini.
Apa Itu Kista Payudara?
Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam jaringan payudara. Kondisi ini termasuk kelainan payudara jinak (bukan kanker) dan merupakan salah satu penyebab benjolan payudara yang cukup sering ditemukan pada wanita.
Lantas, kista payudara seperti apa? Kista payudara umumnya berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas. Saat diraba, benjolan dapat terasa lunak seperti balon berisi air atau terkadang lebih padat, tergantung ukuran dan kandungan cairannya.
Ukurannya pun bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga cukup besar sehingga dapat dirasakan dengan mudah saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Jenis-Jenis Kista Payudara
Kista payudara dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan karakteristiknya pada pemeriksaan pencitraan dan kandungannya, yaitu:
- Simple breast cyst: Merupakan jenis kista yang paling sering ditemukan. Kista ini berisi cairan sepenuhnya, memiliki dinding yang halus, serta tidak mengandung komponen padat. Simple breast cyst hampir selalu bersifat jinak dan diperkirakan mencakup sekitar 90% dari seluruh kasus kista payudara.
- Complex breast cyst: Mengandung campuran cairan dan komponen padat di dalamnya. Karena memiliki karakteristik yang berbeda dari kista sederhana, jenis kista ini memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Dokter biasanya akan merekomendasikan biopsi guna memeriksa jaringan secara lebih mendalam.
- Complicated breast cyst: Umumnya tetap berisi cairan, tetapi cairan tersebut dapat tampak keruh atau memiliki batas yang tidak beraturan pada pemeriksaan pencitraan. Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan aspirasi jarum halus (Fine Needle Aspiration/FNA) atau menyarankan pemeriksaan lanjutan secara berkala untuk memastikan kondisi kista.
Selain berdasarkan karakteristiknya, kista di payudara juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran, yaitu:
- Microcyst: Kista berukuran sangat kecil yang biasanya hanya dapat terlihat melalui USG atau pemeriksaan mikroskopis.
- Macrocyst: Kista berukuran lebih besar sehingga membentuk benjolan yang sering kali dapat diraba.
Mengetahui jenis kista payudara penting untuk membantu dokter menentukan apakah kondisi tersebut cukup dipantau atau memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Penyebab Kista Payudara
Hingga saat ini, penyebab pasti kista payudara belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli meyakini bahwa perubahan hormon, terutama hormon estrogen, berperan dalam pembentukan kista payudara.
Hal ini didukung oleh fakta bahwa kista payudara paling sering ditemukan pada wanita usia 35-50 tahun, terutama menjelang menopause, dan keluhannya dapat berubah mengikuti siklus menstruasi.
Kista payudara terbentuk ketika cairan menumpuk di dalam kelenjar atau jaringan payudara. Penumpukan cairan ini kemudian membentuk kantung berisi cairan yang dikenal sebagai kista. Seiring perubahan kadar hormon dalam tubuh, ukuran kista dapat membesar, mengecil, atau bahkan menghilang dengan sendirinya.
Apa Saja Faktor Risiko Kista Payudara?
Meskipun penyebab pasti kista di payudara belum diketahui, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya kista pada payudara. Sebagian besar faktor risiko ini berkaitan dengan perubahan hormon, terutama estrogen:
- Ketidakseimbangan hormon, terutama ketika kadar estrogen lebih tinggi dibandingkan progesteron.
- Perubahan hormon selama siklus menstruasi, yang dapat menyebabkan kista membesar atau terasa lebih nyeri pada waktu tertentu.
- Usia 35-50 tahun, terutama pada wanita menjelang menopause. Kista payudara lebih jarang ditemukan sebelum usia 20 tahun maupun setelah menopause.
- Menjalani terapi hormon untuk menopause (hormone replacement therapy), baik selama masa perimenopause maupun setelah menopause.
- Memiliki gangguan pada ovarium, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS).
- Belum pernah melahirkan atau memiliki anak pada usia yang lebih tua, yang diduga berkaitan dengan paparan hormon reproduksi yang lebih lama.
Apa Saja Ciri-Ciri Kista Payudara?
Kista payudara tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika ukurannya cukup besar atau mengalami perubahan, kondisi ini dapat menyebabkan benjolan dan rasa tidak nyaman pada payudara. Gejala yang muncul juga dapat berubah mengikuti siklus menstruasi.
Berikut adalah gejala kista payudara yang umum terjadi:
- Benjolan payudara berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas.
- Benjolan terasa lunak atau kenyal dan mudah digerakkan saat disentuh, meskipun beberapa kista dapat terasa lebih keras.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada area benjolan, terutama sebelum menstruasi.
- Pembengkakan atau rasa penuh pada payudara.
- Ukuran benjolan dapat berubah mengikuti siklus menstruasi, misalnya membesar sebelum haid dan mengecil setelahnya.
- Pada beberapa kasus, dapat keluar cairan dari puting yang berwarna bening, kuning, atau cokelat gelap.
Baca juga: 7 Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Komplikasi Kista Payudara
Apakah kista payudara berbahaya? Dilansir dari tinjauan klinis oleh Kowalski dan Okoye dalam National Library of Medicine, kista payudara sebenarnya tidak berbahaya dan relatif jarang menimbulkan komplikasi serius. Jika komplikasi terjadi, kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan prosedur aspirasi yang dilakukan untuk mengeluarkan cairan dari kista, seperti:
- Pembengkakan lokal (edema) pada area tindakan. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.
- Memar atau hematoma, yaitu penumpukan darah di bawah kulit akibat perdarahan ringan setelah prosedur.
- Infeksi, terutama jika prosedur tidak dilakukan dalam kondisi steril. Infeksi dapat berkembang menjadi mastitis (peradangan jaringan payudara) atau abses payudara yang ditandai dengan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan.
- Gangguan pada hasil mammografi, karena adanya kista, perubahan struktur jaringan payudara, pembengkakan, atau hematoma setelah aspirasi dapat menyebabkan hasil mammografi tampak tidak normal dan meningkatkan risiko hasil positif palsu.
- Potensi tumor seeding. Pada kasus yang sangat jarang, biopsi atau aspirasi pada kista yang ternyata mengandung keganasan berpotensi menyebabkan penyebaran sel tumor ke jaringan payudara di sekitarnya (tumor seeding). Oleh karena itu, prosedur diagnostik perlu dilakukan sesuai indikasi dan oleh tenaga medis yang berpengalaman.
Bagaimana Diagnosis Kista Payudara?
Diagnosis kista payudara umumnya dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan fisik, tes pencitraan, dan bila diperlukan pemeriksaan jaringan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa benjolan yang ditemukan merupakan kista dan bukan kelainan payudara lainnya. Berikut adalah tahapan diagnosis kista payudara yang umumnya dilakukan:
- Anamnesis (wawancara medis): Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan seputar riwayat kesehatan dan gejala yang mungkin dirasakan.
- Pemeriksaan payudara: Dokter memeriksa benjolan dan mencari kemungkinan kelainan lain pada payudara. Namun, pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk memastikan bahwa benjolan tersebut merupakan kista.
- Mammografi: Dapat membantu mendeteksi adanya benjolan di payudara. Pada hasil mammografi, kista sering tampak sebagai massa berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas.
- USG payudara: Untuk menentukan apakah benjolan berisi cairan atau berupa massa padat.
- Benjolan yang berisi cairan umumnya merupakan simple cyst yang biasanya bersifat jinak.
- Jika benjolan mengandung campuran cairan dan komponen padat (complex cyst), dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut.
- Biopsi payudara atau aspirasi jarum halus (Fine Needle Aspiration/FNA): Prosedur ini dilakukan terutama jika benjolan dicurigai bukan simple cyst. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil cairan atau sampel jaringan menggunakan jarum tipis untuk diperiksa di laboratorium. Selain membantu menegakkan diagnosis, aspirasi juga dapat mengurangi keluhan pada kista yang berukuran besar atau nyeri.
Karena tidak semua benjolan payudara merupakan kista, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebab benjolan dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, termasuk kanker payudara.
Baca juga: Pemeriksaan Kanker Payudara: Kenali Jenis Skrining dan Kapan Dilakukannya!
Cara Menangani Kista Payudara
Penanganan kista payudara akan disesuaikan dengan jenis kista, gejala yang dialami, serta hasil pemeriksaan dokter. Beberapa pilihan penanganan yang dapat dilakukan meliputi:
- Observasi atau pemantauan berkala, terutama pada simple breast cyst yang tidak menimbulkan gejala. Banyak kista jenis ini yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan.
- Fine needle aspiration (FNA) untuk mengeluarkan cairan dari kista. Prosedur ini dapat membantu menegakkan diagnosis sekaligus meredakan keluhan. Jika seluruh cairan berhasil dikeluarkan dan benjolan menghilang, biasanya tidak diperlukan pengobatan tambahan.
- Aspirasi ulang, jika kista kembali terisi cairan. Kista payudara dapat muncul kembali setelah dilakukan aspirasi sehingga pada beberapa kasus prosedur ini perlu diulang.
- Terapi hormonal, seperti pil KB, dapat dipertimbangkan pada pasien dengan gejala berat atau kista yang sering berulang. Terapi ini bertujuan membantu mengatur fluktuasi hormon yang berperan dalam pembentukan kista.
- Operasi, meskipun jarang diperlukan. Dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi apabila kista terus berulang, menyebabkan nyeri yang mengganggu, mengandung cairan berdarah, atau menunjukkan temuan lain yang mencurigakan.
Jangan Abaikan Benjolan pada Payudara
Kista payudara merupakan benjolan jinak yang berisi cairan dan sering terjadi pada wanita usia reproduktif. Meski umumnya tidak berbahaya, setiap benjolan pada payudara tetap perlu dievaluasi untuk memastikan penyebabnya.
Pemeriksaan payudara sejak dini dapat membantu memperoleh diagnosis yang tepat dan memberikan ketenangan bagi pasien. Untuk itu, Kaiser Cancer Center menyediakan layanan Pemeriksaan Diagnostik yang didukung oleh teknologi modern dan dokter spesialis berpengalaman guna membantu mengidentifikasi penyebab benjolan atau perubahan pada payudara secara akurat.
Tim multidisiplin di Kaiser Cancer Center akan mengevaluasi hasil pemeriksaan secara menyeluruh dan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu menemukan benjolan atau perubahan pada payudara. Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat. Bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.
Baca juga: Fibrokistik Payudara: Gejala & Perbedaannya dengan Kanker Payudara
Referensi:
- Kowalski A, Okoye E. Breast cyst. Dalam: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 [diakses 29 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562196/
- Mayo Clinic. Breast cysts: Diagnosis and treatment [Internet]. 16 Jun 2026 [diakses 29 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/diagnosis-treatment/drc-20370290
- Cleveland Clinic. Breast cysts: causes, symptoms, diagnosis & treatment [Internet]. 19 Mei 2023 [diakses 29 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15691-breast-cysts
- National Breast Cancer Foundation. Breast cyst [Internet]. 6 Apr 2026 [diakses 29 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://www.nationalbreastcancer.org/cyst-in-breast/
- National Breast Cancer Foundation. Breast cysts [Internet]. [diakses 29 Oktober 2026]. Tersedia dari: https://nbcf.org.au/about-breast-cancer/detection-and-awareness/breast-cysts/








